Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Arlina Dewi, dr. M.Kes.
Pengantar Patient Safety
by Arlina Dewi, dr. M.Kes. - Thursday, 9 February 2012, 07:03 PM
 
Silahkan download dan baca artikel yang saya lampirkan
Coba Anda menuliskan pengalaman 1 insiden Keselamatan Pasien yang pernah Anda lakukan atau Anda lihat, baik itu KNC atau KTD

Picture of Dewanto Suryoningrat, S.Ked
Re: Pengantar Patient Safety
by Dewanto Suryoningrat, S.Ked - Thursday, 9 February 2012, 07:25 PM
 
kita tulis pengalamannya disini dok?atau kami tulis dalam bentuk word trus upload disini?
Picture of Arif Hadianto
Re: Pengantar Patient Safety
by Arif Hadianto - Thursday, 9 February 2012, 08:06 PM
 
langsung ditulis disini saja
Picture of Arlina Dewi, dr. M.Kes.
Re: Pengantar Patient Safety
by Arlina Dewi, dr. M.Kes. - Friday, 19 July 2013, 02:54 PM
 
Ditulis langsung disini
Picture of Gilang Pambudi
Re: Pengantar Patient Safety
by Gilang Pambudi - Thursday, 9 February 2012, 08:00 PM
 
ini dok pengalaman saya, dalam bentuk word ya dok, terima kasih.....
Picture of Srikaton Kantiani
Re: Pengantar Patient Safety
by Srikaton Kantiani - Thursday, 9 February 2012, 08:31 PM
 
di RS 'X'yang pertama kali pasien kunjungi, pasien mendapat ATS gak?
menurut saya tindakan debridement yang tidak maksimal (tidak bersih)pada pasien tersebut merupakan penyebab dari penyakit yang pasien derita sekarang (tetanus).
hal ini tidak bisa dianggap remeh walaupun hanya tindakan sederhana (debridemen) tetapi jika tidak dilakukan secara maksimal dan sesuai prosedur malah justru akan mencederai pasien dan bukan hanya pasien saja yang dirugikan tetapi tenaga kesehatan bahkan nama RS akan tercoreng,tidak dipercaya pasien,pasien akan enggan berobat ke RS dan berimbas pada pendapatan RS. Disamping itu jika pasien merasa dirugikan maka pasien bisa menuntut pihak RS.
Picture of Gilang Pambudi
Re: Pengantar Patient Safety
by Gilang Pambudi - Thursday, 9 February 2012, 08:39 PM
 
di RS sebelum nya os tidak mendapatkan ATS, jangan kan ATS menurut saya vulnus laceratum sepatut nya di debridemen dengan larutan fisiologis sebanyak 1 liter sebelum dilakukan tindakan hecting ahl tersebut untuk mencegah adanya corpus alienum yang tertinggal pada luka tersebut.

yup hal tersebut dapat sangat fatal baik bagi pasien dan pihak rs sendiri, tapi pada kasus ini pasien tidak well educated jadi pasien tidak memiliki inisiatif untuk menuntut di RS x tersebut...
Picture of muallim muallim h
Re: Pengantar Patient Safety
by muallim muallim h - Thursday, 9 February 2012, 08:46 PM
 
Seharusnya sebelum qta menyebut ATS dan penggunaannya, qta harus tw dl apakah pasien tersebut memerlukan ATS or tidak??apa perlu TT??apa tidak perlu dua2 or perlu dua2nya???itu yang lebih ptg.heheheheh
Picture of Gilang Pambudi
Re: Pengantar Patient Safety
by Gilang Pambudi - Thursday, 9 February 2012, 09:01 PM
 
intinya...mari belajar lagi... >.
Picture of Elvan Danurangga
Re: Pengantar Patient Safety
by Elvan Danurangga - Saturday, 11 February 2012, 06:55 AM
 
Sepakat dengan alim bahwa setiap tindakan yang kita lakukan terhadap pasien perlu diketahui indikasinya terlebih dahulu, namun selain mempertimbangkan indikasi medis kita juga perlu mempertimbangkan indikasi non medis misalnya pemilihan dan pemberiaan obat-obatan yang sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dari pasien mengingat tidak semua pasien yang dihadapi adalah orang mampu
Picture of Dewanto Suryoningrat, S.Ked
Re: Pengantar Patient Safety
by Dewanto Suryoningrat, S.Ked - Thursday, 9 February 2012, 08:04 PM
 
Salah satu pengalaman yang saya alami, saat di poli saraf, saat itu poli sedang ramai, lalu ada pasien datang ingin ukur tekanan darah agar bisa diperiksa oleh dokter.

Lalu saat pasien ke meja perawat, lalu pasien dibawa ke ruang periksa, lalu oleh perawat poli, pasien tersebut disuntik ketorolac. Perawat poli mengira pasien tersebut sudah diperiksa oleh dokter dan hendak disuntik, tetapi setelah disuntik, pasien tersebut bilang bahwa belum diperiksa.

untungnya pasien tersebut mendapatkan injeksi ketorolac, sehingga tidak terlalu berakibat fatal injeksi tersebut.

mari berdikusi...
Picture of Roman Roman Diaz
Re: Pengantar Patient Safety
by Roman Roman Diaz - Thursday, 9 February 2012, 08:09 PM
 
hmmmmm..... hal ini cukup berbahaya juga, terutama bila pasien tersebut mengidap asma, seperti yang diketahui ketorolac dapat memicu asma.
Picture of Niken Dwi Setyaningrum
Re: Pengantar Patient Safety
by Niken Dwi Setyaningrum - Thursday, 9 February 2012, 08:12 PM
 
seharusnya walaupun sudah terbiasa mungkin perawat tersebut dalam perihal menghadapi poli yang ramai dan riweh dengan pasien yg banyak dan ingin segera diperiksa dokter,,, harus dikonfirmasikan terlebih dahulu dengan jelas, status pasien dengan pasien yg ada apakah cocok, baru kemudian dilakukan tindakan yg diinstruksikan oleh dokter,,,
walaupun hanya ketorolac tapi tanpa indikasi juga sudah merugikan pasien...

warning sign,, slow but sure laaah... ^^
Picture of Nenden Nenden Kartika Devi
Re: Pengantar Patient Safety
by Nenden Nenden Kartika Devi - Thursday, 9 February 2012, 08:51 PM
 
Yup..betul. Di rs tempat saya koas juga banyak sekali kejadian salah status yang bisa berakibat fatal dan tentu sangat merugikan pasien karena pada saat poli pasien yg datang banyak dan perawat yg ada terbatas dan harus mengurus ini–itu
he
Re: Pengantar Patient Safety
by Muhammad Muhammad Faried Fahda - Thursday, 9 February 2012, 08:16 PM
 
kalo menurut buku yang aku baca setiap obat mempunyai efek samping, apalgi obat injeksi tentunya mempunyai onset yang cepat pula dari pada yang oral,,
tentunya injeksi ketorolak juga mempunyai efek samping yang berbahaya,, terutama pasien pasien yang mempunyai riwayat alergi terutama asma,,.....
apalagi pasien tersebut mau cek TD,maka injeksi ketorolak bukan lagi tidak berakibat fatal tapi kontraindikasi....(pengalaman koas anestesi)
wink
Picture of Naufal  Kurnia R
Re: Pengantar Patient Safety
by Naufal Kurnia R - Thursday, 9 February 2012, 08:17 PM
 
ya berdasarkan buku dan pengalaman selama stase anestesi malah sebaliknya ,dimana merujuk kalimat sodara dewa yg menyatakan "untungnya pasien mendapat inj ketorolak sehingga tidak terlalu berakibat fatal"..
dimana obat intra vena itu jika sudah dimasukkan kedalam darah,akan memiliki efek yg jauh lbh cepat dibandingkan peroral,sehingga jika terjadi kekeliruan sedikit saja,dpt trjadi efek yg sangta fatalpada pasien,,apalgi obat yg telah diinjeksikan tidak dapat ditarik lagi dr peredaran darah...
kesimpulan,pemberian secara intravena HARUS SANGAT WASPADA dalam pemberiannya
Picture of Dewanto Suryoningrat, S.Ked
Re: Pengantar Patient Safety
by Dewanto Suryoningrat, S.Ked - Thursday, 9 February 2012, 08:20 PM
 
@niken n diaz: yup, dari pengalaman tersebut aku jadi belajar pengalaman banget, bahwa komunikasi menjadi kunci penting disegala bidang...lebih baik crosscheck
Picture of Dewanto Suryoningrat, S.Ked
Re: Pengantar Patient Safety
by Dewanto Suryoningrat, S.Ked - Thursday, 9 February 2012, 08:22 PM
 
@fafa n naufal: sip gan, thx koreksi nya.
Picture of m  zakky
Re: Pengantar Patient Safety
by m zakky - Thursday, 9 February 2012, 08:25 PM
 
saya juga pernah memiliki pengalaman yang hampir serupa , namun pada pengalaman saya dimana pasien telah di periksakan oleh dokter jaga dan pasien tersebut diberikan injeksi ketorolac dan setelah beberapa saat kemudian pasien tersebut mengalami reaksi anafilaktoid
Picture of Niken Dwi Setyaningrum
Re: Pengantar Patient Safety
by Niken Dwi Setyaningrum - Thursday, 9 February 2012, 08:27 PM
 
wiiii terus gimana itu bang jak pasiennya akhirnya??
Picture of m  zakky
Re: Pengantar Patient Safety
by m zakky - Thursday, 9 February 2012, 08:48 PM
 
untungnya pasiennya g sampe jatuh syok.
Picture of Ratih Ratih Dwi Octaria
Re: Pengantar Patient Safety
by Ratih Ratih Dwi Octaria - Thursday, 9 February 2012, 08:47 PM
 
@zakky : pentingnya sebagai dokter kita rus tetap menanyakan ada tidaknya alergi obat pada pasien, karna pasien yg alergi bila terpapar oleh obat yg dapat memicu alergi, dapat membahayakan pasien shingga bisa terjado syok anafilaktoid
Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety
by Mugi Restiana Utami - Thursday, 9 February 2012, 10:05 PM
 
seperti kata dr. arlina, jangan menyalahkan 1 pihak saja. hehe
kalo saya melihat disini, alur dari saat pasien di vital sign kemudian diperiksa, dll mungkin masih semrawut. banyak faktor si yang harus dicermati, mungkin karena jumlah pasien poli yang tidak diimbangi dengan tenaga medis/non medis yang menangani sehingga terjadi missed communication antara pasien, perawat tersebut, dan dokter.

Untuk masalah injeksi ketorolac, cukup fatal juga jika setiap pasien diinjeksi ketorolac, karena dari teori (pengalaman uda lewat stase anestesi nih, hehe) adalah salah satu obat yang bisa memicu rx anafilaksis. jadi perlu ditanyakan riwayat alergi/asma. biasanya klo di anestesi, diganti dengan tramadol smile
Picture of Ryanti Ryanti Primandani Putri
Re: Pengantar Patient Safety
by Ryanti Ryanti Primandani Putri - Thursday, 9 February 2012, 08:09 PM
 
assalamualaikum wr... wb...
salah satu insiden yang pernah saya lakukan adalah ketika akan memberikan obat antibiotik melalui jalur infus tanpa dilakukan skin test sebelumnya, dengan kondisi pasien memiliki riwayat unstable angina....



Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety
by Mugi Restiana Utami - Thursday, 9 February 2012, 10:08 PM
 
menurut saya, skin test diperlukan untuk setiap pasien. karena itu kn salah satu preventif terjadinya syok anafilaktif.
mudah2an jadi pengalaman sehingga kita tidak kelupaan lagi smile
Picture of Ryanti Ryanti Primandani Putri
Re: Pengantar Patient Safety
by Ryanti Ryanti Primandani Putri - Wednesday, 15 February 2012, 01:22 PM
 
hehehehe
iyah mbak aturanya kemaren juga begitu kadang kita sering salah pasien kebetulan dengan nama pasien yang sama dan ruangannya berdekatan...
tapi lahamdulillah dengan monitor yang terus - menerus pasiennya tidak mengalami syock... smile
Picture of Elvan Danurangga
Re: Pengantar Patient Safety
by Elvan Danurangga - Saturday, 11 February 2012, 06:26 AM
 
Menurut saya skin tes selain digunakan sebagai tindakan preventif kepada pasien juga bisa digunakan sebagai tameng kita jika suatu saat nanti ada tuntunan hukum dari pasien,karena kita bisa menggunakannya sebagai landasan pembelaan dimana kita sudah bertindak sesuai prosedur yang ada
Picture of Saidatul Saidatul Hayati
Re: Pengantar Patient Safety
by Saidatul Saidatul Hayati - Thursday, 9 February 2012, 08:16 PM
 
saya pernah melihat pasien poli THT yang setelah diambil serumennya pasien mengeluh agak pusing, dan terlihat pucat. Setelah dilakukan pengecekan nadi, nadi pasien tidak teraba. pasien segera diposisikan telentang dan diberi alkohol untuk merangsang indra penciuman.
ini termasuk KTD yang tidak dapat dicegah bukan ya?
karena seperti diketahui jika pengambilan serumen telinga itu sendiri sangat beresiko untuk mengenai nervus vagus pasien.
mungkin jika tindakan dilakukan lebih hati-hati kejadian tersebut bisa saja tidak terjadi. tapi kadang kita sudah "merasa" hati-hati kejadian tersebut tetap tidak dapat dihindari
he
Re: Pengantar Patient Safety
by Muhammad Muhammad Faried Fahda - Thursday, 9 February 2012, 08:24 PM
 
kalo KTD ato bukan si menurutku itu bukan KTD,,,
karena dokter spesialis pasti juga sudah mengerti bahwasannya pengambilan serumen khususnya di telinga sangat berhubungan dengan nervus vagus,,,, dan efeknya juga seperti yang anda sebutkan.,.,.,
jadi kata residennya sih kita bisa melakukan evakuasi serumen tanpa menimbulkan komplikasi jika kita mengarahkan alatnya dengan benar,.,.,,
so kejadian tersebut dapat kita hindari.,.,.,hehehe
toh dokternya juga mengamankan pasien dengan cara membuat pasien tidur nyaman untuk mengembalikan ke keadaan semula
 
Picture of Saidatul Saidatul Hayati
Re: Pengantar Patient Safety
by Saidatul Saidatul Hayati - Thursday, 9 February 2012, 08:35 PM
 
tapi pernah juga melihat spesialisnya sendiri yang melakukan tindakan dan pasiennya juga mengeluh yang sama dan diamankan dengan cara yang sama. berarti spesialis jg kadang tidak dapat menghindari kejadian ini.
knp dikatakan bukan KTD? (bingung pembedaannya). bukannya kejadian ini termasuk dalam kondisi syok ya?
Picture of Fatimah Fayantini
Re: Pengantar Patient Safety IDA n FAFA
by Fatimah Fayantini - Thursday, 9 February 2012, 08:33 PM
 
bener kata fafa ..masalah nervus vagus yg terangsang tergantung cara menempatkan alat di telinga pasien. kecuali mmg korpal atau serumen yg mau diambil terlalu dalem posisinya di telinga pasien.
jd sbenernya bs dcegah ... =)
Picture of Saidatul Saidatul Hayati
Re: Pengantar Patient Safety IDA n FAFA
by Saidatul Saidatul Hayati - Thursday, 9 February 2012, 08:37 PM
 
brarti ini ga masuk KTD ya ma? apa KTD tp dapat dicegah?
Picture of Fatimah Fayantini
Re: Pengantar Patient Safety IDA n FAFA
by Fatimah Fayantini - Thursday, 9 February 2012, 08:50 PM
 
klo mnurutku dpat dcegah idaa... trgantung kasus, klo kayak yg kjadian itu sbenernya dpat dhindari klo emang korpal ato serumennya ga dalem tempatnya, nah klo tempatnya dalem emang vagal reflect tu jd suatu efek yg bisa terjadi, jd harus ada persiapan bwt nyegah keadaan yg fatal dr vagal reflect kayak hipotensi yg klo ga diatasi bs smpe syok. gituu..
Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety
by Mugi Restiana Utami - Thursday, 9 February 2012, 08:29 PM
 
Pengalaman saya di stase anak, ada pasien kiriman dari UGD dengan kejang. Saya melakukan anamnesis dengan orang tua pasien (alloanamnesis), didapatkan bahwa pasien tersebut mengalami kejang yang berulang yaitu setiap 10-20 menit. Saat kejang, pasien masih bisa diajak ngobrol, masih sadar. Saya merasa ada yang janggal dari kasus tersebut. Dari status pasien, dokter jaga memberikan diazepam perrectal. jadi pada pasien tersebut, diazepam diberikan setiap 5 menit. akhirnya pasien tersebut dirawatinapkan.
Keesokan harinya, saat dokter spesialis anak melakukan visite, ternyata pasien tersebut BUKAN mengalami kejang demam tetapi gerakan Chorea (akibat kelainan UMN), padahal anak tersebut telah diberikan diazepam beberapa kali (tidak sesuai dengan penatalaksanaan kejang demam).

Akhirnya pasien tersebut dirujuk ke RSUP Sardjito.

yang harus dicermati disini, misal memang ternyata pasien tersebut menderita kejang demam, pemberian diazepam pada kasus ini tidak sesuai. bagaimana efek sampingnya pada anak tersebut?Selain itu, gerakan korea pada pasien ternyata jelas berbeda dengan kejang...
Picture of Gilang Pambudi
Re: Pengantar Patient Safety
by Gilang Pambudi - Thursday, 9 February 2012, 08:58 PM
 
mari kita perbanyak DD kita... smile
Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety
by Mugi Restiana Utami - Thursday, 9 February 2012, 08:59 PM
 
setujuu!! smile
dan harus jeli lagi liat pasien...kejang apa nggak tuuu
Picture of Wahyu Rudi Hermawan
Re: Pengantar Patient Safety
by Wahyu Rudi Hermawan - Thursday, 9 February 2012, 08:21 PM
 
Assalamu'alaikum Wr Wb...
pengalaman saya disaat stase anak kemarin drs, ada seorang anak kecil kondisinya sudah cukup parah apnea trus petugas medis disitu : dokter dan perawat menyarankan pasien tersebut segera mendapatkan perawatan yg intensif, tetapi diwaktu itu ICU penuh, nah yg saya bingungkan kenapa gak ada kebijakan dr rs untuk merujuk kerumah sakit lain yg memiliki ICU yg kosong.

Picture of Ryanti Ryanti Primandani Putri
Re: Pengantar Patient Safety
by Ryanti Ryanti Primandani Putri - Thursday, 9 February 2012, 08:33 PM
 
alasannya harus dilangsung dibawa ke icu ???
mungkin sebaiknya ditangani dengan tindakan primer dulu sampai kondisi stabil,,,,
karna kalau dirujuk ke rs yang lain sebelum pasiennya stabil akan lebih berbahaya mungkin....
Picture of Wahyu Rudi Hermawan
Re: Pengantar Patient Safety
by Wahyu Rudi Hermawan - Thursday, 9 February 2012, 08:37 PM
 
ya kan butuh monitoring khusus...
dan dibangsal itu kan peralatan terbatas,
dari jam 9 pagi sampai jam 4 perawat dan dokter muda cuma fokus mengurus pasien tersebut, padahal dbangsal itu kan bukan cuma pasien itu,
coba kalau ada kebijakan dirujuk, mungkin bisa ditangani lebih lanjut, dan pasien yang dibangsal gak tertelantarkan,
Picture of Ryanti Ryanti Primandani Putri
Re: Pengantar Patient Safety
by Ryanti Ryanti Primandani Putri - Thursday, 9 February 2012, 09:03 PM
 
mungkin bisa kita inget lagi materi ppgd yang pernah kita pelajari kalau ada pasien gawat darurat maka harus ditangani ditempat itu juga, dan kalau dibangsal alatnya yang kurang memadai mungkin bisa dijadikan rekomendasi untuk perlengkapan alat,,,
dan soal dengan pasien yang lain terlantar...
intinya setiap pasien akan mendapatkan pelayanan yang terbaik tapi didahulukan yang gawat....

"ngutip.com"
hehehhe
Picture of Saidatul Saidatul Hayati
Re: Pengantar Patient Safety
by Saidatul Saidatul Hayati - Thursday, 9 February 2012, 08:44 PM
 
setuju sama semua deh
memang siy sebaiknya mmg harus tetap di rujuk ke tempat lain yang bisa menangani dg lebih lanjut sesegera mungkin.
tapi bener juga, kalo pasien dirujuk dalam kondisi tidak stabil bs saja membahayakan pasien. karna kadang mobilisasi tertentu untuk penyakit tertentu jg dapat membayakan pasien. apalagi jika perlengkapan utk life support di dlm ambulance tidak memadai
jd menurut saya memang harus dirujuk sesegera mungkin tp tetep dengan mempertimbangkan kondisi pasien terlebih dahulu, apakah memungkinkan utk dilakukan mobilisasi atau pemindahan dengan perlengkapan yang memadai
Picture of m  zakky
Re: Pengantar Patient Safety
by m zakky - Thursday, 9 February 2012, 08:35 PM
 
Berdasarkan pengalaman saya, pada kasus seperti ini memang tidak memungkinkan pasien untuk dirujuk karena untuk merujuk pasien memang memiliki ketentuan tertentu yang dimana salah satunya dalam kondisi pasien yang tidak stabil apalagi apnea sebelum di rujuk, pasien tersebut harus distabilkan terlebih dahulu baru dapat dirujuk
Picture of Niken Dwi Setyaningrum
Re: Pengantar Patient Safety
by Niken Dwi Setyaningrum - Thursday, 9 February 2012, 08:38 PM
 
mungkin kebijakan merujuk pasien itu ada, tapi ada beberapa hal yg mengkondisikan pasien tidak bisa dirujuk segera, salah satunya faktor keluarga, mungkin keluarga terpatok ekonomi karena rs yg bisa harus bayar,,
ya paling tidak dr pihak rs memberikan terapi atau tindakan yang sesuai dan membantu kondisi pasien membaik..
GIKU
Re: Pengantar Patient Safety
by Anggi Nvd Anggraini - Thursday, 9 February 2012, 10:46 PM
 
setuju ama yg lain... sebelum dilakukan rujukan harus dilihat juga kondisi kliennya, apakah sudah memungkinkan untuk dilakukan rujukan atau belum, ex : kondisi klien dsb. karena kalau dirujuk segera tanpa melihat kondisi klien atau hanya mementingkan tindakan cepat mungkin KTD malah akan terjadi.
Picture of Dani  Dani Sahirul Alim
Re: Pengantar Patient Safety
by Dani Dani Sahirul Alim - Thursday, 9 February 2012, 08:24 PM
 
assalamualaikum wr.wb..
pengalaman yang berhubungan dengan patient safety yang pernah saya alami:
setting bangsal di rumah sakit home base saya adalah rumah sakit dengan 2 lantai. lantai 1 digunakan sebagai bangsal utama, sedangkan lantai 2 digunakan sebagai bangsal anak. suatu ketika salah seorang pasien di bangsal utama keluar dari kamarnya dan duduk di teras depan kamarnya, sedang di lantai atasnya ada pasien anak yang tengah minum susu dari sebuah gelas. sang anak kemudian menjatuhkan gelas tersebut dan jatuh kelantai 1 dimana pasien utama dibawahnya tengah duduk..pasien dikelas utama tersebut mengalami luka pada bagian kepala yang cukup berat,kehilangan cukup banyak darah, dan harus di hecting cukup banyak.setelah diselidiki, ternyata tidak terdapat atap yang menjorok sebagai pemisah antara lantai 1 dan lantai2 pada area depan kamar pasien utama tersebut_sehingga benda yang jatuh dari atasnya akan sangat riskan untuk langsung jatuh mengenai orang dibawahnya..hehe
he
Re: Pengantar Patient Safety
by Muhammad Muhammad Faried Fahda - Thursday, 9 February 2012, 08:37 PM
 
ini masalah yang serius menurutku dimana harusnya pihak pengelola RS tidak hanya mementingkan banyaknya pasien yang mondok di RS tersebut,,,..
tetapi juga harus mementingkan keselamtan pasien maupun pengunjung pasien
apalagi RS itu swasta.,..,,
jadi keselamatan bukan dari alat2 kedokteran yang dipake melainkan juga struktur bangunan juga harus diperhatikan
 
Picture of Fatimah Fayantini
Re: Pengantar Patient Safety
by Fatimah Fayantini - Thursday, 9 February 2012, 08:25 PM
 
Kejadian yg pernah saya lihat dan saya anggap berisiko terhadap keselamatan pasien adalah penggunaan alat-alat bedah untuk pembedahan (operasi) yang tidak sekali pakai. Maksudnya di sini adalah setelah operasi pertama alat yang telah kotor dan notabene bisa saja infeksius digunakan kembali untuk operasi berikutnya pada pasien lain. Alat ini hanya dibersihkan dengan menggunakan alkohol dan larutan povidon iodine, tanpa mengalami proses sterilisasi yang seharusnya (dengan pemanasan suhu tinggi). Menurut saya walaupun kedua komponen tadi, yaitu alkohol dan larutan povidon iodine merupakan larutan antiseptik yang dapat mensuci hamakan alat, hal tersebut kuranglah tepat karena beberapa mikroba baik virus, bakteri atau jamur ada yang resisten terhadap penyuci hamaan seperti di atas. Dengan penyucian menggunakan larutan savlon atau desinfektan dan sterilisasi dengan pemanasan suhu tinggi dapat memperkecil semaksimal mungkin kemungkinan terkontaminasinya alat yang akan digunakan sebagai instrument pembedahan itu. Tanpa sterilisasi yang baik, maka hazard atau resiko pasien pembedahan untuk mengalami kontaminasi luka bahkan infeksi serius dapat terjadi. Dan bagi saya penting untuk dibuat peraturan untuk masalah sterilitas alat pembedahan juga penyuluhan pada tenaga kesehatan yang berkaitan agar mereka sadar terhadap pentingnya keselamatan pasien melalui pemakaian instrument yang steril.
Picture of Saidatul Saidatul Hayati
Re: Pengantar Patient Safety
by Saidatul Saidatul Hayati - Thursday, 9 February 2012, 08:46 PM
 
pernah juga liat dokter yang tidak mencuci tangan lebih dulu langsung pake handscon utk operasi
Picture of Niken Dwi Setyaningrum
Re: Pengantar Patient Safety
by Niken Dwi Setyaningrum - Thursday, 9 February 2012, 08:56 PM
 
harusnya emang sesuai dengan prosedur, 1 ruang juga ada batas maksimal jumlah operasi yang dilakukan,, ya mungkin karena pada kenyataan di lapangan beberapa hal lebih menjadi prioritas dibandingkan dengan prosedur yg harus diterapkan...

Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety
by Mugi Restiana Utami - Thursday, 9 February 2012, 10:18 PM
 
keterbatasan sarana mungkin menjadi penghambat untuk pemakaian instrument yang steril. misalnya, di RS tempat saya koas, poli bedah, obsgyn, tht, dan mata harus "antri"untuk mensterilkan peralatannya.
Picture of Niken Dwi Setyaningrum
Re: Pengantar Patient Safety
by Niken Dwi Setyaningrum - Thursday, 9 February 2012, 08:25 PM
 
kasus yg pernah saya dapat, saat di bagian obsgyn,, pasien G1P0A0 datang bjdp (belum jelas dalam persalinan) dengan polihidramnion, dimana resiko janin mengalami fetal distress dan seharusnya dilakukan CTG untuk memonitor kondisi janin melalui denyut jantung janin, tapi tidak dilakukan. kemudian terjadi "miss djj", dimana djj janin tidak ada 1 jam setelah pemeriksaan djj terakhir. hal ini mengakibatkan fetal death sehingga ibu dan keluarga kehilangan anak pertama mereka yang diharap-harapkan dalam kandungan.

mungkin ini sepenuhnya tidak kesalahan tenaga kesehatan semata, tp kalo lebih cermat dan jeli dengan keadaan pasien apalagi dengan resiko tinggi seperti kasus tersebut yg akhirna menimbulkan kerugian besar bagi pasien. tenaga kesehatan yang ada sebaiknya lebih aware dengan kondisi pasien.

gimaanaa tuuh??
^_^
Re: Pengantar Patient Safety
by Barii Hafidh Pramono - Thursday, 9 February 2012, 08:37 PM
 
ini mungkin pengalaman saya pada saat menjalani stase bedah beberapa waktu yang lalu.

Pada saat saya stase bedah, dilakukan operasi ganglion poplitea di bagian area klavikula di ruang OK kurang lebih 6 jahitan. pada mulanya tidak ada permasalahan dari pre operasi hingga operasi selesai. namun, pada keesokan harinya, pasien harus menjalani operasi lagi, dikarenakan jahitannya tidak rapat, sehingga membuat rembesan perdarahan yang cukup banyak. sehingga pasien diharuskan operasi ulang untuk memperbaiki jahitannya agar tidak merembes perdarahan lagi.

hal ini mungkin bisa diambil pembelajaran bahwasanya ketika operasi sudah hampir selesai, tinggal menjahit kulit, seharusnya tetap kita perhatikan dengan seksama dan semoga tidak terulang kembali.
Picture of Aria Pratama Surya Anggara
Re: Pengantar Patient Safety
by Aria Pratama Surya Anggara - Thursday, 9 February 2012, 08:27 PM
 
Saat bertugas di emergency room, datang os laki-laki umur 3,5 tahun dengan keluhan kejang 2 kali sebelumnya dan muntah beberapa kalo. os juga tidak mau makan sejak 4 hari smrs.tampak lemah, nadi cepat tapi lemah, kesadaran menurun, akral dingin, turgor kulit

Kemudian segera saya guyur cairan elektrolit dan sambil saya periksa head to toe. agak sulit karena pasien tidak sadar. kemudian mendapat terapi kejang dan cairan serta dipersiapkan mondok bangsal. dokter jaga mendiagnosis dengan observasi vomitus.

Ternyata setelah 6 jam dibangsal pasien kejang lagi dan meninggal dunia.

Kesalahan saat kejadian tersebut adalah kurangnya menggali riwayat pasien dan kurang telitinya men-assesment. ternyata setelah dilacak, os ternyata dgn riwayat cerebral palsy mengalami syok et causa meningoencephalitis. juga kurangnya informasi dan komunikasi dengan dokter jaga sehingga diagnosis tidak tepat dan tindakan tidak tepat sasaran.

*terima kritik dan saran serta diskusi smile
Picture of Fatimah Fayantini
Re: Pengantar Patient Safety ARYA
by Fatimah Fayantini - Thursday, 9 February 2012, 08:39 PM
 
kasusnya arya fatal yak.. berarti dokter garda depannya kurang menggali lg riwayat pasien, n kurang aware dgn kegawatan apa sj yg mungkin terjadi.. tp ya',itu hasil laboratnya udah dipriksa blm sm dokternya?
Picture of Aria Pratama Surya Anggara
Re: Pengantar Patient Safety ARYA
by Aria Pratama Surya Anggara - Thursday, 9 February 2012, 10:42 PM
 
iya mbak ima... kurang aware dgn kegawatannya juga bisa disebabkan karena kurang fokusnya mendahulukan dan memilih kegawatdaruratannya dikarenakan pada saat yg sama banyak pasien yg belum tertangani dan dokter jaganya hanya satu org.
hasil labnya yg cito gds n elektrolitnya turun.gak tau juga itu jadi pertimbangan atau nggak.
Picture of iim Imram Radne Rimba Putri
Re: Pengantar Patient Safety
by iim Imram Radne Rimba Putri - Thursday, 9 February 2012, 08:27 PM
 
assalamualaikum ibu
ini pengalaman saya saat jaga dibangsal maternitas,
waktu itu bidan disana salah menganter pasien ke ruang VK. seharusnya nganter pasien A untuk segera operasi SC,tetapi malah nganter pasien B yang dengan persalinan normal, yang belum waktunya ke VK.
untung saja segera disadari oleh bidan lainnya waktu akan injeksi pasien B tapi pasiennya tidak ada. sukurlah pasien B belum sempat di lakukan tindakan apapun diruang VK.
itu salah satu pengalaman saya.
wassalam.......
Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety
by Mugi Restiana Utami - Thursday, 9 February 2012, 10:21 PM
 
lagi...komunikasi smile
Hmmmmmmmmmmm...
Re: Pengantar Patient Safety
by Kunto Kunto Budi Santoso - Thursday, 9 February 2012, 08:36 PM
 
Salah satu pengalaman menarik yang pernah saya alami adalah menghadapi pasien Penyakit Dalam yang dirawat di ICU penderita STEMI, dengan tensi 180 / 90, diberikan terapi Aspirin, kemudian terjadi stroke haemorrhagik. Dari dokter syaraf mengatakan penyebab stroke hemmorhagiknyaadalah pemberian aspirin pada pasien tersebut, TD sistolik yang mencapai 180 mmHg merupakan kontraindikasi diberikan aspirin. Terjadi KP4 ( Kecelakaan Pada Pertolongan Pertama ) karena human error.Hmmmmm.....
Picture of Saidatul Saidatul Hayati
Re: Pengantar Patient Safety
by Saidatul Saidatul Hayati - Thursday, 9 February 2012, 08:47 PM
 
wewwww
Picture of muallim muallim h
Re: Pengantar Patient Safety
by muallim muallim h - Thursday, 9 February 2012, 08:29 PM
 
Pada waktu itu jaga UGD bersama dokter penanggung jawab, datang seorang pasien diantar polisi.pasien datang dengan memegang leher dan terlihat sangat sesak dan tidak koperatif. pasien langsung diberi oksigen dan dilanjutkan dengan pemberian nebu salbu, tanpa mengetahui apakah pasien mengalami asma bronchial or cardial. setelah mengetahui kesalahan tersebut lgsg saja nebu dihentikan krn pd saat itu pasien jg tidak membaik. Setelah dicek suara jantung dan paru ternyata aman. selang beberapa saat pasien mulai koperatif dan mengatakan telah meminum super pel.hal tersebut berbahaya krn dapat mengancam jiwa pasien.alhamd selamat pasiennya!!!!!!
Picture of Naufal  Kurnia R
Re: Pengantar Patient Safety
by Naufal Kurnia R - Thursday, 9 February 2012, 08:40 PM
 
ya jika melihat dari pengalaman bung alim, mungkin sbgian besar tenaga2 medis(koas2 dll), kebanyakan melakukan tindakan berdasarkan "kebiasaan" ?indonesia raya yg biasa dilakukan, bukan di analisa sebelumny apa sih sakit pasien,bgimana penanganan pertama dll,misal seperti kenapa si diberi aliran O2 kok 2lt/mnt,knpa si pasien prepop hrus op,hal2yang mendasar seperti itu biasanya hanya dilakukan INDONESIA RAYA tanpa tau alasan sebenarnya...
Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety
by Mugi Restiana Utami - Thursday, 9 February 2012, 10:24 PM
 
untung aja..
harusnya dicek dulu dari awal gimana auskultasinya..hehe
memang indonesia raya ya.. smile
Picture of Niken Dwi Setyaningrum
Re: Pengantar Patient Safety
by Niken Dwi Setyaningrum - Tuesday, 14 February 2012, 01:29 PM
 
hahaa,, indonesia raya memang ga asing.. ya setuju sm mugi, selain di auskultasi jg hrs tau rwayat pasien,, pasien dengan cardiomegali misal kalo di nebu justru membahayakn pasiennya,,, bisa2 lewat,, besok kalo qt di garda depan (*IGD) memang hrs tetap jeli dan sepadat apapun kondisinya semoga tidak gegabah menangani pasien,,, ^^
Picture of Lina Nurdalina
Re: Pengantar Patient Safety
by Lina Nurdalina - Thursday, 9 February 2012, 08:32 PM
 
selama 3 stase ini Alhamdulillah saya belum menemukan kasus yang berkaitan dengan "patient safety"..,semua tindakan yang dilakukan selalu memeperhatikan patient safety ,ex: pada perawatan bayi setiap perawat memiliki tanggung jawab hanya memegang 1 bayi selama tindakan untuk mencegah adanya infeksi nosokomial....
Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety
by Mugi Restiana Utami - Monday, 20 February 2012, 11:13 PM
 
waaah...jadi inget waktu di stase anak di perinatal. Konsulennya bilang kalo pemberian susu tidak boleh pake dot/botol susu, sebaiknya dengan sendok saja. pada saat visite, perawatnya mengiyakan.. tapi setelah bebas jam dokter misal pas jaga malam, penggunaan botol susu tetap dilakukan karena "memudahkan" petugas dalam pemberian susu untuk bayi. petugasnya malah enak2an nonton sinetron di ruang jaga.. =.=
Picture of Wahyu Rizky
ibu mau tanya sedikit...
by Wahyu Rizky - Thursday, 9 February 2012, 08:35 PM
 
bismillahirrohmanirrohim

Assalamualaikum wr.wb..

menanggapi tentang keselamatan pasien khususnya di ruang perawatan kelas 3 pasien jamkesmas...

kenapa disetiap tindakan yang baru misal: pemeriksaan lab.. terkadang pemeriksaannya sering ditunda padahal butuh data yang segera untuk menegakkan diagnosa baru...

bagaimana pendapat teman2 jika nanti jadi direktur mendapatkan kasus dilapangan seperti itu...
Picture of muallim muallim h
Re: ibu mau tanya sedikit...
by muallim muallim h - Thursday, 9 February 2012, 08:55 PM
 
yang menarik bwt saya sebenarnya bkn hanya pelayanan medis saja, tp semua yg terjadi dirumah sakit sangat membedakan status. tp nama RUMAH SAKIT sudah tidak mencerminkan fungsinya lg.rumah sakit t4 org sakit bukan t4 org sakit yg berduit.jadi bisa disimpulkan sendiri
Picture of Volanda Kusumaningsari
Re: Pengantar Patient Safety
by Volanda Kusumaningsari - Thursday, 9 February 2012, 08:37 PM
 
maaf bila sedikit berbeda dgn pengalaman teman2 mahasiswa lain,, karena saya koas di rsgmp amc, bukan di rs biasa.
di sana karena pasien yang kami tangani tentang penyakit gigi dan mulut, dan karena saya baru mulai koas belum lama jadi blm banyak pengalaman mengenai patient safety yang saya temukan.
menurut saya, patient safety adalah hal yang sangat penting dari setiap treatment yang dilakukan.
1.sterilisasi operator
penggunaan handscoon, masker, cuci tangan yang benar sebelum melakukan treatment
2.sterilisasi alat
bisa menggunakan alkohol, heat cure, autoclav
3. sterilisasi ruangan
meminimalkan infeksi dr ruangan, con: karpet diruangan bisa menyebabkan penumpukan debu
4. pemilihan bahan dan obat
dengan perkembangan teknologi sekarang, telah banyak bahan2 dan obat baru yang ditemukan dan ditawarkan dr berbagai pabrik. gunakan obat dan bahan yang benar2 dibutuhkan oleh pasien, jangan membahayakan mereka hanya karena diiming2ni oleh perusahaan bahan dan obat tertentu.
5. minimal intervention
yaitu menimalkan resiko segala tindakan medis yang kita lakukan
6. SOP
kerjakan setiap treatment sesuai dengan SOP, agar ketika terjadi adverse event maka operator 'tidak terkena sanksi'.
7. anamnesis
hal ini adalah salah satu base dari treatment, banyak kejadian yang ketika tidak dilakukan anamnesis secara lengkap maka perawatan bisa berbahaya bagi pasien. contoh : alergi.


GIKU
Re: Pengantar Patient Safety
by Anggi Nvd Anggraini - Thursday, 9 February 2012, 11:10 PM
 
untuk koas KG ataupun pasien safety bisa terjadi dimana aja kok... :D jd di RSGM juga bisa.. mungkin belum menemukan aja.. hehe
Picture of Roman Roman Diaz
Re: Pengantar Patient Safety
by Roman Roman Diaz - Thursday, 9 February 2012, 08:40 PM
 
pada saat jaga IGD, datang pasien tetanus dalam keadaan kejang, dokter jaga memberikan injeksi Diazepam untuk menghentikan kejang. Pasien juga diberi HTIG dan ATS. setelah kejang berhenti, pasien dipindahkan ke bangsal. Di bangsal pasien kembali kejang, perawat konsul ke dokter sp.PD, Advis dokter sp.PD pasien harus masuk ICU sedangkan ICU di RS tersebut penuh sehingga harus segera dirujuk.
Kejadian ini menunjukan lemahnya triase dari IGD sehingga pasien tersebut tidak mendapat perawatan yang dekuat dengan segera
none
Re: Pengantar Patient Safety
by Muhammad Bayu Wicaksono - Thursday, 9 February 2012, 08:40 PM
 
Asalamualaikum wr wb...
KTD ( Kejadian Tidak Diharapkan). Pengalaman saya selama di rumah sakit, pada bagian Kulit & Kelamin. Pasien datang dengan keluhan keluar cairan putih dari penis. Keluhan dirasakan ± 3 hari SMRS. Keluhan tidak di sertai nyeri, awalnya keluar cairan putih dari penis sedikt, makin hari cairan putih makin bertambah dan agak kental. Tidak di sertai darah. Demam disangkal oleh pasien. Belum pernah diperiksa dimanapun dan juga belum pernah diobati. Pasien belum menikah dan 8 hari yll pasien berhubungan intim. Kemudian pasien ini di diagnosis Uretritis Gonorrhoea. Di therapy Cefixime 1 x 400 mg & Kalium diklofenak 2 x 25 mg. Hal yg perlu di perhatikan di sini bukan hanya ketepatan dlm memberi terapi. Tapi, juga betapa pentingnnya penyuluhan pada pasien dalam hal berhubungan intim lebih dari satu pasangan. Yang mana secara langsung pasien ini dapat mjd kejadian tidak di harapkan saat pasien sudah sembuh ato belum melakukan kembali hubungan intim pada pasangan yang berbeda dan sama maka akan banyak terulangnya kejadian ini baik dengan orang yang sama ataupun penderita lain dengan penyakit yang sama. Alangkah pentingnya sbg tenaga medis kita menyarankan untuk memeriksa pasangan intim pasien ini. Terimakasih.

Picture of Naufal  Kurnia R
Re: Pengantar Patient Safety
by Naufal Kurnia R - Thursday, 9 February 2012, 08:47 PM
 
pengalaman saya juga ttg kejadian yg tidak diharapkan,jadi saat stase bedah pada operasi laparatomy ec perforasi apendisitis, karena "keasyikan" bercanda antara dr spesialis dengan koass,ketawa2,hampir saja menjahit musculus rectus abdominis dengan benang jenis silk/non absorben... sehingga hal itu dapat berakibat fatal pada pasien/timbul fistul..untung saja dokter segera menyadari dan dicabut lagi benangnya,,sekian dan trimakasih,,salam super...
Picture of Ario Tejosukmono
Re: Pengantar Patient Safety
by Ario Tejosukmono - Friday, 10 February 2012, 12:03 AM
 
salam super.. ni human error,, bukan salah sistem ato prosedur,, yah kita sebagai calon teman sejawat (masi koas soalnya) harus bisa saling mengingatkan saat ada yang salah atau kurang tepat, hati hati tuntutan malpraktek bisa terjadi,, jangan sampe deh.. salam superr..
jogja
Re: Pengantar Patient Safety
by nur hasanah - Thursday, 9 February 2012, 08:40 PM
 
dok ini pengalaman saya waktu dibangsal kelas 3.. ada seorang pasien wanita yang menderita DM dan terdapat luka dekubits dikaki, pada saat perawatan luka kassa yang digunakan pada saat membersihkan luka di pakai erkali kali atau bolak balik, dan kurang menjaga sterilnya...
dalam pemakaian alatnya juga erdapat yang on, dan pada saat pemberian sofratule dipegang memaki tangan tu sangat tidak steril...
Picture of Ratih Ratih Dwi Octaria
Re: Pengantar Patient Safety
by Ratih Ratih Dwi Octaria - Thursday, 9 February 2012, 08:41 PM
 
Pengalaman saya pada saat di salah satu bangsal di rumah sakit, mengenai injeksi obat yang diberikan kepada pasien. Suatu ketika, seorang praktikan ingin menyuntikkan obat pada pasien, namun praktikan ini belum sepenuhnya mengerti, tetapi praktikan ini sudah menyuntikkan obat ke pada pasien, dan pada saat saya melihat, obat yang diinjeksikan kepada pasien X adalah antibiotik yang seharusnya diberikan pada pasien Y. Akan tetapi pada untungnya antibiotik yang harusnya diinjeksikan pada pasien Y sama dengan pasien X. Hal ini sangat berbahaya bila tenaga kesehatan salah memberikan obat, karena bisa saja pasien tersebut alergi pada obat yang salah kita berikan dan bisa saja terjadi syok anafilaktik
Picture of Niken Dwi Setyaningrum
Re: Pengantar Patient Safety
by Niken Dwi Setyaningrum - Thursday, 9 February 2012, 08:51 PM
 
waaah fatal itu, kebetulan sama,,,, tapi kalo pasien ternyata alergi bahaya banget,, ya seharusnya kita lebih hati2 dan tanya dulu dengan jelas pada yang lebih tau daripada merasa tau tapi fatal...
Picture of Zulpahiyana Zulpahiyana
Re: Pengantar Patient Safety
by Zulpahiyana Zulpahiyana - Thursday, 9 February 2012, 08:43 PM
 
Masalah patients safety:
"disalah satu bangsal RS, ketika memberikan obat/IV dalam teori sekali injeksi spuit langsung dibuang, tapi spuit itu digunakan berkali-kali bahkan sampai pasiennya pulang.. temen2 tau sendirikan akibatnya??
mungkin ini adalah salah satu kebijakan RS membantu pasien untuk menekan biaya rawat inap, karena kebetulan bangsalnya bangsal kelas 3..
Picture of Elvan Danurangga
Re: Pengantar Patient Safety
by Elvan Danurangga - Thursday, 9 February 2012, 08:43 PM
 
Pengalaman yang saya dapatkan tentang patient safety terjadi pada seorang pasien anak yang datang dengan keluhan demam, pasien tersebut didiagnosis mengalami DHF. Pada waktu itu, karena bangsal anak penuh pasien kemudian ditempatkan dikamar dengan kapasitas 5 orang dan disitu terdapat pasien lain yang didiagnosis mengalami diare, beberapa hari kemudian pasien yang mengalami DHF tersebut juga mengalami diare karena kamar mandi yang ada di ruangan tersebut hanya satu sehingga harus bergantian antara satu pasien dengan pasien lainnya. Oleh karena kondisi pasien DHF tersebut tidak begitu baik ditambah mengalami diare maka kondisinya menjadi memburuk, saat pasien sudah menunjukkan tanda-tanda dehidrasi segera dilakukan tindakan rehidrasi dan pasien segera dipindahkan kekamar lain oleh dokter yang merawat dengan harapan mencegah penularan lebih lanjut yang nantinya memperburuk kondisi pasien
Picture of Reza Reza Putra Cendika
human error
by Reza Reza Putra Cendika - Thursday, 9 February 2012, 08:44 PM
 
apakah ini sebuah kecelakan,kelalaian atau human error saya juga masih belum begitu jelas,,,suatu saat mungkin hampir 1,5 thun yang lalu di RS x dimana saya menjalani pendidikan profesi dokter saya menemukan sesuatu yang saya anggap bahwa keselamatan pasien kurang begitu dipedulikan,,,ketika seorang dr ahli melakukan operasi yang di haruskan dia membuka regio abdomen, dan pada saat medan sudah terbuka dan bagian selanjutnya adalah membuka selaput abdomen (peritoneum) untuk melanjutkan langkah selanjutnya, tiba-tiba yang didapatkan adalah salah satu bagian usus pasien tercederai ( robek tergunting +/- 2 cm ) dengan rasa bingung kemudian dilakukan prosedur jahit 1 1 yang akhirnya menutup usus kembali, dan segera melanjutkan untuk melakukan tindakan utama,,,yang saya sayangkan, kenapa hal ini bisa terjadi? dan pasca operasi pun laporan ditulis tidak lengkap,,kejadian yang sudah terjadi tadi pun seolah2 tidak ada dan tidak terjadi masalah pada saat operasi tersebut,apakah ini sebuah kecelakaan, kelalaian, atau apa saya juga masih tidak jelas karena semua seolah hilang,,kemudian dimanakah dan bagaimanakah keselamatan pasien ini dapat dijaga???resiko tersobeknya usus itu menurut saya sangat besar....lalu bagaimanakah kita mempertanggung jawabkannya???
Picture of Desti Desti Pasmawati
Re: human error
by Desti Desti Pasmawati - Thursday, 9 February 2012, 08:54 PM
 
neglected..kelalaian,,dimana seharusnya tidak terjadi hal seperti itu..
he
Re: Pengantar Patient Safety
by Muhammad Muhammad Faried Fahda - Thursday, 9 February 2012, 08:46 PM
 
Assalamialaikum...,,,....
singkat aja pengalaman di bangsal dalam dimana kondisi pasien sudah sangat amat kritis dimana harusnya mendapatkan penanganan yang cepat dan serius,dan diupayakan semaksiml mungkin,,,,
tapi saya melihat perawat hanya melakukan pemasangan monitor EKG dan menunggu FLAT sebagai bukti bahwa pasien tersebut sudah PLUS atau meninggal....
di manakah sisi keamanan dan keselamatan pasien?????sad
 
Picture of muallim muallim h
Re: Pengantar Patient Safety
by muallim muallim h - Thursday, 9 February 2012, 08:50 PM
 
menurut saya itu tidak sekedar KTD, tp tidak profesional.krn seharusnya masih ada upaya yg dapat dilakukan sebelum menyatakan pasien meninggal.
Picture of Saidatul Saidatul Hayati
Re: Pengantar Patient Safety
by Saidatul Saidatul Hayati - Thursday, 9 February 2012, 08:55 PM
 
setujuu
pernah juga mau RJP tapi tidak diperbolehkan padahal pasien baru saja apneu, dan cuma ditunggui sampai EKG flat. alasannya karena penyakit pasien sudah dalam kondisi terminal.
tindakan yang seperti itu dengan alasan itu apakah memang dibenarkan?
Picture of Fatimah Fayantini
Re: Pengantar Patient Safety ida
by Fatimah Fayantini - Friday, 17 February 2012, 03:13 PM
 
nanggepin punya ida.. klo pasien dgn penyakit terminal,,keputusan bwt dilakukan RJP atau tidak mmg kebebasan dr tenaga medis itu da'.. aq pnah tau ini dr kuliah s1.. klo undang2 yg menetapkan aq sndiri kurang tau...
Picture of Zulpahiyana Zulpahiyana
Re: Pengantar Patient Safety
by Zulpahiyana Zulpahiyana - Thursday, 9 February 2012, 11:07 PM
 
saya juga pernah mendapatkan kasus yang hampir sama, dimana kondisi pasien sangat kritis, dan pertanyaan saya juga sama, kok perawatnya diam aja gak di CPR, dll.., tapi saya berfikir andaikan pasiennya harus dilakukan defib maka harus diberikan obat jugakan. misalnya aja pasien dengan PEA, jika di defib maka dia harus diberikan epinefrinkan?.. bukankah itu wewenang dokter?
Waktu itu di RS hanya ada dokter UGD jadi perawat melaporkan kondisi pasien ke dokter UGDnya., dan intruksi dokternya pasienx memang hanya dipasangkan EKG, gak usah di CPR..
Setelah saya tanyakan kenapa bs bgt??
katanya kondisi pasien memang tidak memungkinkan untuk bertahan.
Jika melihat kasus ini menurut saya, memang tenaga kesehatan ini tidak melakukan penanganan yang cepat, serius, dan semaksimal mungkin. Tapi mungkin karena mereka sering menghadapi kondisi seperti itu, jadi mereka mengerti mana pasien yang memang tidak memungkinkan untuk bertahan.

masuk KTD gak ya?
Picture of Ario Tejosukmono
Re: Pengantar Patient Safety
by Ario Tejosukmono - Thursday, 9 February 2012, 11:54 PM
 
wah ini namanya tawakal tanpa berikhtiar... pasrah sebelum berjuang.. *geleng kepala sambil ngelus dada..
menurut saya setiap tenaga kesehatan wajib melakukan tindakan sesuai kemampuan dan semaksimal mungkin, secara profesional nanti apapun hasilnya baru diterima,,
Picture of Desti Desti Pasmawati
Re: Pengantar Patient Safety
by Desti Desti Pasmawati - Thursday, 9 February 2012, 08:51 PM
 
Saat saya bertugas di Bangsal VIP salah satu RS, ada pasien anak perempuan, umur 5 tahun dengan diagnosa Dengue shock Syndrome (DSS). Dokter anak menginstruksikan perawat untuk segera guyur infus RL segera 20 cc/kgBB secepatnya dan memasang infus 2 line kepada pasien. Tetapi perawat tersebut hanya memasang infus 2 line saja dan tidak memberikan infus RL seperti yang telah diinstruksikan sebelumnya. Padahal bagi pasien dengan DSS, resusitasi cairan yang diberikan dengan tepat dan secepatnya berperan sangat vital. Dampaknya, keadaan pasien memburuk, kesadaran menurun (apatis), dan pasien segera dipindah ke ICU untuk mendapatkan monitoring serta penanganan yang lebih intensif.
Picture of Dini  Dini Aprilia Sari
Re: Pengantar Patient Safety
by Dini Dini Aprilia Sari - Thursday, 9 February 2012, 08:59 PM
 
Ini pengalaman saya saat awal profesi di bangsal kelas 3 dok. Waktu itu ada pasien bangsal yang harus d pasang infus, karena keingintahuan yg besar saya memberanikan diri untuk memasang infus (menggunakan teflon). Ketika pertama kali mencoba saya gagal, lalu saya konfirmasi ke perawat jaga untuk meminta teflon (jarum infus) pengganti. Namun naas, perawat yang ketika itu sedang bertugas tidak memberikan teflon pengganti. Malahan saya d haruskan untuk menggunakan teflon (jarum infus) yang tadi saya pasang dimana teflon (jarum infus) tadi posisinya sudah tidak steril.
Picture of Ika Nurmalita Sari
Re: Pengantar Patient Safety
by Ika Nurmalita Sari - Thursday, 9 February 2012, 09:04 PM
 
Saat jaga malam di bangsal anak, kurang lebih pukul 04.00 pagi, ayah salah satu pasien datang ke ruang jaga perawat, bapak tersebut melaporkan bahwa anaknya demam tinggi lagi. Saya kemudian mengukur suhu badan pasien dan hasilnya 39,20 C. Saat itu salah satu perawat lalu mengambil paracetamol syrup dan menanyakan dosisnya pada saya. Karena berat badan pasien saat itu 17kg maka saya mengatakan bahwa dosisnya 1,5 cth. Saya kembali ke ruang jaga dan perawat tersebut memberikan paracetamol syrup.
Beberapa saat kemudian perawat tersebut mengatakan kalau dia salah memberikan dosis. Baru saja dia sadar bahwa yang dia berikan ternyata bukan 1,5 cth tapi 1,5 CI. Itu artinya seharusnya pasien minum paracetamol 7,5 ml tapi saat itu pasien minum 22,5 ml atau 3x lipat dari dosis yang ditentukan. Perawat tersebut mengatakan bahwa saat itu masih mengantuk jadi dia tidak sadar bahwa yg dia ambil adalah cup. Untung saja tidak terjadi sesuatu yang fatal pada pasien.

Picture of Choirul Choirul Nafiah
Re: Pengantar Patient Safety
by Choirul Choirul Nafiah - Thursday, 9 February 2012, 09:04 PM
 
via word
Picture of Nenden Nenden Kartika Devi
Re: Pengantar Patient Safety
by Nenden Nenden Kartika Devi - Thursday, 9 February 2012, 10:20 PM
 
saya pernah punya pengalaman kejadian tidak diharapkan di rumah sakit tempat saya koas mungkin hampir sama dengan kasus2 yang ada di rumah sakit lain, seperti salah memberikan obat pada pasien tetapi karena bertanggung jawab perawatnya itu mendatangi rumah pasien agar bisa ditukarkan kembali obatnya, lalu pemakaian sarung tangan untuk pemeriksaan dalam yang berulang-ulang kali dipakai walaupun setelah digunakan langsung di steril dan dijemur dibawah matahari juga tempatnya memakai jemuran baju yang kadang jatuh-jatuh karena terbawa angin atau penggunaan spuit yang berulang-ulang. alat yang harusnya sekali pakai malah menjadi berulang kali pakai.
Picture of Ario Tejosukmono
Re: Pengantar Patient Safety
by Ario Tejosukmono - Thursday, 9 February 2012, 11:43 PM
 
kalo yang pertama mungkin human eror y, namanya jg manusia, tempatnya khilaf dan dosa.. :p tapi tetep bahaya tu, salah obat kan fatal...

klo yang masalah sarung tangan jg sering tu ak temuin, waktu ditanya sie katanya " kan udah di steril mas" ato ada lagi yang laen bilang "ngirit" busyeeet... lama-lama rumah sakit kayak supermarket aja pake ngirit2.. n mentingin laba,, boleh sie, tapi g gtu2 amat.. kontrol terhadap pemakaian barang2 ini lah yang perlu di maksimalkan supaya g ada penyelewengan..
Picture of Kurnia Ayu Nurasis
Re: Pengantar Patient Safety
by Kurnia Ayu Nurasis - Thursday, 9 February 2012, 10:30 PM
 

Saat saya sedang jaga di salah satu bangsal penyakit dalam, ada pasien baru kiriman dari IGD. Pasien tersebut datang dengan keluhan batuk darah. Di IGD pasien tersebut sudah diperiksa oleh dokter, lab dan rontgen. Setelah selesai pemeriksaan di IGD, pasien tersebut lngsung d kirim ke bangsal kelas 3 dimana dalam satu ruangan terdapat 4 pasien padahal hasil rontgennya belum jadi. Saat foto rontgen sudah jadi dan dibaca oleh dokter IGD, ternyata hasilnya ada gambaran TB. Seharusnya sebelum di kirim k bangsal, dipastikan dlu hasil rontgennya, kalau ada gambaran TB, seharusnya pasien tersebut d tempatkan d ruang isolasi agar tidak menularkan penyakitnya ke pasien lain.

Picture of Ario Tejosukmono
Re: Pengantar Patient Safety
by Ario Tejosukmono - Thursday, 9 February 2012, 11:35 PM
 
wah wah... emang sih hasil rontgent kan g bisa saat itu juga didapat, lagi lagi musti lebih jeli,, dari anamnesis dan pemeriksaan fisiknya, supaya pasien yang suspek ato curiga punya penyakit menular bisa di sendirikan dengan pasien yang lain,, ntar kan g asik klo pada ketularan TB semua,, klo ternyata KP aktif gmana? hadeeeh.. >. untung ada ruang isolasi,lain hal ni klo ternyata ruangan g memadai, g ada ruang isolasi yang tersisa, padahal pasien udah terlanjur masuk, nah lho.. dilema.. mau di tempatin dmana? ada yang punya usul??
GIKU
Re: Pengantar Patient Safety
by Anggi Nvd Anggraini - Thursday, 9 February 2012, 10:50 PM
 
pengalaman yang pernah saya lihat saat adalah pada saat pemberian injeksi , saat itu perawat yang memberikan injeksi mungkin lupa memperhatikan prinsip pemberian obat 5 benar. sehingga saat itu, obat yang seharusnya diberikan pada pasien A namun salah diinjeksikan pada pasien B. sementara pasien yang salah diberikan injeksi tersebut mengeluh sudah 3 hari tidak dapat tidur dan meminta perawat agar diberikan obat untuk mempermudahnya tidur. Namun obat yang diinjeksikannya itu Furosemide, dan setelah obat bereaksi pasien tersebut mengeluh tidak juga dapat tidur karna BAK yang terlalu sering.
Picture of Chaerunisa Sukmaretnawati
Re: Pengantar Patient Safety
by Chaerunisa Sukmaretnawati - Thursday, 9 February 2012, 10:56 PM
 
mengenai keselamatan pasien, ini pengalaman saya waktu itu pas dstase syaraf. waktu itu pasien usia 72 tahun dengan CKR jatuh dari bed dengan posisi kepala dibawah dan kaki masih tertinggal di atas bed. setelah itu pasien mengeluh kepalanya semakin sakit dan muntah-muntah dan kesadarannya menurun. pasien memang sering berontak. seharusnya keselamatan pasien harus diperhatikan oleh RS baik dokter perawat dan tenaga medis lain supaya tidak menambah berat penyakitnya, selain itu pihak RS bisa memfasilitasi supaya keselamatan pasien terjamin terutama pada pasien anak-anak dan geriatri. karena banyak bed yang sudah rusak sehingga penghalang bed tidak dapat menghalangi.
Picture of Titin Widiawati
Re: Pengantar Patient Safety
by Titin Widiawati - Thursday, 9 February 2012, 11:13 PM
 

Saat saya sedang jaga malam pada stase penyakit dalam ada pasien baru dengan keluhan pusing berputar. Kemudian oleh dokter IGD di masukkan ke bagian saraf. Pasien mempuyai riwayat hipertensi sebelumnya. Setelah di antar ke bangsal perawat langsung mengkonsulkan pasien baru tersebut ke spesialis saraf dan tidak dianamnesis maupun di periksa lagi tekanan darahnya oleh perawat yang jaga bangsal tersebut sehingga dokter spesialis saraf meresepkan captopril 3 x 25 mg. Kemudian setelah pasien minum obat tersebut pasien baru diperiksa tekanan darah dan tekanan darah telah mancapai 80/60. Setelah di anamnesis ulang ternyata gejala-gejalanya mengarah ke leptospirosis. Keesokan harinya pasien meninggal.

Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety
by Mugi Restiana Utami - Monday, 20 February 2012, 11:04 PM
 
itu TD di UGD sebelumnya berapa mbak?
sering tuh dapet kasus ky gt juga. khususnya untuk bagian2 yg tidak ada koas jaga malam bgslnya, hehe
misal saraf..perawat lgsg konsul tnpa cek lg di bangsal.
Picture of Ario Tejosukmono
Re: Pengantar Patient Safety
by Ario Tejosukmono - Thursday, 9 February 2012, 11:26 PM
 
Pengalaman yang pernah dirasakan ni, eh dialami..
Waktu itu ada pasien baru dari ugd dengan febris dan penurunan angka trombosit, sore itu di ugd pasien masih terlihat biasa saja, (masih bisa lari2) hanya ibu pasien yang sangat khawatir akan anaknya, hingga saat diminta mondok, ibuny meminta ditempatkan di bangsal yang bagus (sebut aja VIP getooh)

Akhirnyaa… pasien dipondokkan bukan dibangsal anak, tapi di ruang VIP tersebut, instruksi dokter ugd hanya sebatas rehidrasi cairan tanpa mengecek AT HMT serial, sebatas mengulang AT HMT di esok harinya/pagi ( entah apa pertimbangan dokter jaga tsbt, mungkin karena melihat kondisi anak yang terlihat biasa)

Hingga besok paginya, saat diulang AT HMT didapatkan penurunan AT dengan peningkatan HMT, ( DHF ni..) kondisi anak semakin lemas, keadaan ini dikonsulkan ke dokter spesialis, dan dokter spesialis menanyakan kenapa tidak ada yang melaporkan kejadian ini atau konsul sebelumnya, akhirnya pasien dipindah ke ruang HCU (high care unit) di bangsal anak untuk monitor dan perbaikan KU.
Ada beberapa poin yang bisa di catat,, dan di diskusikan terlepas dari human error pada kasus ini..
• Adakah protap atau pedoman khusus untuk memutuskan melaporkan pasien/ tidak melaporkan pasien pada dr. spesialis?
• Menurut perawat di ruang bangsal VIP, mereka belum mengenal lebih baik tindakan- tindakan yang harus dilakukan pada kasus ini dibanding perawat bangsal anak, apakah semua pasien anak wajib masuk ke dalam bangsal anak? Atau bisa di ruangan lain? berlaku juga untuk pasien lainnya yang dititipkan pada bangsal yang lain (kayak pasien bedah di bangsal dalem) biasanya karena ruangan penuh, nah mengingat kemungkinan kurang fahamnya perawat yang bertugas disana untuk kasus2 lainnya, gimana seharusnya?

Monggo.. silahkan berikan komentarnya ya..
Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety
by Mugi Restiana Utami - Friday, 17 February 2012, 08:14 AM
 
iya..joo..aku juga pernah menemui kasus serupa. bahkan pasien sampai harus masuk ke ICU, alasannya hanya karena perawat VIP tidak seterampil perawat bangsal anak.
Hal tersebut bisa dicegah dengan beberapa hal, misal:
- melakukan protap dengan benar
- Instruksi yang jelas dari dokter
- memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada perawat VIP khususnya mengenai kasus2 yang sering terjadi pada bidang tertentu, ex: anak (DHF, diare, dll)
tapi untuk pasien titipan saya juga belum begitu paham, apakah sebenarnya boleh atau tidak, bagaimana aturannya..
Picture of Fatimah Fayantini
Re: Pengantar Patient Safety mugi-tejo
by Fatimah Fayantini - Friday, 17 February 2012, 03:04 PM
 
inget bgt sama kasusnya mugi tuh..
mgkin cara sederhana yg bs dilakukan yaitu ruangan vip itu ada dalam bagian-bagian khusus.. misalnya vip khusus bagian anak.. vip khusus bagian UPD, bedah, dll.. jd prawat VIP itu mmg mahir dan berkompeten ato paling gak ya berpengalaman untuk nanganin kasus2 yg ada di bidang msg2.. jd kejadian kayak gt bisa dihindari kan...gada alesan klo ga biasa nanganin.. gmn tuh kira2?
Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety-fatimah
by Mugi Restiana Utami - Monday, 20 February 2012, 11:01 PM
 
ia..setuju mba, hal2 seperti diatas tadi bisa dihindari dengan pemisahan VIP sesuai bagiannya. bukan hanya kualitas tempat/fasilitas saja yg harus diberikan, karena percuma saja klo pelayanan/jasa yang diberikan justru malah lebih baik/tepat oleh perawat non VIP
Picture of Lina Nurdalina
Re: Pengantar Patient Safety
by Lina Nurdalina - Friday, 10 February 2012, 03:19 PM
 
Setiap tindakan medis memiliki resiko yang akan mempengaruhi keselamatan pasien. misx dalam melakukan perawatan luka apabila tidak menjaga kesterilan alat yang digunakan atau tidak memperhatikan prosedur yang ada maka akan sangat fatal pengaruhnya terhadap patient safety, karena itu sebagai tenaga kesehatan mulailah untuk lebih merencanakan dengan sebaik-baiknya dari setiap tindakan karena tidak hanya berpengaruh pada keselamatan pasien tapi juga pada seluruh layanan kesehatan.






Keep Smile
^_^

Picture of Dedy Dedy Sukmo Anggoro
Re: Pengantar Patient Safety
by Dedy Dedy Sukmo Anggoro - Sunday, 12 February 2012, 05:07 PM
 
assalamu'alaikum.. pengalaman saya mengenai patient safety pada RS."X".Waktu itu di sebuah kamar operasi di mana akan dilakukan operasi ca ovarium.seorang perawat anestesi sebut saja "kumbang" akan melakukan spinal anestesin terhadap pasien sebut saja "bunga". tiba-tiba pasien tersebut kejang setelah di lakukan anestesi dan pada akhirnya koma dan kembali ke pencipta. setelah di slidiki ternyata si lebah salah menyuntikan obat spinal anestesi yang seharusnya BUPIVACAINE tapi ternyata KALNEX. Sungguh mengejutkan bukan.ini lah yang sering dilupakan ketika kita akan menyuntikan obat kepada pasien lihat dengan pasti obat apa yang akan kita suntikan kepasien. coba kita perhatikan antara Bupivacaine dengan kalnex sebenarnya hampir sama jika kita tidak melihat label pada ampulnya, mulai dari cairan nya yang bening,ampulnya yang besar dan jumlah cairan yang hampir sama. dari hal ini saya berharap bisa menjadiakan kita lebih hati-hati lagi dalam bertugas. wassalamu'alaikum..
Picture of Mugi  Restiana Utami
Re: Pengantar Patient Safety
by Mugi Restiana Utami - Monday, 20 February 2012, 10:58 PM
 
waduh...bahaya bgt tuh.
selain faktor fisik keduanya yg ampir sama, apa disana penyimpanan obat tidak disimpan berdasarkan nama obat ?
Picture of Ervita Ervita Kumalasari
Re: Pengantar Patient Safety
by Ervita Ervita Kumalasari - Saturday, 25 February 2012, 08:56 PM
 
asstagfirullah...... kl ini fataaal bgt...
Picture of Ervita Ervita Kumalasari
Re: Pengantar Patient Safety
by Ervita Ervita Kumalasari - Saturday, 25 February 2012, 08:53 PM
 
<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->

Ketika jaga di salah satu bangsal kandungan, saat itu ada pasien post SC yang mengeluh kesakitan, kemudian saya dan beberapa perawat mendatanginya. Pasien mengeluh tidak bisa BAK dan nyeri perut yang sangat hebat. Kemudian perawat mengatakan kepada pasien “itu tidak apa-apa, nanti nyerinya juga akan hilang sendiri” lalu pergi begitu saja. Setelah sampai di ruang perawat saya meminta izin kepada perawat untuk melakukan pemeriksaan kembali terhadap pasien tersebut. Ternyata kandung kemih pasien tersebut sangat penuh, tetapi pasien tidak bisa BAK. Saya curiga ada sesuatu dengan kateter urinnya. Kemudian saya minta izin perawatnya lagi untuk mengecek kateter urinnya, dan ternyata di kateter urinnya tersebut terdapat stosel. Begitu stoselnya saya keluarkan, saya sangat keget bahwa urinnya keluar sangat banyak hingga ± 2 lt. Kemudian pasien merasa sangat lega dan sudah tidak kesakitan lagi.

Teman-teman coba bayangkan jika kejadian itu tidak ketahuan, apa yang akan terjadi? Pasien itu akan terus kesakitan dan semakin kesakitan, lama kelamaan ginjalnya pun akan bisa rusak karena urinnya tidak bisa keluar.