Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Arlina Dewi, dr. M.Kes.
Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by Arlina Dewi, dr. M.Kes. - Saturday, 15 October 2011, 09:22 PM
 

ASs.Wr. Wb

Bpk/Ibu, ada 2 tugas :

1. berikan komentar atau masukan tentang "Program Keselamatan Pasien di RS"

2. berikan 1 pengalaman ttg Insiden Keselamatan Pasien di RS Bpk/Ibu bisa KNC atau KTD, baik yang sudah dilaporkan ataupun yang belum/tidak dilaporkan)

Saya tunggu hingga 1 minggu ke depan (atau 22 Oktober 2011), di Forum eLs disini.

Wass.Wr. Wb

Picture of agus tri widiyantara
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by agus tri widiyantara - Sunday, 16 October 2011, 08:05 AM
 
Maaf bu, bagi yang tugasnya bukan di rumah sakit untuk tugas nomor 2 bagaimana? Nanti kan jadi pengalaman pihak lain
Picture of siti janah
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by siti janah - Sunday, 16 October 2011, 08:43 PM
 
bahwa agar pasien memperoleh keselamatan dalam memperoleh pelayanan,untuk memproteknya yaitu harus ada kesepakatan di semua para pemberi pelayanan pada rumah sakit ada mempungsikan dengan efektif adanya komite medik,jadi bila terjadi kasus yang harus dilakukan suatu tindakan maka pasien tersebut dilakukan pemeriksaan yang sesuai dengan sop,contoh bila ada pasien app yang dilakukan appendiktomi,sedang pasien tersebut mempunyai sakit dm,tentu saja harus ada pemeriksaan lain yang menyakut dg penyekit dmnya,dan harus diketahui oleh komite medik agar bila terjadi sesuatu pada pasien tersebut menyangkut dengan kenyamanan,keselamatannya maka komite medik akan ikut andil didalamnya.
Dan dalam memberikan pelayanan atau tindakan apapun juga seorang pemberi pelayanan di rumah sakit juga perlu adanya komunikasi yang baik dari pemberi pelayanan dan tindakan di rumah sakit dengan keluarga pasient.

2.contoh adanya kominikasi tidak baik antar pihak rumah sakit dengan keluarga pasien dengan baik sehiga adanya kasus seorang ibu melahirkan dengan bedah sesar meninggal dunia dan diduga adanya mal praktek ini saya baca disebuah media cetak.
yaitu ada seorang ibu mau melahirkan tetapi dengan diagnosa bahwa jln lahir tertutup plasenta,maka keputusan dr kandungan tersebut bahwa mengambil keputusan untuk dilakukan sc,dan dokter tersebut mengatakan bahwa dilakukan spinal anastisi,namun apa yang terjadi pasien tersebut justru kesadarannya menghilang bahkan dilayar monitor menunjukan garis lurus yang artinya pasien telah meninggal kata kerabat pasien tsb,walaupun sudah dinyatakan meninggal dengan segala upaya dan dari para petugas para medis melakukan pertolongan memacu jantung dan infus setelah 10 menit ternyata pasien sadar kembali,kemudian dokter melanjutkan melakukan operasi,padahal pasien baru saja bangun dari masa kritisnya.tetapi setelah itu pasien tdk sadr lagi bahkan pasca op pasien tidak sadar bahkan sempat dirawat di icu dan iccu
dan bayinya dirujuk kerumah sakit lain,karena dirumah sakit tersebut tidak tersedia alat yang untuk memberikan tindakn,tetapi bayinya meninggal juga tidak tertolong lagi,menurut keterangan bahwa sebenarnya bayi sejak dalam kandungan mengalami adanya kelainan.dengan kasus tersebut diatas bahwa
terjadi mal praktek.

Kesimpulan dari informasi tersebut bahwa karena adanya tidak adanya komunikasi yang baik antara pihak dokter yang menangani dengan pasien dan keluarga pasien
Picture of agus tri widiyantara
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by agus tri widiyantara - Sunday, 16 October 2011, 11:00 PM
 
1. Sudah selayaknya semua rumah sakit melaksanakan program patient safety untuk menjamin mutu pelayanan rumah sakit. Pelaksanaan patient safety harus didukung adanya SOP pada semua unit pelayanan kesehatan dan dilakukan mekanisme control dengan melakukan audit medis ataupun studi kasus yang dilaksanakan oleh komite medis secara regular. Diharapkan dengan adanya audit medis dapat dilakukan evaluasi terhadap tindakan medis yangmenyimpang dari SOP dan beresiko terhadap keselamatan pasien. Dan yang tidak kalah penting adalah adanya mekanisme reward and punishment

2. Salah satu contoh kasus yang berkaitan dengan patient safety adalah kejadian dimana seorang perempuan yang mengalami perdarahan per ***m dilakukan tindakan kuretase tanpa dilakukan pemeriksaan USG terlebih dahulu. Setelah dilakukan kuretase, perempuan tersebut masih mengalami perdarahan sedikit-sedikit. Dua minggu setelah dilakukan kuretase, perempuan tersebut dilakukan USG di rumah sakit yang lain dan dinyatakan hamil. Hal ini menunjukkan adanya suatu kesalahan prosedur yang menyebabkan adanya perbedaan diagnosis pada dua rumah sakit yang berbeda, dimana efeknya dapat membahayakan keselamatan ibu maupun bayinya.

Picture of laksito rini
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by laksito rini - Monday, 17 October 2011, 03:17 PM
 
1.Program keselamatan pasien /"PS" menjadi suatu kebutuhan bagi penerima jasa layanan dan juga bagi pelaksana layanan kesehatan, karena dengan melaksanakan program tersebut pasien merasa lebih di perhatikan "peran pasien sebagai Partner" dalam pengobatan sangat di harapkan bagi pasien.
sedangkan bagi pemberi layanan kesehatan, patient safety harus menjadi budaya karena seperti yang kita ketahui bersama Rumah Sakit terdiri dari berbagai profesi/ disiplin ilmu,obat, teknologi,sistem/ prosedur,jumlah pasien dan jenis penyakit sehingga Rumah Sakit berpotensi bagi terjadinya kesalahan, dengan menerapkan budaya patient safety ( dengan 7 langkah menuju keselamatan pasien dan 6 sasaran keselamatan pasien rumah sakit ) kejadian nyaris cedera dapat diminimalkan dan kejadian tidak diharapkan jangan sampai terjadi. sehingga Mutu, citra Rumah Sakit dan kepercayaan masyarakat meningkat.

2.contoh KNC (Kejadian Nyaris Cedera)yang terjadi di UGD.

Perawat A bersiap memberikan obat menurunkan tensi kepada pasien yang bernama Tn. slamet, tetapi di ketahui oleh perawat B, perawat B tersebut menanyakan obat apa yang akan diberikan, dijawab oleh perawat A " Obat untuk menurunkan tensi".perawat B menyampaikan obat tersebut di berikan kepada Tn. Slamet Raharjo.

" kejadian salah Obat tidak mengenai pasien "
Picture of arif budi wibowo
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by arif budi wibowo - Monday, 17 October 2011, 10:00 PM
 
1. Keselamatan pasien di RS adalah sistem pelayanan dalam suatu RS yang memberikan asuhan kepada pasien menjadi lebih aman. Termasuk di dalamnya mengukur risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko terhadap pasien, analisa insiden, kemampuan untuk belajar & menindaklanjuti insiden serta menerapkan solusi untuk mengurangi risiko.
patient safety sangat dibutuhkan sekali di Rumah sakit yg merupakan tempat pelayanan kesehatan yang sangat komplek baik dlm segi tehnologi,profesi,sistem,mutu sehingga dpt memperkecil adverse event yg akan berakibat pada
terjadinya injuri atau kematian pada pasien.
seperti kata bpk Hippocrates (bapak
kedokteran modern) pernah mengemukakan ungkapan (melayani tanpa harus membahayakan),,,

2. Sebuah cerita sederhana tentang perawat yg tidak mengikuti operan jaga…….ketika mengganti infuse pasien langsung menggati saja tanpa melihat bahwa terapi pasien tersebut infusnya harus didrip obat(penitoin)…..beberapa menit kemudian pasiennya kejang-kejang….untung keluarga pasien cepat melaporkan kejadian ini sehingga tidak menjadi tambah parah dan infusnya langsung diganti dan ditambah penitoin…..
kesimpulannya perawat harus mengetahui terapi pasien sebelum dia melakukan tindakan
mahasiswa MMR
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by irni sofiani - Wednesday, 19 October 2011, 09:16 PM
 
Assalamualaikum w.w.

1. Dengan begitu kompleksnya rumah sakit sebagai suatu kegiatan yang melibatkan banyak bidang ilmu , padat karya dan jasa namun menyangkut jasa pelayanan terhadap manusia, tentu saja keselamatan pasien menjadi isu utama yang harus bisa dikelola dan menjadi budaya dalam setiap rumah sakit. Pasien datang ke rumah sakit dengan membawa harapan bahwa rumah sakit yang ditujunya akan membuat sakit / keluhannya berkurang atau bahkan sembuh, bukan mempertaruhkan dirinya dengan sejumlah risiko salah obat, salah prosedur/tindakan , ketidakprofesionalan, dan lain sebagainya akibat tidak dilakukannya SOP. Segenap person di rumah sakit sudah seharusnya melaksanakan upaya-upaya patient safety baik dengan mematuhi aturan-aturan yang ada dan juga dengan kesadaran hatinya. Dibutuhkan managemen yang baik dan keseriusan untuk melaksanakan hal tersebut sehingga pasien pun dapat merasakan dan percaya bahwa rumah sakit yang ditujunya atau bahkan yang dipilihnya memang memperhatikan aspek-aspek keselamatan terhadap dirinya.

2. KNC, contoh : Seorang pasien mendapatkan obat Antalgin , yang sebenarnya pasien mengetahui riwayatnya tersebut namun saat pasien memberitahu perawat bahwa ia alergi terhadap Antalgin , perawat seperti menganggap sepele dengan berkata : “Ya Pak, nanti dengan dokternya...”. Hasilnya adalah pasien pulang mendapat obat patent Antalgin karena dokter tidak mengetahui informasi tersebut dan pasien juga tidak tahu bahwa obat paten tersebut terkandung antalgin . Hanya karena keberuntungan obat tersebut tidak sampai terminum karena keluarga pasien ada yang mengetahuinya.

Waalaikum salam w.w.

semangad menempuh MMR
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by Wiwit Ciptaningsih Haryanto - Thursday, 20 October 2011, 11:02 AM
 
Assalamualaikum Wr. Wb.

1.Menurut saya dengan adanya perkembanan ilmu dan teknologi yang semakin maju di era global ini sebaiknya Pihak Rumah Sakit lebih menerapkan atau menekankan SOP yang dapat meningkatkan mutu pelayanan dan asuhan pasien dapat berjalan dengan aman. Selain itu juga pihak Rumah Sakit lebih sering mengadakan pelatihan atau bimbingan khusus tentang pengunaan peralatan kedokteran yang ada di RS dengan tujuan agar supaya kemampuan para pelaku kesehatan (dokter,perawat,bidan,dll) yang berada di RS selalu terUpgrade tiap saat sehingga pengunaan/pemanfaatan teknologi yg sudah maju dapat tepat guna dan aman bagi pasien serta rencana pelayanan kesehatan yang diberikan mencapai tujuannya sehingga mencegah terjadinya hal-hal atau kejadian yang tidak diharapkan di Rumah sakit. Tidak hanya itu,,semestinya para pelaku kesehatan juga harus sadar akan tanggung jawab yang diembannya sehinnga dalam melakukan pelayanan terhadap pasien/klien dapat berjalan secara intensif dan dapat memuaskan serta memberi rasa aman terhadap pasien.

2.Contoh KTD :
Pasien di UGD dengan penurunan kesadaran, jatuh dari tampat tidur karena perawat tidak memasang pengaman/restren disaat menyiapkan alat-alat untuk melakukan tindakan.

Waalaikumsalam WR.Wb.(*^_^*)
MMR
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by ida ratnawati - Thursday, 20 October 2011, 01:59 PM
 
1. Program keselamatan kerja RS memang penting sekali supaya dapat mencegah terjadinya kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan, dan bisa juga untuk meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan rumah sakit tersebut.
2. Pengalaman tentang insiden keselamatan pasien yaitu ada seorang akseptor KB IUD mengeluh sakit perut bagian bawah kemudian di periksa oleh dokter SpOG dan di lakukan Aff IUD dalam perjalanan pulang kurang lebih 10 menit pasien tersebut pingsan kemudian kembali ke RB tersebut tetapi tidak ketemu sama dokter SpOG tersebut dan dilakukan pertolongan oleh dokter jaga dengan di berikan infus dan obat analgetik di observasi selama 2 jam pasien tambah kesakitan kemudian di putuskan oleh dokter jaga di rujuk kerumah sakit lain di rumah sakit tsb di lakukan laparatomi ternyata ada sobekan di usus.kasus tersebut menggambarkan seorang dokter melakukan tindakan tanpa di lakukan pemeriksaan yang lebih detail sehingga merugikan pasien
MMR
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by wiwik wiwik dewi sugiharti - Thursday, 20 October 2011, 01:58 PM
 

RS wajib memberikan pelayanan kesehatan maksimal untuk pasiennya. Untuk itu RS harus meminimalkan Medical Error, antara lain dengan memberlakukan System Patient Safety.

Contoh KTD, dulu....saat belum dikenal akreditasi RS, patient safety dll, ada pasien pos op masih terbaring diruang recovery terjatuh akibat pengaman/ restren tidak dipasang.

Picture of musa musa ghufron
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by musa musa ghufron - Thursday, 20 October 2011, 03:21 PM
 
1. Keselamatan px rumah sakit haruslah menjadi kebutuhan bagi kita para pelaku layanan kesehatan sendiri, dengan semakin kompleksnya layanan kita thd px tentunya akan semakin rawan akan terjadinya miss atau kesalahan yg membahayakan bagi si px.
Pelayanan rumah sakit sangatlah padat karya, padat profesi, dan padat akan berbagai peralatan. Oleh krn itulah harus dilakukan usaha-usaha utk mencegah terjadinya miss komunikasi antar profesi, hrs jg dilakukan usaha-usaha utk mencegah pada kesalahan prosedur maupun kesalahan dalam pengoperasian peralatan. Untuk itu SPO transfer informasi sangatlah dibutuhkan. Bagaimana seharusnya agar jgn sampai terjadi kesalahan mengenai identitas px, jgn sampai terjadi kesalahan dalam pemberian obat, jgn sampai terjadi kesalahan dlm melaksanakan prosedur intervensi, maupun kesalahan posisi dlm melaksanakan tindakan operasi. Dan masih banyak lg berbagai kemungkinan kesalahan yg sangat mungkin terjadi yg seharusnya bisa dicegah.
Untuk itulah maka ketujuh langkah untuk melaksanakan tercapainya keselamatan px rumah sakit hrs kita laksanakan agar 6 kejadian yg banyak terjadi dalam kaitannya dg keselamatan px rumah sakit tdk sampai terjadi di rs kita.
2. Kejadian yg sangat memilukan yg kami alami adalah kejadian sentinel ttg salah posisi operasi yg akhirnya terbuka setelah kami lakukan sosialisasi ttg keselamatan px rumah sakit kepada seluruh jajaran karyawan dan setelah kami pastikan pada mereka dan direktur bahwa tidak akan ada blowming bg mereka yg melapor. Sungguh merupakan contoh yg sangat berharga bagi kami krn tidak melaksanakan prosedur transfer informasi dan hand over sebagaimana mestinya, sehingga chess barrier tdk bisa terlaksana dg maksimal mulai sejak px masuk di pendaftaran dan di ugd sampai pd dilaksanakannya operasi. Dokter spesialis yg sangat menganggap enteng masalah keselamatan px rumah sakit tidak melaksanakan prosedur time out sebelum melakukan tindakan yg pada akhirnya jg akan merugikan px maupun kita sendiri seandainya ada tuntutan.
Untuk itulah betapa pentingnya kita semua mulai dari jajaran direksi sampai pd tenaga cleaning service sekalipun agar bisa mengerti dan melaksanakan semua prosedur ttg keselamatan px, tidak terkecuali para dokter spesialis yg notabene sangatlah sulit utk mereka melaksanakan hal tsb, baik itu prosedur time out maupun DPJP di ruangan, shg peran komite medis sendiri jg sangat diperlukan agar semua pihak bisa mengerti dan melaksanakan semua prosedur keselamatan px.
Picture of andhika setiawan
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by andhika setiawan - Thursday, 20 October 2011, 10:25 PM
 
1. Pendapat mengenai program patient safety, pasien safety merupakan hak mutlak dari pasien untuk mendapatkan pelayanan medis yang aman, dan patient safety merupakan kaidah yang melekat tak terpisahkan dari proses pengobatan pasien, seluruh unsur rumah sakit akan disinergikan sehingga upaya penyembuhan efektif dan tentu saja amaan, pasien safety memiliki banyak segi, segi yang dominan menjadi pembicaraan adalah Resiko" , artinya resiko kesalahan pengobatan , resiko kesalahan tindakan,resiko kecelakaan dan hampir pasti terlintas resiko hukum apabila terjadi tuntutan atas adverse event,dari itu patient safety sistem,menjabarkan menjadi sistem yang antisipatif, dari seluruh proses dan peran dalam pelayanan pasien, sehingga sistem akan meminimalkan resiko tersebut,faktor yang lebih penting dari sistem tentu SDM/ M yang akan menjalankan sistem tersebut,yang begitu multi prioritas, spesifik, dan kompleks, memerlukan bangunan yang saling teranyam" untuk menjaganya ,dalam pendapat saya kata "sharing and "caring ,seluruh yang terlibat menjadi prinsip dalam menjaga pasien, sharing berkaitan dengan peningkatan kualitas diri spt pengetahuan , ketrampilan , disiplin,mematuhi standard dan lainnya, caring berkaitan dengan saling mengingatkan antar team ,melengkapi antar team memahami pasien,manajemen yang proaktif dan lainnya.
2. Pengalaman Kejadian Nyaris Celaka, Pasien baru di bangsal,ibu muda dengan Kelemahan umum, dokter konsulen kepada perawat memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan Gula Darah Sewaktu, menggunakan Rapid Glucotest, dan diketahui hasilnya tinggi (jauh diatas normal) , perawat segera melapor kepada dokter dan dokter segera memerintahkan untuk bolus insulin, diobservasi , beberapa waktu , pasien menjadi penurunan kesadaran , dilakukan cek ulang gds sangat rendah , setelah dilakukan bolus D40% pasien berangsur membaik, baru kemudian saling berevaluasi...
Picture of achirudin timora
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by achirudin timora - Friday, 21 October 2011, 12:10 AM
 
1. to err is human, begitu kata pepatah luar negeri yang artinya yang menjadikan seseorang itu disebut manusia karena memang dapat berbuat salah, dalam agama islam diajarkan juga bahwa memang manusia itu bersifat pelupa, lemah dan tergesa-gesa. berbuat salah ADALAH sifat dasar manusia. pengertian ini wajib kita tanamkan untuk membentuk sebuah budaya yang sangat indah yang disebut no blame culture/ blame free culture. sebuah budaya yang akan mendukung berjalannya program yang lebih indah lagi yaitu program keselamatan pasien. sebenarnya secara pribadi saya merasa tidak nyaman dengan sebutan "keselamatan pasien" ini karena kesannya pasien itu begitu masuk rumah sakit seolah-olah sedang dalam bahaya yang besar, jadi rancu kan, masuk rumah sakit mau sembuh atau mau tambah sakit?? tapi hal tersebut memang sebuah kenyataan, yang bahkan terjadi di rumah sakit-rumah sakit besar di amerika.
sebenarnya tantangan pelaksnaan program ini tidak lagi pada bagaimana meyakinkan stake holder untuk "ngeh" dengan program ini karena mau tidak mau program ini harus dijalankan sesuai dengan kebijakan akreditasi rumah sakit yang menggunakan pendekatan keselamatan pasien sebagai salah satu parameter utama penilaian akreditasi. menurut saya tantangan program ini sekarang adalah bagaimana menjalankan program ini tetap continu dengan cost yang minimal, artinya adalah bagaimana meningkatkan komunikasi, edukasi dan keikutsertaan pasien dan keluarganya dalam upaya menuju kesembuhan pasien. sedangkan beberapa hal yang sudah disebutkan rekan-rekan di atas seperti SOP yang detail dan dipahami (tersosialisasi dengan baik) dan dilaksanakan dengan baik, juga tentang langkah-langkah menuju keselamatan pasien adalah tidak kalah penting. demikian juga budaya blame free juga sangat penting terkait dengan jumlah kejadian yang dilaporkan, krn bila sudah malas atau takut lapor krn takut diejek atau dipersalahkan maka kesempatan kita mendapat input untuk perbaikan ke depan akan hilang, sehingga kesalahan akan terulang dan terulang kembali.
2. contoh KTD yang pernah terjadi di IGD, salah injeksi obat, advise dokter ranitidin, yang dimasukkan lidokain.
contoh KNC salah obat yang diberikan kepada pasien dengan nama yang sama dan alamat yang sama tetapi belum jadi diminum karena ketahuan oleh keluarga pasien, karena keluarga pasien cukup kritis menanyakan tentang obat.
djalu
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by djalu naskutub - Friday, 21 October 2011, 11:47 PM
 
1.Salah satu program yg menjadi dasar keselamatan pasien adalah menekan atau  menurunkan insiden keselamatan pasien beserta KTD.                                         Keselamatan pasien rumah sakit sendiri adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman.
Sistem tersebut meliputi:
-assesmen resiko
-identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan resiko pasien
-pelaporan dan analisis insiden
-kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko.
Mengingat masalah keselamatan pasien merupakan masalah yang perlu ditangani segera di rumah sakit maka  diperlukan standar keselamatan pasien rumah sakit yang merupakan acuan bagi rumah sakit untuk melaksanakan kegiatannya.
Standar keselamatan pasien terdiri dari 7 standar yang mengacu pada "Hospital Pasien Safety Standar"

2.Pengalaman tentang insiden keselamatan pasien  di rumah sakit;
pada waktu pelaksanaan imunisasi pada bayi,salah satu petugas menyuntik di paha bayi tibatiba jarum mau ditarik keluar terjadi kejadian tidak diinginkan yaitu jarum patah didalam paha bayi,dilakukan foto rongen ternyata benar patahan jarm ada didalam,seketika itu dilakukan operasi tapi tidak berhasil dan dirujuk ke surabaya dng peralatan lebih canggih.

Picture of andika purwita aji
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by andika purwita aji - Saturday, 22 October 2011, 12:06 AM
 
      Program Keselamatan Pasien di RS adalah sebuah paradigma yang menggambarkan bahwa Rumah Sakit yang notabene adalah suatu institusi kesehatan yang merupakan suatu penyelamat malah terkadang mengabaikan sisi keselamatan itu sediri, dari sisi SDM nya terutama baik dari tenaga medis maupun pasien atau keluarga pasien merupakan faktor2 yang mempengaruhi keselamtan pasien.Maka menurut PERMENKES RI no 1691 setiap rumah sakit harus memiliki TKPRS yaitu Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit yang mana mengemban tugas untuk menyusun prosedur dan kebijakan terkait dengan program keselamatan pasien di rumah sakit.
      Kejadian yang pernah ada terkait dengan keselamatan pasien di rumah sakit yaitu di suatu RSUD di Jateng dimana RS dengan 175 bed hanya ada 1 dokter spec. dalam belum lagi pasien rawat jalan sekitar 80-100 per hari hal itu menyebabkan kurang maksimalnya penangan pasien karena terlalu banyak pasien yang harus ditagani dokter dalam 1 waktu.
budianto
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by Budianto Budianto - Thursday, 27 October 2011, 12:37 PM
 
Patient Safety adalah suatu sistim dimana Rumah Sakit membuat asuhan pasien lebih aman, dengan tujuan : Terciptanya budaya keselamatan pasien di RS, Meningkatnya akuntabilitas RS terhadap pasien dan masyarakat, Menurunnya Kejadian Tidak Diharapkan di RS, Terlaksananya program - program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan KTD.

Salah satu contoh yang berkaitan dengan pasien safety :
Ada seorang pasien yang akan dilakukan operasi tumor kandungan, sebelum dilakukan operasi dilakukan pemeriksaan laboratorium dan USG Abdomen. Hasil lab. dalam batas normal dan hasil USG Abdomen dengan kesimpulan Mioma Uteri. Diagnose dr kandungan dan diagnose dr radiologi adalah sama yaitu mioma uteri. Lalu dilakukan tindakan pembedahan kandungan oleh dr Obgyn, setelah dilakukan operasi ternyata tumor tersebut diluar kandungan dan melekat. dr Obgyn bekerja sama dengan dr bedah umum melakukan koordinasi, tindakan apa yang tepat terhadap tumor tersebut ternyata tidak dilakukan tindakan apa - apa, luka bekas sayatan operasi dijahit lagi.
Selang 3 hari setelah keadaan umum pasien membaik dirujuk ke RS dr Soetomo Surabaya.
Picture of sujatmiko sujatmiko
Re: Tugas : Pengantar Patient Safety RS
by sujatmiko sujatmiko - Wednesday, 11 April 2012, 12:35 PM
 

Tugas Patient Safety

Nama Mahasiswa : SUJATMIKO

NIM : 201110300016

Angkatan : 6B

Dosen : dr.Arlina Dewi, M. Kes

 

Komentar atau masukan tentang "Program Keselamatan Pasien di RS

Implementasi pasien safety tak bisa dipisahkan dari budaya safety yang mendukung dilingkungan lembaga pelayanan kesehatan, sehingga perlu ada peningkatkan budaya safety dan sistem yang mendukung pelaksanaan budaya itu untuk pelayanan berkualitas terhadap pasien. Salah satunya adalah Medication Safety dimana penggunaan obat-obatan secara aman mensyaratkan adanya perencanaan yang sangat hati-hati dan hal itu tidak mungkin dicapai jika semua sumber daya organisasi hanya diarahkan pada pencapaian orientasi jangka pendek semata. Selain itu kesalahan yang berkaitan dengan obat-obatan menempati posisi terbesar dalam medical error di rumah sakit

pengalaman ttg Insiden Keselamatan Pasien di RS Bpk/Ibu bisa KNC atau KTD, baik yang sudah dilaporkan ataupun yang belum/tidak dilaporkan) berkaitan dengan medication safety yaitu jika persediaan stok obat terbatas maka pelayanan medis kepada pasien bermasalah karena obat tidak tersedia sesuai kebutuhan. Ini akan menjadi sumber keluhan yang sering terjadi di rumah sakit.