Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Dr. Elsye Maria Rosa, M.Kep.
Analisis Metopen
by Dr. Elsye Maria Rosa, M.Kep. - Tuesday, 20 March 2012, 11:10 PM
 
Film "Minority Report ". Yang telah saudara tonton, mohon dikaji secara ilmiah, Bahwa pencarian kebenaran harus selalu dilakukan secara ilmiah, systematic Dan tidak kenal lelah. Jelaskan tanggapan saudara mengenai film terkait Research.

Picture of arief darmawan
Re: Analisis Metopen
by arief darmawan - Wednesday, 21 March 2012, 08:07 PM
 

ARIEF DARMAWAN
20111030025

Pengetahuan pada dasarnya merupakan hasil dari proses melihat, mendengar, merasakan, dan berfikir yang menjadi dasar manusia dan bersikap dan bertindak. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang memberikan penjelasan mengenai fakta atau fenomena alam (fakta yang benar atau umumnya bernilai benar). Pengetahuan yang menjelaskan fenomena alam bermanfaat untuk memprediksi fenomena-fenomena alam. Pengetahuan yang terkandung yang dinilai dalam ilmu dinilai sebagai pengetahuan yang benar untuk menjawab masalah-masalah dalam kehidupan manusia.

Bila teknologi di masa depan dapat menjanjikan dunia dimana tidak ada lagi pembunuhan dengan menerapkan teknologi pencegahan sebelum pembunuhan itu terjadi, apakah konsekuensi keuntungan kecanggihan suatu teknologi sepadan dengan resikonya?

Dalam film yang berjudul Minority Report di deskripsikan bahwa untuk dapat melihat masa depan, diciptakan program berteknologi tinggi yang dijalankan berdasarkan atas informasi yang didapat dari penglihatan 3 orang paranormal/indigo (manusia), yang terdiri dari 1 pasang kembar laki-laki dan seorang perempuan (agatha), yang ditempatkan dalam suatu ruang khusus dan dibuat agar selalu tertidur dalam rendaman air. Dalam film ini mereka disebut Precogs, kependekan dari precognitive thinkers. Precogs tersebut adalah orang-orang yang memiliki kemampuan lebih, lazim dikenal dengan sebutan psychic atau cenayang. Dalam tidurnya mereka diberi penglihatan akan potongan-potongan gambar (seperti video slide) kejadian masa depan, terutama dalam hal ini adalah pembunuhan, dan pada kepala mereka dipasang alat-alat khusus yang dihubungkan ke komputer teknologi tinggi milik Precrime agar dapat memvisualisasikan penglihatan mereka dalam bentuk 3D atau tiga dimensi, diproyeksikan lalu merekamnya dalam suatu alat canggih yang berbentuk disc terbuat dari kaca tembus pandang.

Dapat kita lihat bahwa tujuan dari ilmu pengetahuan yang dikembangkan dalam deskripsi film tersebut mulia yakni menjanjikan dunia dimana tidak ada lagi pembunuhan. Namun mari kita lihat bagaimana proses atau cara ilmu pengetahuan tersebut dalam mencari kebenaran, sudahkan sesuai dengan etika ilmu pengetahuan?

Dimana hak asasi manusia? Dimana letak etika seorang pengembang ilmu pengetahuan?

Tiga orang manusia ditempatkan dalam suatu ruang khusus dan dibuat agar selalu tertidur dalam rendaman air, dikontrol kadar hormonal dan metabolismenya!

Satu hal lagi, apakah yang dilakukan peneliti tersebut merupakan ILMIAH?

Informasi yang didapat dari penglihatan 3 orang "PARANORMAL", ada apa dengan para peneliti tahun 2054, saya ulangi tahun dua ribu lima puluh empat, ditengah kecanggihan lain yang ditunjukkan dalam film ini antara lain alat pendeteksi identitas melalui retina mata, mobil-mobil yang bisa berjalan secara vertikal melalui bantalan magnetic dan robot pengintai berbentuk laba-laba yang dapat menggeledah seluruh penghuni pada suatu gedung apartemen dalam hitungan menit. Ada apa?

Jika seperti di atas, sudah barang tentu penelitinya bukan lulusan MMR UMY dan belum pernah ikut kuliah DR. Susanto. Ayo kita review kembali mata kuliah FILSAFAT ILMU.

Untuk mengetahui bagaimana kiranya kedudukan etika penelitian itu dalam konteks filsafat ilmu, maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui pemahaman tentang apa itu obyek kajian dari filsafat ilmu sebagai salah satu cabang dari ilmu filsafat.

Ada tiga elemen utama yang menjadi obyek kajian filsafat ilmu. Ketiganya adalah ontologi, epistemologi dan aksiologi. Secara esensial, elemen ontologi memfokuskan telaahnya pada apa yang menjadi obyek kajian ilmu. Epistemologi membahas tentang bagaimana cara ilmu dalam berupaya memperoleh kebenaran akan obyeknya. Maka, selain dengan prinsip berfikir korespondensi dan koherensi, tercakup pula di sini menyangkut bahasan mengenai persoalan metodologi.

Sementara itu, dalam hal elemen aksiologi maka titik berat kajiannya yaitu menyangkut soal bagaimana kemanfaatan ilmu itu dalam kaitannya dengan kesejahteraan umat manusia.

Baik,,

Sekarang mari kita lihat Pedoman Penelitian Kesehatan yang sudah dibuat oleh Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan. Prinsip dan peraturan dalam pedoman tersebut adalah sebagai berikut:

1. Keselamatan subyek penelitian diutamakan. Sekiranya kemungkinan ada resiko yang akan terjadi kepada subjek penelitian, maka sudah harus ada persiapan dan cara mengatasi resiko tersebut sehingga keselamatan subjek tetap terjamin.

2. Keikutsertaan subyek dalam penelitian bersifat sukarela yang dinyatakan secara tertulis, setelah subyek memperoleh penjelasan yang jelas tentang tujuan, cara dan manfaat yang akan diperoleh dari penelitian.

3. Subyek penelitian berhak sewaktu-waktu mengundurkan diri dari keikutsertaannya dalam penelitian.

4. Yang boleh melaksanakan penelitian adalah orang-orang yang sudah berpengalaman melakukan penelitian. Kalau peneliti belum berpengalaman, maka ada supervisi dari peneliti senior berpengalaman

Picture of Ra Aditya Adhi Puruhita
Re: Analisis Metopen
by Ra Aditya Adhi Puruhita - Wednesday, 21 March 2012, 10:35 PM
 

RA ADITYA A. PURUHITA
20111030054

Film “Minority Report”, menceritakan bahwa, untuk mengurangi kriminalitas di Amerika dilakukan program pencegahan tindak kriminal yang telah dilalui dengan penelitian bertahun-tahun sebelumnya dengan eksploitasi tiga orang yang memiliki bakat penglihatan di masa depan. Tiga orang tersebut terdiri dari 1 pasang kembar laki-laki dan seorang perempuan bernama Agatha yang di posisikan di suatu kolam berair dengan alat-alat canggih yang dapat menangkap dan menyimpan mimpi dari ketiganya. Mimpi tersebut diproyeksikan ke layar besar sehingga dapat digunakan untuk bahan penyidikan.

Lalu, apakah suatu penelitian dan program yang memberi keuntungan mayoritas umat harus mengorbankan kaum minoritas sebagai subjek penelitian?

The New Horison Ladder Dictionary memberikan penjelasan bahwa pengertian research ialah a careful study to discover correct information, yang artinya suatu penyelidikan yang dilakukan secara hati-hati untuk memperoleh informasi yang benar. “Hati – hati” disini tidak hanya diartikan dalam proses dan meraih hasil dari penelitian, namun objek, subjek dan peneliti itu tersebut harus sesuai dengan etika dari penelitian itu sendiri.

Di Indonesia standar etik penelitian kesehatan yang melibatkan manusia sebagai subyek didasarkan pada azas perikemanusiaan yang merupakan salah satu dasar falsafah bangsa Indonesia, Pancasila. Hal tersebut kemudian diatur dalam UU Kesehatan no 23/ 1992 dan lebih lanjut diatur dalam PP no 39/ 1995 tentang Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Etika penelitian memiliki berbagai macam prinsip, namun terdapat empat prinsip utama, yaitu:

1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity).
Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subyek untuk mendapatkan informasi yang terbuka berkaitan dengan jalannya penelitian serta memiliki kebebasan menentukan pilihan dan bebas dari paksaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian (autonomy). Beberapa tindakan yang terkait dengan prinsip menghormati harkat dan martabat manusia, adalah: peneliti mempersiapkan formulir persetujuan subyek (informed consent) yang terdiri dari:
a. penjelasan manfaat penelitian
b. penjelasan kemungkinan risiko dan ketidaknyamanan yang dapat ditimbulkan
c. penjelasan manfaat yang akan didapatkan
d. persetujuan peneliti dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan subyek berkaitan dengan prosedur penelitian
e. persetujuan subyek dapat mengundurkan diri kapan saja
f. jaminan anonimitas dan kerahasiaan.

2. Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian (respect for privacy and confidentiality.
Setiap manusia memiliki hak-hak dasar individu termasuk privasi dan kebebasan individu. Tidak semua orang menginginkan informasinya diketahui oleh orang lain, sehingga peneliti perlu memperhatikan hak-hak dasar individu tersebut. Dalam aplikasinya, peneliti tidak boleh menampilkan informasi mengenai identitas baik nama maupun alamat asal subyek dalam kuesioner dan alat ukur apapun untuk menjaga anonimitas dan kerahasiaan identitas subyek. Peneliti dapat menggunakan koding (inisial atau identification number) sebagai pengganti identitas responden.

3. Keadilan dan inklusivitas (respect for justice and inclusiveness).
Prinsip keadilan memiliki konotasi keterbukaan dan adil. Untuk memenuhi prinsip keterbukaan, penelitian dilakukan secara jujur, hati-hati, profesional, berperikemanusiaan, dan memperhatikan faktor-faktor ketepatan, keseksamaan, kecermatan, intimitas, psikologis serta perasaan religius subyek penelitian.

4. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and benefits) (Milton, 1999; Loiselle, Profetto-McGrath, Polit & Beck, 2004).
Peneliti melaksanakan penelitian sesuai dengan prosedur penelitian guna mendapatkan hasil yang bermanfaat semaksimal mungkin bagi subyek penelitian dan dapat digeneralisasikan di tingkat populasi (beneficence). Peneliti meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek (nonmaleficence). Apabila intervensi penelitian berpotensi mengakibatkan cedera atau stres tambahan maka subyek dikeluarkan dari kegiatan penelitian untuk mencegah terjadinya cedera, kesakitan, stres, maupun kematian subyek penelitian.

Perihal ILMIAH, pada penelitian dan program yang dicritakan di film ini merupakan ini tidak memenuhi persyaratan ilmiah, diceritakan bahwa hebatnya para “Precogs” (sebutan bagi 3 orang yang memiliki penglihatan masa depan), penduduk Amerika menganggap mereka sebagai Dewa. Dan berikut ini 8 syarat yang harus terpenuhi bagi sebuah penelitian agar bisa dikategorikan sebagai penelitian yang ilmiah :
1. Purposive
Memiliki tujuan atau maksud tertentu.
2. Rigor
Dilakukan dengan cermat, teliti, dan memiliki tingkat keakuratan tertentu.
3. Testability
Memiliki dugaan atau hipotesis tertentu dan dapat diuji menggunakan ilmu yang berkaitan serta ilmu statistika (untuk data yang terkumpul, baik berjenis kualitatif maupun kuantitatif)
4. Replicability
Kesimpulan atau penemuan hasil penelitian memiliki sifat stabil. Maksudnya, hasil penelitian akan memiliki kesimpulan yang sama apabila dilakukan oleh peneliti lain dengan menggunakan metode yang sama.
5. Precision and Confidence
Dapat menunjukan seberapa besar : keakuratan penelitian peluang bahwa taksiran peneliti adalah benar.
Kedua poin diatas dapat dilakukan dengan mengaplikasikan ilmu statistika dalam penelitian.
6. Objectivity
Kesimpulan penelitian harus berdasarkan fakta yang dihasilkan dari temuan data aktual, dan bukan berdasarkan subjektifitas atau emosional peneliti.
7. Generalizebility
Hasil penelitian dapat diterapkan seluas mungkin, semakin besar ruang lingkup penerapan hasil penelitian maka akan semakin baik.
8. Parsimony
Memiliki prinsip kesederhanaan dalam menjelaskan :masalah penelitian, dan alur penelitian

Penelitian yang dilakukan di Film ini tidak masuk dalam kategori Replicability karena telah diceritakan bahwa gambaran dari Precogs tidak selalu benar, hanya satu Precog yang mendekati kebenaran yaitu Agatha. Hal ini menunjukkan bahwa hasil penelitian ini tidak bersifat stabil yang selalu dalam kebenaran.
Selain itu penelitian ini tidak memenuhi persyaratan Objectivity, karena telah diceritakan bahwa peneliti menganggap semua yang dipikirkan oleh Precogs pasti benar, sedangkan yang terjadi tidak demikian, petugas keamanan Amerika pernah melakukan penangkapan yang salah walau mereka baru menyadarinya di kemudian hari.
Picture of muhammad iqbal
Re: Analisis Metopen
by muhammad iqbal - Wednesday, 21 March 2012, 11:20 PM
 
Dalam film Minority Report, didapatkan beberapa tanggapan yang berkaitan dengan research, antara lain :
1. seorang peneliti/explorer harus memiliki kemampuan dan kemahiran dalam menggunakan semua resource yang ada untuk mencapai hasil yang ditargetkan.
2. Hasil yang tidak sesuai dengan harapan, bukan hanya merupakan sistem dalam penelitian, tapi dapat juga dikarenakan "human error".
3. Peneliti harus memiliki keyakinan dalam setiap aksi perlakuan yang menunjang dalam penelitian tanpa melanggar etika penelitian seperti :
  • Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity)
  • Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian (respect for privacy and confidentiality)
  • Keadilan dan inklusivitas (respect for justice and inclusiveness)
  • Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and benefits)
Picture of munawir saragih
Re: Analisis Metopen
by munawir saragih - Wednesday, 21 March 2012, 11:31 PM
 
MUNAWIR SARAGIH
20111030050

Tanggapan saya mengenai film "Minority Report" terkait penelitian adalah penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan 3 precogs tersebut tidak manusiawi/tidak mengindahkan etika penelitian menggunakan sampel manusia. seperti yang diceritakan salah satu mantan pendiri precrime dalam film tersebut bahwa penemuan kemampuan ketiga precogs tersebut adalah suatu kebetulan yang telah mengorbankan banyak sampel manusia yang mereka gunakan, para sampel tersebut banyak menjadi korban karena perlakuan yang dilakukan pada mereka menyebabkan kerusakan otak dan berakhir dengan 3 orang yang memiliki kemampuan melihat masa depan.
penelitian dengan menggunakan sampel manusia seharusnya tidak melukai apalagi sampai menghilangkan nyawa probandusnya karena probandus disini bukan merupakan benda untuk objek penelitian tapi manusia yang memiliki hak sehingga penelitian dengan menggunakan manusia seharusnya menghormati hak-hak tersebut.
selain itu, satu hal yang menarik dari film ini adalah "kesempurnaan" dari precrime tersebut menimbulkan kecurigaan pihak kehakiman sehingga dikirim penyidik untuk melakukan investigasi. seperti yang dikatakan oleh penyidiknya (yang akhirnya mati ditembak) "terlalu sempurna membuat precrime bagai dewa, adanya kekurangan akan membuatnya terlihat lebih manusiawi". dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa dalam melakukan penelitian kita tidak boleh membuat penelitian kita terlihat sempurna dengan menyingkirkan data-data yang tidak mendukung. tapi harus bersikap objektif dengan mengutarakan kelemahan/kekurangan penelitian yang kita buat agar lebih terlihat manusiawi.
Picture of meva dowinta NN
Re: Analisis Metopen
by meva dowinta NN - Wednesday, 21 March 2012, 11:32 PM
 
Meva Dowinta N.N.
20111030046

 Dalam film science fiction” Minority Report” ini digambarkan di masa depan ada suatu unit yang bernama The Precrime, yang bertujuan untuk mencegah terbunuhnya korban-korban di Washington DC . Unit polisi ini menggunakan 3 precogs (manusia mutasi) yang memiliki kemampuan precognitive dimana dapat melihat apa yang akan terjadi masa depan. Disini akan dibahas mengenai pencarian kebenaran, dalam hal ini ilmu pengetahuan yang secara ilmiah, sistematik dan bagaimana etikanya.

 Pengembangan ilmu pengetahuan tidak terlepas dari kewajiban menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan seperti etika dan moral. Permasalahan dalam etika dan moral muncul ketika terjadinya pelanggaran pada proses penelitian dan penelitinya, misalnya, hasil penelitian bidang rekayasa genetika atau kesehatan yang mungkin dapat menyebabkan dampak negatif bagi kehidupan manusia.

 Sejalan dengan perkembangan ilmu antropologi dan kedokteran, penelitian dengan menggunakan sampel manusia menjadi hal yang semakin umum dilakukan. Perkembangan dalam topik penelitian manusia ke arah medis dan karakter genetik juga semakin memperluas kemungkinan pengambilan sampel bagian tubuh atau jaringan tubuh manusia. Pada kenyataannya, etika sangat berkaitan dengan persepsi tentang hal yang sangat berarti, nilai-nilai yang dianut, biaya yang mungkin dikeluarkan, serta resiko dan keuntungan yang mungkin diperoleh. Berbagai forum peneliti ataupun institusi pendidikan maupun penelitian secara lembaga maupun nasional juga menyusun dan mempublikasikan isu-isu etik yang berkaitan dengan penelitian manusia (misalnya Komisi Nasional Bioetik di Indonesia, Nuffield Council on Bioethics, dan European Nutrigenomics Organization di Norwegia). Komite-komite etik tersebut memang diharapkan pembentukannya untuk menguji isu-isu etik, legal, ilmiah dan sosial terkait dengan proyek penelitian yang melibatkan manusia seperti yang tercantum dalam Universal Declaration on Bioethics and Human Rights pasal 19 (UNESCO, 2005). Keberadaan forum dan institusi tersebut secara tidak langsung juga mampu memberikan pembelajaran kepada masyarakat ilmiah maupun umum dalam menghadapi tantangan-tantangan baru sejalan dengan perkembangan praktik penelitian manusia pada masa yang akan datang.

Hampir semua komisi bioetik menyatakan bahwa penggunaan bagian tubuh atau jaringan manusia pada prinsipnya adalah dapat diterima dalam pelaksanaan penelitian secara sewajarnya. Konsep ’sewajarnya’ biasanya dikaitkan dengan penggunaan jaringan manusia yang menghindari dan membatasi luka yang diakibatkan seminimal mungkin. Hal ini terutama ditujukan untuk menghormati tubuh dan harga diri manusia sesuai dengan prinsip-prinsip harga diri dan hak asasi manusia seperti yang tercantum dalam Universal Declaration on Bioethics and Human Rights pasal 3 (UNESCO, 2005). Dengan kata lain, penelitian manusia tidak bertujuan untuk memperlakukan partisipan sebagai benda untuk objek penelitian. Semakin banyak luka atau kegagalan fungsi tubuh yang diakibatkan selama kegiatan penelitian ilmiah mengindikasikan semakin rendahnya penghormatan terhadap tubuh dan harga diri manusia.


Picture of dhyas munandar as
Re: Analisis Metopen
by dhyas munandar as - Wednesday, 21 March 2012, 11:33 PM
 

Dhyas Munandar AS

20111030034

Dalam film ini dijelaskan bahwa cara untuk mengetahui kejadian / kejahatan yang terjadi yaitu dikalkulasikan waktu, tempat, orang secara terstruktur dari visualisasi para Precogs kemudian di terjemahkan oleh “Super Komputer” sehingga didapatkan gambaran kejadian yang mendekati kenyataan, begitu pula penelitian secara SISTEMATIK semua unsur yang diperlukan telah disusun dan dipikirkan oleh seorang peneliti, ia terus berpikir tentang konsep “sebab-akibat” pada penelitiannya, sehingga dalam menjalankan penelitiannya ia telahmempunyai road map yang telah ia siapkan sebelumnya, sehingga dia tidak akan tersesat dalam penelitiannya sendiri.

ILMIAH dalam film inidijelaskan bahwa suatu kejadian seluruhnya berasal dari 1 sumber yaitu precogs, walaupun ini adalah jawaban dari seorang manusia, tapi ini merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan Dan dibuktikan dengan kejadian yang sebenarnya di dunia nyata,, walaupun tidak semua yang dikatakan nya itu benar. Karena mereka hanyalah seorang manusia dan tidak sempurna. Oleh karena itu, penelitian harus berdasarkan bukti atau sumber yang jelas supaya dapat dipertanggung jawabkan hasilnya.

Tidak Kenal Lelah, dalam film ini digambarkan keingin tahuan John Anderton (Tom Cruise) dalam mencari jawaban, apakah ia benar seorang pembunuh dalam visualisasi precogs? Maka ia dengan segala daya dan upaya nya terus mencari tahu dengan mendayagunakan apapun yg dimilikinya walaupun harus bertaruh nyawa. Begitu pula sebuah penelitian pada hakekatnya adalah sebuah “alat” yang dibuat oleh manusia untuk mengetahui “sesuatu yang tidak tahu”sehingga menjadi tahu atau menemukan suatu jawaban. Karena inilah yang selalu ada dalam semua sifat manusia, yaitu sifat keingin tahuan akan semua hal. Dalam penelitian, seorang peneliti yang mempunyai jiwa Tidak kenal lelah itu adalah seorang yang terus mencari jawaban akan pertanyaan dalam karya ilmiahnya, ia mencari itu dari berbagai macam sumber sampai akhirnya dia menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut.

Picture of ismy dianty
Re: Analisis Metopen
by ismy dianty - Wednesday, 21 March 2012, 11:35 PM
 
menurut saya film "Minority Report" merupakan salah satu film yang cukup menguras otak untuk berpikir. dalam film ini disituasikan pada masa akan datang yaitu tahun 2054 dimana pembunuhan dapat terkendali dengan adanya suatu badan yang dapat menghindari terjadinya suatu pembunuhan. untuk mencapai kesuksesan badan tersebut dilakukan penelitian yang cukup panjang, dan dibutuhkan bantuan manusia-manusia yang memiliki kekuatan yang lebih yang bisa dikatakan indigo untuk meramal kejadian masa akan datang.
film ini cukup menarik karena di dalamnya termaksud kandungan bahwa dalam mencapai suatu tujuan harus sungguh-sungguh dalam meneliti, tp di film ini dalam penelitiannya banyak kelemahan yang dapat menjadikan badan tersebut bisa jatuh. dalam penelitian di film ini juga mengabaikan etika dan norma yang ada, karena menggunakan manusia untuk membantu dan manusia tersebut tidak mendapat HAM yang sesuai.
jadi untuk mendapatkan suatu tujuan dari penelitian kita perlu gigih dalam melaksanakan penelitian namun tidak mengabaikan aspek etika dan norma yang ada sehingga penelitian tersebut dapat berguna bagi lingkup kecil maupun besar.
Picture of myggi rizdwke nanda
Re: Analisis Metopen
by myggi rizdwke nanda - Wednesday, 21 March 2012, 11:55 PM
 


MYGGI RIZDWIKE NANDA


Ada beberapa point dari film Minority research yang dapat saya tangkap berkaitan dengan Research.

1. Sebuah penelitian sebesar apapun manfaat yang dapat diambil bagi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat, dalam perjalanan/pengaplikasiannya harus tetap memperhatikan etika-etika yang terkait penelitian. Seperti dalam film ini, mereka menggunakan manusia sebagai objek penelitan., tanpa memperdulikan posisi mereka sebagai manusia.

2.Dalam menentukan topik/tema yang diangkat dalam sebuah penelitian, dapat melihat fenomena-fenomena umum yang terjadi. Jangan hanya terpatok pada penelitian-penelitan terdahulu atau sebelumnya. Seperti pada film ini, peneliti mengangkat tema dari fenomena tingginya angka pembunuhan di masyarakat.

3. Penelitian yang dilakukan sebaiknya terus memikirkan inovasi-inovasi baru, berani mengambil topik yang unik, berbeda, tidak terbawa arus mainstream, namun tetap mengangkat topik utama yang sedang berkembang di masyarakat.

4. Dalam sebuah penelitan, banyak batasan-batasan yang pada awalnya kita pikir dapat menghambat jalannya penelitian kita. Untuk sementara, jauhkan pikiran itu terlebih dahulu. Kenapa sebuah penelitian dihargai “mahal”? karena kesulitan yang terkandung didalamnya itu. Jadi, usahakan jangan menyerah sebelum berperang.

Picture of Agung Firmansyah  Lamondjong
Re: Analisis Metopen
by Agung Firmansyah Lamondjong - Thursday, 22 March 2012, 12:06 AM
 
menurut saya film ini sangat menarik, dimana si pemeran utama merasa dirinya dijebak oleh orang, dia melakukan pembunuhan.
dia merasa tidak melakukannya maka dia ingin membuktikan pada orang lain bahwa apa yang dikatakan dari 3 precogs itu salah dan ada yang merekayasanya. dan terbukti dia tidak bersalah...
yang kita lihat disini bukan bersalah atau tidaknya tapi kita lihat proses yang dia lakukan dalam membuktikan kebenaran...
saya menarik kesimpulan bahwa dalam melakukan penelitian
1. kita harus benar-benar fokus dalam satu permasalahan
2. sebuah kebenaran bisa dibuktikan dengan cara ilmiah.
3. harus berani keluar dari metode yang sudah ada.
4. demi mendapatkan informasi yang akurat dan pasti harus memanfaatkan sumber daya yang ada dan harus ikut berubah sesuai dengan situasi yang terjadi di lapangan..
tidak lupa karena kita adalah manusia maka objek penelitian jangan sampai bisa merusak lingkungan alam apa lagi sampai menyebabkan kematian bagi manusia dan hewan.
trima kasih...

Picture of cinta es citranandita
Re: Analisis Metopen
by cinta es citranandita - Wednesday, 21 March 2012, 11:44 PM
 

Cinta ES Citranandita

20111030031

Minority Report bercerita tentang sebuah institusi yang bertugas mencegah terjadinya pembunuhan. Dengan kemampuan dari 3 orang precog, mereka dapat meramalkan masa depan, sehingga institusi kepolisian tersebut dapat mencegah terjadinya pembunuhan. Sejak diterapkannya system tersebut 90% angka kasus pembunuhan di Amerika menurun.

3 orang precog adalah orang yang menggunakan neroin yaitu zat terlarang, yang akibatnya dapat merusak kerja otak tetapi bagi yang selamat, termasuk 3 orang tersebut memiliki bakat yang luar biasa yaitu dapat meramalkan masa depan melalui mimpi yang mereka dapat. Mereka dipekerjakan tanpa persetujuan, bahkan salah satu orang tua dari precog tersebut dibunuh agar pejabat diinstitusi tersebut dapat menggunakan kemampuan anak tersebut.

Apa yang diramalkan oleh precog dapat diubah oleh orang itu sendiri, karena setiap orang memiliki pilihan. John Anderton diramalkan akan membunuh penculik anaknya, tetapi dia memilih untuk tidak membunuhnya dan dia mulai mendapat titik terang bahwa yang terjadi pada dirinya semua hanyalah jebakan. Diakhir cerita, sahabatnya sendiri yaitu Lamar merupakan orang yang selama ini ada dibalik kejahatan tersebut, dia ingin menghapus data kegagalan system agar dimata orang-orang system ini tampak sempurna.

Poin-poin penting pada film ini :

  1. Melakukan ekperimen secara paksa, walaupun hal tersebut demi kemajuan dan perkembangan umat manusia.
  2. Merahasiakan kegagalan system tersebut agar dimata orang lain tidak tampak cacat pada system tersebut.

Pelajaran yang dapat diambil dari film “Minority Report” adalah

1. Dalam suatu penelitian, sebelum kita melakukan suatu tindakan eksperimen, terutama kepada manusia, maka haruslah dilakukan inform consent atau persetujuan tindakan, agar yang diteliti mengetahui kegunaan dan resiko dari penelitian tersebut terhadap dirinya.

2. Di dalam penelitian hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi, contohnya terjadi kesalahan dalam proses dari penelitian tersebut, hal tersebut sebaiknya di sampaikan atau dicatat agar penelitian tersebut dapat diperbaiki, menambah pengetahuan tentang adanya sistem yang salah dalam penelitian tersebut dan mencegah adanya kerugian yang mengenai orang lain.

3. Penelitian yang baik memang memerlukan pengorbanan yang besar, tetapi dalam mendapatkan hasil yang baik kita tidak boleh melanggar etika yang berlaku, atau melakukan segala hal tanpa memperhitungkan kerugian yang akan dihasilkan. Jika dikaitkan dengan bidang kedokteran, dengan kata lain dapat dikatakan kita juga harus memperhatikan hak-hak pasien, pasien berhak mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhannya, dan pasien berhak menuntut jika terjadi kelalaian dalam bidang medis yang menimbulkan kerugian pada dirinya, sesuai UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 58 tentang perlindungan pasien.

Picture of Arif Kurniadi
Re: Analisis Metopen
by Arif Kurniadi - Wednesday, 21 March 2012, 11:44 PM
 
Film Minority Report menceritakan tentang sebuah fenomena dimana sesuatu kejadian yang telah diprediksikan dapat dicegah. Dalam film tersebut fenomena itu terdeskripsikan dalam sebuah kasus kriminalitas seperti pembunuhan. Prediksi terjadinya kasus pembunuhan tersebut diperoleh dari 3 orang precog (peramal) yang terdiri dari 1 orang perempuan bernama Agatha dan 2 orang laki-laki yang kembar. Para precog tersebut merupakan orang-orang terpilih yang telah diteliti selama bertahun-tahun untuk menciptakan suatu teknologi tinggi yang dijalankan berdasarkan informasi dari precog yang direkam ke sebuah computer untuk dianalisis.
Dari cerita singkat film tersebut ada beberapa hal yang dapat kita pelajari antara lain:
1. Untuk mendapatkan suatu hasil penelitian yang baik harus didahului dengan proses penelitian yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
2. Penelitian harus dilakukan dengan cermat, teliti, dan seakurat mungkin.
3. Peneliti sebaiknya menggunakan dugaan (hipotesis) terhadap pemecahan masalah yang dikaji dalam penelitian agar hasil penelitian yang diharapkan dapat dicapai.
4. Subyek penelitian atau sampel harus memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditentukan dalam penelitian tersebut.
5. Dalam melakukan penelitian ada kendala-kendala yang dihadapi dan seorang peneliti harus selalu siap untuk menghadapi kendala tersebut.
6. Kesimpulan dalam hasil penelitian harus berdasarkan data yang ditemukan, bersifat stabil dan memiliki keakuratan yang benar bukan berdasarkan subyektifitas dari peneliti.
7. Hasil penelitian diharapkan dapat diterapkan dengan baik secara luas demi kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Picture of Nur Hamam  Prakosa
Re: Analisis Metopen
by Nur Hamam Prakosa - Wednesday, 21 March 2012, 11:45 PM
 
Film " Minority Report" merupakan film science yang menampilkan perkembangan teknologi yang cukup besar pada tahun 2054. Perkembangan teknologi pada film ini adalah dimana diciptakan teknologi yang dapat mendeteksi kejadian pembunuhan sehingga kejadian tersebut dapat dicegah. Dalam badan yang disebut dengan precrime ini menggunakan 3 manusia yang dijadikan indikator atau peramal kejadian masa akan datang, dimana yang paling berperan adalah agatha. Mereka bertiga dijadikan lensa untuk melihat kedepan dan tidak mempunyai hak asasi manusia selayaknya karena harus terisolasi di satu ruangan. Perkembangan teknologi di film ini cukup mutakhir karena manusia yang ada pada tahun 2054 cukup gigih dan tidak lelah dalam menciptakan teknologi ini.

Dari film ini didapatkan bahwa suatu teknologi yang canggih dengan peneliti yang gigih dan tanpa lelah tetap harus memperhatikan aspek dari etika yang dimiliki manusia (HAM) sehingga tidak ada yang dirugikan dan semuanya mendapat keuntungan.
Picture of dewi kartika k
Re: Analisis Metopen
by dewi kartika k - Wednesday, 21 March 2012, 11:50 PM
 
Picture of ayudya cahya pakarti
Re: Analisis Metopen
by ayudya cahya pakarti - Thursday, 22 March 2012, 12:01 AM
 
Ayudya Cahya Pakarti

Precrimes, salah satu departemen kepolisian di US yang bertugas menghentikan tindak kejahatan sebelum kejadian. Sejak mulai beroperasi, Precrime telah menghentikan berbagai tindak pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan berbagai tindak criminal lainnya (sebelum peristiwa itu terjadi). Masyarakat US-pun memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja Precrime.Precrime bekerja dengan bantuan Precog, tiga orang yang memiliki kemampuan khusus untuk memberikan Minority Report, laporan sebelum terjadinya tindak kriminal.
Sejak Precrime mulai beroperasi ada satu kasus pembunuhan yang belum terungkap, dimana tersangka pembunuhan telah ditangkap, namun pada akhirnya korban tetap terbunuh. Ironisnya, korban dalam kasus ini justru adalah Ibu dari Agatha (salah satu diantara Precog). Setelah sekian lama, John Anderthon (Tom Cruise), salah satu anggota Precrime berhasil menemukan sedikit petunjuk untuk memecahkan kasus tersebut. Sialnya, hal tersebut justru menyeretnya kedalam masalah pelik yang melibatkan kenangan masa laulnya dengan mendiang anaknya

Dari cerita tersebut dapat diambil beberapa poin, yaitu:

1. Sebuah penelitian dimulai dengan kesungguhan, bukan saja kesungguhan niat, namun kesiapan hasil dari penelitian tersebut.

2. Penggunaan hipotesis diperlukan sebagai wawasan tujuan

3. Setiap penelitian memiliki kesulitan, dan peneliti harus siap menghadapi dan mengantisipasi

4. Keakuratan prosen hingga hasil penelitian tentu menjadi sebuah kesulitan, namun manfaatnya maksimal demi kemajuan ilmu


Picture of ade ade mega jayanti
Re: Analisis Metopen
by ade ade mega jayanti - Thursday, 22 March 2012, 12:18 AM
 
menurut saya dalam film "Minority Report" kita diajak untuk berfikir secara kompleks untuk memahami isinya. Ini merupakan salah satu film yang cukup membawa kita mengitari imajiner kita selama ini. Film ini memposisikan tentang kejadian dimasa yang akan datang yaitu pada tahun 2054 dimana pemikiran manusia tentang pengendalian tindakan kriminal sudah terealisasikan untuk menghindari terjadinya kejahatan terutama mengenai pembunuhan. Pengendalian kejadian .͡▹ ditangani oleh suatu badan, untuk mencapai kesuksesan badan tersebut melakukan penelitian yang lama dan membutuhkan manusia-manusia yang memiliki kekuatan yang lebih untuk meramal kejadian masa akan datang. Film ini menarik karena didalamnya menggambarkan mengenai kelompok yang sangat giat dalam mencapai tujuan penelitian, namun dalam film ini penelitiannya banyak memiliki kelemahan yang dapat merugikan bagi badan itu sendiri. Penelitian difilm ini mengabaikan etika dan norma yang ada selama ini. Mereka menggunakan manusia untuk membantu kegiatan penelitian namum mereka tidak mendapatkan hak yang layak sebagai manusia. Disini tampak jelas bahwa ada pelanggaran hak asasi dalam penelitian di film tersebut. Jadi untuk mendapatkan suatu tujuan dari penelitian kita perlu gigih dalam melaksanakan penelitian namun tidak mengabaikan aspek etika dan norma yang ada sehingga penelitian tersebut tidak menjadi sia-sia dan dapat bermanfaat bagi semua umat.
Picture of riska yulinta viandini
Re: Analisis Metopen
by riska yulinta viandini - Thursday, 22 March 2012, 12:24 AM
 
Menurut saya film Minority Report mengambil setting cerita pada tahun 2054, Precrimes, salah satu departemen kepolisian di US yang bertugas menghentikan tindak kejahatan sebelum kejadian. Sejak mulai beroperasi, Precrime telah menghentikan berbagai tindak pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan berbagai tindak criminal lainnya (sebelum peristiwa itu terjadi). Masyarakat US-pun memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja Precrime.Precrime bekerja dengan bantuan Precog, tiga orang yang memiliki kemampuan khusus untuk memberikan Minority Report, laporan sebelum terjadinya tindak kriminal.

Sejak Precrime mulai beroperasi ada satu kasus pembunuhan yang belum terungkap, dimana tersangka pembunuhan telah ditangkap, namun pada akhirnya korban tetap terbunuh. Ironisnya, korban dalam kasus ini justru adalah Ibu dari Agatha (salah satu diantara Precog). Setelah sekian lama, John Anderthon , salah satu anggota Precrime berhasil menemukan sedikit petunjuk untuk memecahkan kasus tersebut. Sialnya, hal tersebut justru menyeretnya kedalam masalah pelik yang melibatkan kenangan masa laulnya dengan mendiang anaknya tercinta.

Precog disini diartikan sebagai subyek penelitian yang bertugas memberikan informasi terhadap Precrime, yang disebut "Minority Report" yang merupakan hasil pemikiran dari para precog.

Prinsip etika penelitian antara lain :

1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity).
Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subyek untuk mendapatkan informasi yang terbuka berkaitan dengan jalannya penelitian serta memiliki kebebasan menentukan pilihan dan bebas dari paksaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian (autonomy).

2. Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian (respect for privacy and confidentiality.
Setiap manusia memiliki hak-hak dasar individu termasuk privasi dan kebebasan individu. Tidak semua orang menginginkan informasinya diketahui oleh orang lain, sehingga peneliti perlu memperhatikan hak-hak dasar individu tersebut. Dalam aplikasinya, peneliti tidak boleh menampilkan informasi mengenai identitas baik nama maupun alamat asal subyek dalam kuesioner dan alat ukur apapun untuk menjaga anonimitas dan kerahasiaan identitas subyek. Peneliti dapat menggunakan koding (inisial atau identification number) sebagai pengganti identitas responden.

3. Keadilan dan inklusivitas (respect for justice and inclusiveness).
Prinsip keadilan memiliki konotasi keterbukaan dan adil. Untuk memenuhi prinsip keterbukaan, penelitian dilakukan secara jujur, hati-hati, profesional, berperikemanusiaan, dan memperhatikan faktor-faktor ketepatan, keseksamaan, kecermatan, intimitas, psikologis serta perasaan religius subyek penelitian.

4. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and benefits) (Milton, 1999; Loiselle, Profetto-McGrath, Polit & Beck, 2004).
Peneliti melaksanakan penelitian sesuai dengan prosedur penelitian guna mendapatkan hasil yang bermanfaat semaksimal mungkin bagi subyek penelitian dan dapat digeneralisasikan di tingkat populasi (beneficence). Peneliti meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek (nonmaleficence). Apabila intervensi penelitian berpotensi mengakibatkan cedera atau stres tambahan maka subyek dikeluarkan dari kegiatan penelitian untuk mencegah terjadinya cedera, kesakitan, stres, maupun kematian subyek penelitian.

Dalam hal ini Precrime melanggar prinsip kedua yaitu tidak menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian, "minority report" tersebut bisa jadi merupakan suatu rahasia yang subyek tidak ingin beri tahu, akan tetapi mau tidak mau semua anggota precrime mengetahuinya karena otak para precog dibaca secara paksa.

Jadi menurut saya penelitian oleh precrime ini tidak sesuai etika.
Picture of rainy iszamriach
Re: Analisis Metopen
by rainy iszamriach - Thursday, 22 March 2012, 12:25 AM
 
Rainy Iszamriach
20060310189

Minority Report adalah sebuah film bergenre fiksi ilmiah yang menceritakan kehidupan di tahun 2054. Tokoh utama film ini adalah Kapten John Anderton (Tom Cruise) yang bertugas di satuan khusus kepolisian. Tugas Kapten Anderson sehari hari adalah memantau aksi kejahatan pembunuhan yang belum terjadi melalui kemampuan khusus dari manusia yang memiliki kemampuan melihat masa depan. 3 manusia terpilih yang telah diteliti untuk kemajuan teknologi dalam memberantas kasus pembunuhan dinamakan precog.
Ringkasan cerita diatas adalah film yang diputarkan ketika kuliah metopen kemarin,dari film ini ada beberapa hal yang akan dibahas pertama tentang etika penelitian yang dilakukan di film ini, menurut saya masalah etika penelitian merupakan salah satu aspek dari banyak permasalahan yang terkandung dalam bidang keilmuan. Memang, untuk menemukan kebenaran sesungguhnya salah satu caranya adalah melalui penelitian, tetapi bukan berarti sebuah penelitian tidak memiliki nilai-nilai etika, terutama jika obyek penelitian adalah makhluk hidup. Pada film ini penelitian dilakukan dengan menggunakan manusia yang direndam dalam air disebuah tempat, dengan menggunakan baju seadanya dan membatasi gerak-gerik dari sang obyek. Dalam Kode Etik Profesi Peneliti Indonesia yang dibuat LIPI, poin-poin ini dicerminkan pada Bab IV Tentang Kewajiban Terhadap sesama Umat Manusia dan Lingkungan Hidup. Dalam pasal 18, tertera di situ bahwa Peneliti Indonesia yang menjadikan manusia sebagai obyek penelitian wajib berpedoman dan mentaati semua deklarasi/perjanjian global yang sudah disepakati. Dalam pasal 20, disebutkan peneliti Indonesia wajib memperhatikan bahwa uji coba hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap makhluk hidup hanya dilakukan jika tujuannya adalah untuk mendukung perikemanusiaan dan peningkatan kesejahteraan manusia dengan tetap memperhatikan dan berlandaskan pada nilai-nilai moral agama. Kemudian pasal 21, dikatakan peneliti Indonesia dalam melakukan uji coba terhadap makhluk hidup hendaknya tidak bertindak sewenang-wenang dan wajib memperhatikan kelestarian makhluk hidup yang bersangkutan. Sementara dalam pasal 22 peneliti Indonesia diwajibkan untuk selalu memikirkan dampak penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap umat manusia, masyarakat dan lingkungan hidup (Lihat, LIPI, 2004 : 15-16). Jadi penelitian di film ini tidak memiliki etika penelitian dan melanggar hak asasi manusia sebagai umat beragama.


Selain etika penelitian yang harus diperhatikan ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan Untuk mendapatkan hasil dari suatu penelitian atau riset yang baik dam memuaskan semua pihak, maka perlu dibuat dengan sifat kriteria sebagai berikut :
1. Obyektif / Objektif / Akurat
Pastikan hasil riset adalah hasil terbaik yang dapat dipercaya, dapat diandalkan, teliti, cermat dan akurat sesuai dengan tujuan penelitian atau riset.
2. Tepat Waktu
Usahakan penelitian dapat rampung sesuai dengan jadwal perencanaan waktu yang telah dibuat, yaitu tidak kelamaan dan tidak kecepetan. Penyelesaian setiap tahap dan langkah dalam pelaksanaan penelitan sebaiknya tidak keluar dari yang telah direncanakan.
3. Relevan
Hasil penelitian atau riset dapat menjawab pertanyaan masalah yang dihadapi dan dapat menjadi bahan informasi acuan untuk pihak-pihak yang membutuhkannya.
4. Efisien
Gunakan dana pelaksanaan riset atau penelitian dengan penuh tanggung jawab. Sesuaikan dana yang telah dianggarkan dengan kondisi di lapangan, dan jangan sampai melewati batas yang telah ditentukan. Dari sisi waktu dan tenaga juga sebaiknya digunakan seefisien mungkin.
Poin yang paling penting diambil dari film ini adalah kehebatan, keberanian dan keuletan peneliti sehingga dapat menemukan sebuah metode yang teramat canggih sehingga bisa menyelesaikan masalah yang ada dimasyarakat dan menjawab kebutuhan masyarakat. Jadi jangan pernah menyerah untuk melakukan penelitian.
it's me
Re: Analisis Metopen
by della mawros dwita - Thursday, 22 March 2012, 12:27 AM
 
Rangkuman Film "Minority Report"
Tahun 2054 Amerika menjadi tempat yang paling aman. Ini berkat kehadiran Department of Pre-Crime, sebuah kesatuan elit yang diwakili oleh tiga orang berkemampuan melihat masa depan . Dengan kemampuan(pre-cogs) ini, mereka bisa menangkap siapa saja yang berniat jahat sebelum orang ini melakukan kejahatan. Departemen ini sangat efektif dalam mencegah kejahatan sampai suatu ketika kesatuan elit ini kena batunya! Pimpinan kesatuan ini adalah Burgess, dengan tangan kanan detektif John Anderton dan Agatha .

Ketika menangani kasus #1109 mereka terkejut bukan main. Sebuah pembunuhan akan dilakukan oleh Anderton. Tentu saja Anderton berang. Dia merasa ada yang salah pada sistem, dan berkesimpulan kalau semua ini ulah detektif Ed Witwer (Colin Farrell), agen federal yang mengincar posisi Anderton.

Anderton kemudian meminta bantuan Agatha untuk membersihkan namanya. Tapi ternyata peristiwa ini tidak semudah yang dibayangkan Anderton. Waktu pembunuhan sudah ditentukan dan semakin mendekat, dan Anderton semakin tidak siap menghadapi takdir yang sudah digariskan: dia harus membunuh dalam beberapa saat lagi. Untuk mencari kebenaran dan memecahkan permasalahan tersebut, John Anderton melakukan berbagai usaha. Sehingga berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Anderton dapat menemukan kebenaran dan pembuktian atas segala yang terjadi beberapa tahun yang lalu dan atas kejadian yang telah dia alami.

Kesimpulan :

Untuk menemukan kebenaran yang juga merupakan sebuah
pemikiran kritis (critical thinking) maka diperlukan sebuah penelitian.
Penelitian adalah
1. Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah,
merumuskan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan
sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua
kesimpulan untuk menentukan kecocokan dengan hipotesis
2. Suatu metode studi melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna
terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat
terhadap masalah tersebut
3. Pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan.

(penjelasan di atas merupakan gambaran dari sikap John Andertyon dalam mencari kebenaran yang dilakukan berdasarkan konsep sebuah penelitian)

Hal lain yang saya amati adalah konsep Department of Pre-Crime, sebuah kesatuan elit yang diwakili oleh tiga orang berkemampuan melihat masa depan (pre-cogs). Dimana ketiga orang pre-cogs ini yang awalnya ada
lah manusia biasa yang memiliki kemampuan lebih, seharusnya tidak dikorbankan sebagai pre-cogs untuk melihat masa depan, sebagai mana yang tercantum dalam salah satu prinsip dalam etika penelitian yaitu sebagai berikut:
- Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity).
Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subyek untuk mendapatkan informasi yang terbuka berkaitan dengan jalannya penelitian serta memiliki kebebasan menentukan pilihan dan bebas dari paksaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan penelitian (autonomy). Beberapa tindakan yang terkait dengan prinsip menghormati harkat dan martabat manusia, adalah: peneliti mempersiapkan formulir persetujuan subyek (informed consent) yang terdiri dari:
a. penjelasan manfaat penelitian
b. penjelasan kemungkinan risiko dan ketidaknyamanan yang dapat ditimbulkan
c. penjelasan manfaat yang akan didapatkan
d. persetujuan peneliti dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan subyek berkaitan dengan prosedur penelitian
e. persetujuan subyek dapat mengundurkan diri kapan saja
f. jaminan anonimitas dan kerahasiaan.

sedangkan dalam film ini, pimpinan Department of Pre-Crime, Burgess Lamar berusaha mendapatkan pre-cogs ini dengan cara paksa, bahkan melakukan tindakan yang sangat tidak manusiawi yaitu penipuan dan pembunuhan.

Della Mawros Dwita - MMR UMY
Picture of feri sulistya afrianto
Re: Analisis Metopen
by feri sulistya afrianto - Thursday, 22 March 2012, 12:27 AM
 

FERI SULISTYA

20111030037 MMR 6A

Pelajaran yang dapat diambil dari film “Minority Report” adalah :

  1. Dalam hal penelitian harus JUJUR
  2. Penelitian harus menjunjung tinggi ETIKA penelitian
  3. Dalam hal penelitian demi mendapatkan informasi yang akurat dan pasti harus memanfaatkan sumber daya yang ada dan harus ikut berubah sesuai dengan situasi yang terjadi di lapangan (Thinks Out Of The Box).
Picture of fradita eka sukardi
Re: Analisis Metopen by Fradita eka sukardi
by fradita eka sukardi - Thursday, 22 March 2012, 12:27 AM
 
nama: Fradita eka sukardi
nim: 20111030038
Picture of diah sukmawati hidayah
Re: Analisis Metopen
by diah sukmawati hidayah - Thursday, 22 March 2012, 12:32 AM
 
Diah Sukmawati Hidayah

1. Dengan kemampuan melihat masa depan yang dimiliki oleh tiga orang dalam sebuah kesatuan elit, hal ini dapat membantu dalam melihat siapa saja yang ingin berbuat jahat sebelum seseorang/kelompok itu melakukan kejahatan tersebut, sehingga keadaan di Washington D.C. dapat terkendali dengan tingkat keamanan tinggi, namun di sisi lain, banyak hal yang menjadi persoalan, diantaranya yaitu :

a. Tema inti dari film “Minority Report” ini adalah mengenai pertanyaan tentang kehendak bebas (free will) versus kehendak yang dapat memilih (determinism)--> mengarah pada penilaian etis terhadap suatu penelitian.

b. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang menjawab masalah dengan cara ilmiah, dengan kriteria-kriteria yang harus dimiliki oleh seorang peneliti, seperti :

i. Kompeten

- Menguasai dan mampu melakukan penelitian

- Bidang Ilmu sesuai dengan bidang penelitian

ii. Obyektif

- Tidak mencampuradukkan pendapat sendiri dengan kenyataan

iii. Jujur

- Tidak memaksakan unsur subyektifitas ke dalam fakta

iv. Faktual

- Bekerja berdasarkan fakta

v. Terbuka

- Bersedia menerima masukan dari orang lain

- Bersedia diuji kebenaran hasil penelitiannya oleh orang lain

c. Dalam melakukan penelitian, tidak ada kata sempurna, dimana seorang peneliti seharusnya terus berupaya untuk memperbaiki penelitian yang sudah dilakukan dan terus mengembangkan penelitian yang sudah ada menjadi penelitian yang terus maju dan berkembang, sehingga tidak ada kata puas, dan terus mencari bagi seorang peneliti agar penelitian yang sudah dilakukan menjadi salah satu bentuk penyejahteraan bagi umat manusia.

d. Tingkat subjektivitas yang tinggi dalam hal ini hanya mengandalkan kemampuan penglihatan tiga orang tersebut, dimana dapat saja terdapat “error” tanpa mengetahui tingkat sensitivitas dan spesifisitas hasil yang ditampilkan, sehingga menganggap tiga manusia tersebut seperti “dewa” yang selalu benar, tanpa salah.

Picture of Mohammad Sudrajat
Re: Analisis Metopen
by Mohammad Sudrajat - Thursday, 22 March 2012, 12:41 AM
 
Pelajaran yang dapat diambil dalam film minority report berkaitan dengan penelitian adalah
1. Kita harus menghargai dan melakukan dengan baik pada subjek penelitian sesuai dengan etika yang berlaku. Pada film minority report, subjek penelitiannya adalah ketiga pre-cog sebagai inti dari tugas pre-crime dalam pencegahan tindak kejahatan/pembunuhan.
2. Untuk mencari kebenaran, kita harus mempunyai kemampuan yang cukup dan selalu berusaha.
3. Dalam penelitian, kita butuh informasi, untuk mendapatkan itu kita harus dapat menggunakan sumber daya yang ada dengan sebaik baiknya.
Picture of rani henty novita
Re: Analisis Metopen
by rani henty novita - Thursday, 22 March 2012, 12:33 AM
 
Film "Minority Report" bercerita tentang fenomena dimana dapat melihat masa depan. mereka melakukan eksperimen dan menciptakan teknologi yang dijalankan atas informasi dari penglihatan 3 orang precog yaitu orang yang dapat meramalkan kejadian masa depan. sehingga mereka di institusi kepolisian tersebut dapat mencegah terjadinya pembunuhan.3 orang precog dijadikan sampel tanpa mempertimbangkan hak dan azasi mereka sebagai manusia. pemilihan tidak menggunakan persetujuan (informed consent) bahkan ada yang orang tuanya dibunuh. selain itu eksperimen ini tidak objektif artinya menyembunyikan kesalahan-kesalahan dalam penelitian sehingga terkesan sempurna.
Picture of anita permatasari
Re: Analisis Metopen
by anita permatasari - Thursday, 22 March 2012, 12:48 AM
 

ANITA PERMATASARI

20111030023


Tanggapan kajian ilmiah pada film “MINORITY REPORT” kita dapat mengambil pelajaran tentang:

Etika pada suatu penelitian:

1. 1.Respect for human dignity (Menghormati harkat dan martabat manusia).
peneliti harus mempertimbangkan tindakan yang terkait dengan prinsip menghormati harkat dan martabat manusia. informed consent (formulir persetujuan subyek) yang terdiri dari:
- penjelasan manfaat yang akan didapatkan

- penjelasan manfaat peneliti

- penjelasan kemungkinan risiko

- jaminan kerahasiaan.

2. Respect for privacy and confidentiality (Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian)
Setiap orang memiliki hak privasi dan kebebasan individu sehingga peneliti tidak boleh menampilkan informasi mengenai identitas subyek dalam kuesioner untuk menjaga anonimitas dan kerahasiaan identitas subyek gunakan inisial atau pengkodean sebagai pengganti identitas subyek penelitian.

3. Respect for justice and inclusiveness (Keadilan dan inklusivitas).
Keadilan atau keterbukaan.oleh karenanya, penelitian dilakukan secara jujur, hati-hati, profesional, berperikemanusiaan, dan memperhatikan faktor-faktor ketepatan, kecermatan, psikologis serta perasaan subyek penelitian.

4. Balancing harms and benefits (Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan)
Penelitian sesuai dengan prosedur penelitian agar mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi subyek penelitian dan meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek. Jika penelitian berpotensi cedera atau stres tambahan maka subyek dikeluarkan dari penelitian untuk mencegah terjadinya cedera, stres, maupun kematian subyek penelitian.

Sesuai UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 58 tentang perlindungan pasien.

Suatu penelitian yang baik memang memerlukan jeripayah, tetapi untuk mendapatkan hasil yang baik kita tidak boleh melanggar etika yang berlaku. Dengan kata lain harus memperhatikan hak-hak pasien, pasien berhak mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhannya, dan pasien berhak menuntut jika terjadi kelalaian dalam bidang medis yang menimbulkan kerugian pada dirinya

Picture of Irmawati Masyhuda
Re: Analisis Metopen
by Irmawati Masyhuda - Thursday, 22 March 2012, 01:00 AM
 
Film "Minority Report" menceritakan masa depan dimana sebuah unit polisi khusus mampu menangkap pembunuh sebelum mereka melakukan kejahatan mereka dengan mengandalkan penglihatan masa depan dari 3 "precogs". Precogs ini merupakan hasil eksperimen di mana dipercayai oleh semua orang bahwa penglihatan masa depan mereka tidak ada cacatnya. Selama 6 tahun kota tersebut bebas dari kasus pembunuhan. Dan berdasarkan penglihatan masa depan "precogs" seorang perwira "John Anderton" dari unit kepolisian khusus tersebut (Precrimes) juga dituduh melakukan pembunuhan di masa depan. Hal ini menyebabkan John Anderton dikejar oleh rekan-rekan kerjanya dan oleh karena itu dia berusaha untuk membuktikan bahwa dia tidak akan membunuh korbannya karena dia merasa tidak kenal korbannya tersebut.
Pada saat bertemu korbannya dia akhirnya memilih untuk tidak membunuh korbannya yang dia kira yang telah menculik anaknya. Namun korban tetap mati karena ditembak oleh orang lain (yang diketahui diakhir adalah "Lamar" atasan "Anderton"). Sehingga Anderton harus membuktikan siapa dibalik kejadian-kejadian yang menimpa dirinya.


Pada film ini pencarian kebenaran oleh Anderton tentang masa depan yang diramalkan oleh precogs telah dilakukan secara ilmiah dan sistematik. Di mana dia mulai bertanya-tanya kenapa dia harus melakukan pembunuhan itu padahal dia tidak mengenal korbannya. Mencari sumber2 informasi termasuk pada pencipta precogs, serta mencari informasi pada precogs itu sendiri (Agatha, precogs yang dianggap sebagai induk dari eksperimen ini). Serta telah dilakukan tanpa kenal lelah karena Anderton harus bersusah payah untuk membuktikan kebenaran bahwa sistem Precrimes ini juga bisa salah (seperti yang diramalkan untuknya) dan membongkar bahwa sebenarnya ada yang disembunyikan oleh "Lamar" yaitu tentang kecacatan sistemnya ini.

Sehingga dapat disimpulkan hal-hal yang terkait dengan Research dari Film Minority Report ini adalah sebagai berikut :
1. Sebuah penelitian harus berlandaskan pada etika terutama jika subjek penelitiannya adalah manusia. Namun jika kita lihat pada eksperimen dalam film ini asas etikanya tidak ada karena manusia dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan informasi saja, diberi injeksi adrenalin, direndam dalam air (tidak memanusiakan manusia).
2. Sumber penelitian sebaiknya berlandaskan bukti-bukti ilmiah

3. Jika sebuah eksperimen/penelitian mengalami kegagalan jangan sampai ditutup-tutupi. Sampaikanlah hasil penelitian kepada masyarakat dengan sebenar-benarnya. Karena mungkin dengan kegagalan penelitian kali ini bisa dilakukan penelitian lanjut dan menemukan sumber kegagalan.
Picture of harnantyo putra nugrahadi
Re: Analisis Metopen
by harnantyo putra nugrahadi - Thursday, 22 March 2012, 01:26 AM
 
minority report
Picture of reni riawati
Re: Analisis Metopen
by reni riawati - Thursday, 22 March 2012, 01:48 AM
 

Reni Riawati

20111030058

TUGAS:Telaah Film Minority Report

Permasalahan.

Film yang bersetting tahun 2054 ini berkisah tentang suatu proyek penelitian futuristic yang diberi nama precrime yaitu penelitian dibidang kriminologi dengan memanfaatkan teknologi tingkat tinggi dan bakat khusus 3 orang precog guna mendeteksi peristiwa pembunuhan di masa lampau dan mengupayakan membatalkan usaha pembunuhan tersebut. Precrime diciptakan oleh 2 orang ilmuwan bernama Lamar Burgess dan Hanington. Selama 6 tahun sejak proyek ini diluncurkan pada tahun 2045, kota DC mengalami penurunan tajam untuk tindak criminal pembunuhan.Bisa dikatakan bahwa hipotesa dari penelitian precrime adalah bahwa apa yang dilihat oleh para precog adalah sebuah kebenaran tak terpatahkan dan dengan hal tersebut dapat diupayakan pencegahan terhadap pembunuhan sebelum pembunuhan itu benar-benar terjadi. Tampaknya ini adalah esensi dari penelitian yang diusung menjadi program nasional tersebut.

Permasalahan /kelemahan dari penelitian ini adalah apa yang dinamakan dejavu precog atau gema precognitive yaitu perbedaan penglihatan oleh ke 3 orang precog, yaitu Agatha dan 2 orang lainnya yang merupakan saudara kembar. Kasus pembunuhan dapat tidak terungkap ketika pembunuh mampu memanfatkan dejavu precog.Catatan tentang kelemahan penelitian ini berusaha dihapus oleh para ilmuwan penemu precrime, tapi catatan kecilnya (Minority Report) masih tersimpan dalam memori Agatha. Jadi kata kuncinya adalah Catatan Kecil atau Minority Report yang merupakan titik terang untuk mengungkap kelemahan dari penelitian ini.

Permasalahan berikutnya adalah dari sisi etika, dimana untuk menegakkan hipotesa penelitian tentang kebenaran penglihatan precog ini dalam perjalanan menuju hasil penelitian yang diharapkan telah mengorbankan banyak anak (dengan cara memberikan neroin, zat yang dapat merusak sel otak) dalam upaya untuk dikembangkan menjadi manusia dengan bakat khusus. Hanya mereka yang memiliki kekuatan bakat mampu bertahan, selebihnya punah. Sangat tidak etis sebuah penelitian yang memiliki tujuan mulia yaitu untuk menekan tindak criminal pembunuhan dilakukan dengan cara menginterfensi manusia dengan cara yang tidak berperikemanusiaan.

Solusi permasalahan adalah dengan mengembalikan sebuah penelitian apapun bentuknya pada kaidah penelitian yang ada , menegakkan prinsip penelitian dengan tegas.

Precrime adalah sebuah penelitian yang sama sekali tidak memperhatikan kaidah etika penelitian.

Yang dapat diambil dari film ini adalah penelitian merupakan suatu upaya mencari kebenaran secara ilmiah, tak terlepas dari adanya berbagai kekurangan dalam penelitian tersebut, fakta ini hendaknya tidak ditutupi agar dapat dilakukan upaya penggalian lebih lanjut demi diperolehnya suatu kebenaran.

Picture of rahmi ayu budi amalia
Re: Analisis Metopen
by rahmi ayu budi amalia - Thursday, 22 March 2012, 01:48 AM
 

Dalam film minority report, diceritakan digambarkan tahun 2054 Amerika menjadi tempat yang paling aman krn kehadiran department of Pre-Crime, sebuah kesatuan elit oleh tiga orang unt melihat masa depan. dengan kemampuan ini, mereka bisa menangkap siapa saja yang berniat jahat sebelum orang ini melakukan kejahatan. Departemen ini sangat efektif dalam mencegah kejahatan. Pimpinan kesatuan ini adalah Burgess (Max von Sydow), dengan tangan kanan detektif John Anderton (Tom Cruise) dan Agatha (Samantha Morton).

-          Positif nya : modern, menginspirasi unt melakukan sesuatu membuat berpikir logis, peneliti tidak pantang menyerah, peneliti ulet.membuat berpikir kritis dan mencoba unt menganalisis.

-          Negatifnya : melangkahi takdir agama, melanggar agama, melanggar etika penelitian, memanfaatkan kelemahan org lain unt penelitian,tdk manusiawi dan melanggar privasi,

Picture of maryam jamilah
Re: Analisis Metopen
by maryam jamilah - Thursday, 22 March 2012, 07:09 AM
 
film minority report yang berkisah tentang suatu penemuan masa depan, dmana terdapat para precog yang dapat meramalkan pembunuhan, sehingga departemen precrime didirikan untuk mencegah pembunuhan tersebut. penemuan- penemuan dalam film ini cukup memiliki 'daya khayal' yang tinggi, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat kecanggihan-kecanggihan yang ada di film tersebut menjadu kenyataan,, seperti 'manusia pergi kebulan'.

penemuan-penemuan dalam film tersebut, khususnya terkait dengan pra precog, menurut saya melanggar etika, menghalalkan segala cara. precrime didirikan untuk mencegah pembunuhan, akan tetapi pembentukannya juga dengan melakukan pembunuhan, yaitu Anne. selain itu, para precog terus diberi obat agar bisa melihat masa depan. hal itu melanggar etika, karen precog adalah manusia. mereka terus di cekoki agar bermimpi buruk, seperti yang dikeluhkan oleh precog wanita, bahwa ia merasa 'lelah', terkait terus menerus melihat pembunuhan.

selain itu sang kakek yang mendirikan precog juga membunuh orang/polisi yang berhasil mengetahui rahasia pembunuhan anne. sangat disesalkan karena precog tidak meramalkan pembunuhan polisi pintar tersebut.
Picture of windi kisdianata
Re: Analisis Metopen
by windi kisdianata - Thursday, 22 March 2012, 08:33 AM
 

Windi Kisdianata

20111030062

Film minority report memberikan cerita yang berlatar belakang kejadian di Amerika, Washington D.C. tahun 2054, telah dibentuk departemen yang dinamakan Precrime dimana mereka memiliki wewenang untuk menangkap dan memenjarakan orang-orang yang telah diprediksikan melakukan pembunuhan. Maksudnya adalah walaupun pembunuhan itu sendiri belum terjadi, namun petugas Precrime dapat mengintervensinya dengan menyergap orang-orang tersebut pada detik-detik saat pembunuhan itu akan terjadi, kemudian mengadili dan memenjarakan si ‘pelaku’ pembunuhan.

Untuk dapat melihat masa depan, Precrime menciptakan program berteknologi tinggi yang dijalankan berdasarkan atas informasi yang didapat dari penglihatan 3 orang paranormal, yang terdiri dari 1 pasang kembar laki-laki dan seorang perempuan, yang ditempatkan dalam suatu ruang khusus dan dibuat agar selalu tertidur dalam rendaman air. Mereka disebut Precogs, kependekan dari precognitive thinkers. Precogs tersebut adalah orang-orang yang memiliki kemampuan lebih, lazim dikenal dengan sebutan psychic atau cenayang. Dalam tidurnya mereka diberi penglihatan akan potongan-potongan gambar (seperti video slide) kejadian masa depan, terutama dalam hal ini adalah pembunuhan, dan pada kepala mereka dipasang alat-alat khusus yang dihubungkan ke komputer teknologi tinggi milik Precrime agar dapat memvisualisasikan penglihatan mereka dalam bentuk 3D atau tiga dimensi, diproyeksikan lalu merekamnya dalam suatu alat canggih yang berbentuk disc terbuat dari kaca tembus pandang.

Mannfaat yang dapat kita ambil dalam film minority report ini adalah:

1. Sebagai peneliti kita menyimpulkan sesuatu berdasarkan fakta yang telah diteliti atau dibuktikan. Seperti film tersebut, tidak dibenarkan menangkap seseorang hanya berdasarkan potongan-potongan gambar kejadian masa depan, dan belum tentu kebenarannya.

2. Dalam membuktikan suatu permasalahan, sebagai peneliti diharap tidak kenal lelah. Di film ini adalah dimana John Anderton menemukan visualisasi dirinya melakukan pembunuhan yang akan terjadi di masa depan, padahal dirinya sendiri tidak mengenal orang yang akan dibunuhnya itu. Dia ingin membuktikan bahwa visualisasi oleh precog tidak benar. Dia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

3. Pemilihan objek penelitian juga harus diperhatikan, menghormati hak dan privasi subjek. Film ini menjadikan 3 manusia sebagai penelitian. Dan mereka diharuskan memposisikan diri selalu siap berpikir memvisualisasikan gambaran masa depan mereka. Ini sangat tidak etis, karena melanggar hak-hak mereka untuk hidup bebas. Hal ini juga diperkuat pernyataan precog (aghata) yang merasa lelah di akhir cerita.

4. Peneliti harus dapat berfikir jernih, dalam pengambilan keputusan/kesimpulan tidak dipaksakan. Contoh dalam filem ini pada saat John Anderton akan menembak orang yang tidak dia kenal, namun masih dapat berfikir jernih bahwa masih ada hak terdakwa untuk membela diri. Walaupun akirnya tertembak, namun karn terpaksa.

Picture of catur ilmiwaty
Re: Analisis Metopen
by catur ilmiwaty - Thursday, 22 March 2012, 11:49 AM
 

Catur Ilmiwaty

Permasalahan.

Film minority report, film tahun 2054 di KOTA DC. Film yang bercerita tentang proyek teknologi canggih precrime, proyek untuk menggagalkan pembunuhan dikarenakan di negara tersebut banyak terjadi kasus pembunuhan. 3 precog sebagai subjek peneliti meramalkan akan terjadinya pembunuhan kemudian terekam sehingga upaya pembunuhan tersebut dapat di cegah.

Analisis :

Dalam film Minority report, yang menjadi subjek penelitian adalah 3 pre-cog yaitu 3 orang manusia. Dalam etika penelitian subjek penelitian manusia harus mempertimbangkan informed consent dikarenakan berhubungan kemanfaatan , kerahasiaan dan juga resiko dari penelitian tersebut. Perlakuan pada subjek penelitian pun tidak memanusiakan manusia.

Penelitian yaitu mencari kebenaran dari teori dan kenyataan, mencari solusi dari permasalahan. aspek validitas dalam satu penelitian juga tidak terlepas dari beberapa kelemahan, sehingga aspek kelemahan juga harus menjadi perhatian. Tetapi dalam film ini, peneliti sudah mengetahui kelemahan tetapi menutupi kelemahan tersebut dengan berbagai cara, sehingga terjadi kesalahan di dalam proses penggunaan tekhnologi tersebut.

Picture of andy bagus laksana s
Re: Analisis Metopen
by andy bagus laksana s - Thursday, 22 March 2012, 04:34 PM
 

Manfaat yang dapat kita ambil dari film Minority Report berkaitan dengan etika penelitian yaitu

Menghormati harkat dan martabat manusia
peneliti harus mempertimbangkan tindakan yang terkait dengan prinsip menghormati harkat dan martabat manusia. Dengan penjelasan manfaat yang akan didapatkan, penjelasan manfaat peneliti, penjelasan kemungkinan risiko,jaminan kerahasiaan.

Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian. Bahwa setiap orang memiliki hak privasi dan kebebasan individu sehingga peneliti tidak boleh menampilkan informasi mengenai identitas subyek dalam kuesioner untuk menjaga anonimitas dan kerahasiaan identitas subyek gunakan inisial atau pengkodean sebagai pengganti identitas subyek penelitian.

Keadilan dan inklusivitas. Keadilan atau keterbukaan.oleh karenanya, penelitian dilakukan secara jujur, hati-hati, profesional, berperikemanusiaan, dan memperhatikan faktor-faktor ketepatan, kecermatan, psikologis serta perasaan subyek penelitian.

Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan. Penelitian sesuai dengan prosedur penelitian agar mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi subyek penelitian dan meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek. Jika penelitian berpotensi cedera atau stres tambahan maka subyek dikeluarkan dari penelitian untuk mencegah terjadinya cedera, stres, maupun kematian subyek penelitian.

Picture of lilis rohayati
Re: Analisis Metopen
by lilis rohayati - Friday, 23 March 2012, 10:39 AM
 
lilis rohayati (20111030044)

Film minority report berkisah tentang cerita pada tahun 2054, Precrimes, salah satu departemen kepolisian di US yang bertugas menghentikan tindak kejahatan sebelum kejadian. Sejak mulai beroperasi, Precrime telah menghentikan berbagai tindak pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan berbagai tindak criminal lainnya (sebelum peristiwa itu terjadi). Masyarakat US-pun memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja Precrime.Precrime bekerja dengan bantuan Precog, tiga orang yang memiliki kemampuan khusus untuk memberikan Minority Report, laporan sebelum terjadinya tindak kriminal.

Pelajaran – pelajaran yang dapat diambil dari film ini adalah:

1. Bahwasannya kebenaran dalam suatu penelitian itu harus dicari dengan sebaik – baiknya  semaksimal mungkin, tidak hanya mengandalkan satu atau dua hipotesa saja, perlu adanya percobaan berulang untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik. (hal positif dalam film tersebut)

2. Memperlakukan objek penelitian harus sesuai dengan etika penelitian yang ada. Apalagi objek penelitian yang digunakan adalah manusia, harus tetap diperhatikan apakah intervensi dari penelitian tersebut dapat merusak atau merugikan dan melanggar HAM itu sendiri. (Hal negative dalam film tersebut)


Picture of Lara Pradilla Rose
Re: Analisis Metopen
by Lara Pradilla Rose - Tuesday, 3 April 2012, 10:55 PM
 
Analisis metopen
Picture of cicik indah pahlawati
Re: Analisis Metopen
by cicik indah pahlawati - Sunday, 29 July 2012, 08:31 AM
 

Film "Minority report" ini bercerita tentang tahun 2054 Amerika menjadi tempat yang paling aman. Ini berkat kehadiran Department of Pre-Crime, sebuah kesatuan elit yang diawaki oleh tiga orang berkemampuan melihat masa depan. Dengan kemampuan ini, mereka bisa menangkap siapa saja yang berniat jahat sebelum orang ini melakukan kejahatan. Film ini cukup menarik karena di dalamnya termaksud kandungan bahwa dalam mencapai suatu tujuan harus sungguh - sungguh dalam meneliti. Departemen ini sangat efektif dalam mencegah kejahatan sampai suatu ketika kesatuan elit ini kena batunya!

Intinya adalah dengan bersungguh-sungguh, kerja keras,serta tidak mengabaikan aspek etika dan nilai-nilai yang ada sehingga penelitian tersebut dapat sesuai dengan tujuan dan berguna bagi seluruh aspek kehidupan.


Cicik Indah Pahlawati

20111030030