Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Arlina Dewi, dr. M.Kes.
"Keselamatan Pasien di RS"
by Arlina Dewi, dr. M.Kes. - Monday, 10 October 2011, 08:42 AM
 
Silahkan berikan komentar atau pengalaman tentang insiden "pasien safety" yang pernah terjadi di Rumah Sakit. Silahkan membaca dulu artikel yang saya lampirkan.
Picture of rahmi ayu budi amalia
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by rahmi ayu budi amalia - Tuesday, 11 October 2011, 12:11 AM
 
saya ingin sedikit sharing tentang kjadian yg tdk diharapkan...sbnrnya ini bukan hal yg prnah saya, klrga atau kerabat sy atau bahkan ttangga saya alami...hhe, jd bberapa hari yang lalu, sy melihat berita disuatu statiun tv yg mngulas ttg kejadian "merugikan" yg tlah dilakukn RS dikalimanan shg merugikan bahkan membuat seseorg mungkin kehilangan masa depannya. seorang bayi perempuan telah kehilangan beberapa jari nya krn melepuh..menurut keterangan klga, bayi nya lahir dlm keadaan prematur dan mmbuuhkan cairan infus..entah bagaimana dan kesalahan dr syp..cairan infus yg diberikan slh, sehingga mmbuat si anak melepuh jari nya smp harus di amputasi..dokter mminta pihak klrga unt mmbelikan cairan infus sndr krn kebeulan cairan tersebut dk tersedia di RS, lalu pihak klrga membelinya di apotek dg memberikan resep yg ditulis oleh dokter. nah klo kasus sprt sebaiknya pertanggungjawaban RS smp dimana??? krn kebetulan klrg tersebut adl klrga dk mampu shg tdk dpt menuntut RS sebagaimana mestinya...tp menurut sy, wlw klrg pasien tdk menuntut, RS hrs bertanggung jwb ttg ini...nah gmn tuh???
Picture of diah sukmawati hidayah
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by diah sukmawati hidayah - Thursday, 13 October 2011, 02:02 AM
 
Patient safety atau keselamatan pasien sangat erat hubungannya dengan profesionalisme tenaga medis yang terkait, seperti dokter, perawat, bidan, radiologist, dsb. Profesionalisme disini dapat ditunjukkan dengan 3 hal yang penting yaitu knowledge, skill, dan attitude. Itulah mengapa dalam salah satu contohnya seorang tenaga medis harus menjadi Long-Life Learner dengan terus mengupdate ilmu berbasis bukti (Evidence-Based Medicine), karena hal ini sangat terkait HTA (Health Technology Assesment) dimana didalamnya terdapat peran profesi medis dalam melaksanakan analisis efektivitas klinis yang berujung pada Patient Safety, salah satunya yaitu melakukan audit medis untuk mengevaluasi mutu pelayanan yang telah diberikan oleh tenaga medis dalam meningkatkan keselamatan pasien.
Ada satu kisah menarik yang pernah saya temui saat ko-assisten di stase bedah. Saat itu datang seorang laki-laki berusia 17 tahun ke poliklinik bedah untuk memeriksakan kondisi tangannya. Pasien mengaku sekitar 4 hari sebelum datang ke poli bedah, ia dibacok oleh seseorang di pergelangan tangannya, saat itu dia langsung dibawa ke salah satu rumah sakit, dan dari rumah sakit tersebut diberikan rujukan untuk ke rumah sakit tempat saya ko-assisten. Di rumah sakit tersebut, dokter UGD yang bertugas saat itu melakukan tindakan dengan melakukan hecting (penjahitan) pada luka yang terbuka tersebut. Lalu pasien diperbolehkan pulang dan diminta untuk kontrol 3 hari kemudian.
Disinilah menariknya, saat pasien kontrol untuk memeriksakan kondisi jahitan lukanya, dokter spesialis bedah melakukan pemeriksaan dengan meminta pasien membuka jari-jarinya (mengekstensikan palang 2 dan 3), ternyata hasilnya pasien tidak dapat mengekstensikan beberapa jarinya. Dan ketika ditanya lebih lanjut, ternyata lukanya terbuka sampai terlihat bagian tulang. Dan jelas pasien mengalami ruptur tendo, yang artinya harus dilakukan operasi repair tendo oleh ahli bedah.
Apa yang salah ?
1. Didalam rekam medis pasien di dapatkan lembar rujukan yang menyatakan merujuk pada dokter spesialis bedah. Namun bagian first line, dalam hal ini dokter UGD, melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh dokter bedah (bukan kompetensinya)
2. Dokter tersebut melakukan penjahitan tanpa melakukan repair tendo yang mengakibatkan pasien tidak dapat meluruskan jarinya.
Apakah artinya pasien ini harus di operasi kembali ? Untuk menyambung tendo yang putus ?

Semoga ini dapat menjadi perenungan kita bersama.
Keselamatan pasien adalah hal utama dalam pelayanan rumah sakit.
Picture of munawir saragih
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by munawir saragih - Thursday, 13 October 2011, 04:39 PM
 
Pasien safety adalah disiplin kesehatan yang baru yang menekankan pelaporan, analisis, dan pencegahan kesalahan medis yang sering menyebabkan kejadian yang merugikan kesehatan. isu ini muncul setelah tahun 90'an karena banyaknya laporan kerugian dan kematian yang disebabkan oleh "medical errors". menurut saya keselamatan pasien memang harus diutamakan sehingga medical errors dapat diminimalisir. hal ini tidak hanya memberikan rasa aman pada pasien tapi juga pada tenaga medis.
Picture of Irmawati Masyhuda
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by Irmawati Masyhuda - Thursday, 13 October 2011, 09:20 PM
 
Saya ingin membagikan pengalaman saya saat ko-assisten di stase anak yang berkaitan dengan patient safety. Pada saat itu ada KTD (kejadian yang idak diharapkan) di RS tempat saya koass yakni ada salah satu praktikan yang salah menyuntikkan obat kepada pasien. Obat yang disuntikkan tersebut adalah antibiotik, padahal anak/pasien tersebut mempunyai alergi terhadap bermacam-macam antibiotik. Saat itu ibu pasien melapor karena sebenarnya anaknya tidak mendapatkan obat injeksi. Setelah ditelusuri diketahuilah bahwa obat yang disuntikkan tersebut bukan untuk anaknya tetapi untuk teman sekamar pasien. Ibu pasien sangat khawatir namun alhamdulillah tidak terjadi reaksi anafilaksis pd pasien tersebut. Kemudian praktikan tersebut diskors selama 1 minggu atas kelalaiannya.

Dari pengalaman di atas, dapat disimpulkan bahwa patient safety sangat penting untuk selalu diaplikasikan, karena hal ini akan mencegah KTD seperti kasus di atas. Untung saja pasien yang salah mendapatkan obat tersebut tidak menalami reaksi anafilaksis, karena jika terjadi sesuatu pada anak tersebut maka baik praktikan maupun RS akan dituntut oleh keluarga pasien karena kelalaian salah satu praktikan. Padahal hal tersebut sangat sederhana dan dapat dicegah. Jika saja praktikan tersebut sebelum menyuntikkan obat melihat nama pasien di t4 tidurnya atau menanyakan namanya ke pasien, maka hal ini tidak akan terjadi.

Pelajaran yang dapat diambil dari kasus ini adalah jika ingin melakukan sesuatu tindakan apapun kepada pasien harus selalu menanyakan identitas pasien dan mengecek bahwa tindakan tersebut memang untuk pasien itu.

Semoga bermanfaat...
terima kasih
Picture of arief darmawan
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by arief darmawan - Thursday, 13 October 2011, 09:34 PM
 

SETUJU ... ... ... ...

Pasien Safety penting untuk dilaksanakan seluruh elemen di rumah sakit.

Natrium bikarbonat (NaHCO3) atau kerap disebut dengan Bicnat merupakan senyawa garam yang bersifat basa, sehingga digunakan untuk mengatasi asidosis, tanpa pasien safety maka dapat menyebabkan kasus seperti yang disampaikan “Rahmi”. Begitu juga dengan kasus yang disampaikan “Irma”. Konsep penting dalam pasien safety adalah “keamanan”.

Keamanan adalah prinsip yang paling fundamental dalam pemberian pelayanan kesehatan maupun keperawatan, dan sekaligus aspek yang paling kritis dari manajemen kualitas. Keselamatan pasien (patient safety) adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman, mencegah terjadinya cidera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.

Sebetulnya Departemen Kesehatan RI telah menerbitkan Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit (Patient Safety) edisi kedua pada tahun 2008 yang terdiri dari dari 7 standar yakni:

  1. Hak pasien
  2. Mendididik pasien dan keluarga
  3. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
  4. Penggunaan metoda metoda peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien
  5. Peran kepemimpinan dalam meningkatakan keselamatan pasien
  6. Mendidik staf tentang keselamatn pasien
  7. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien

Untuk mencapai ke tujuh standar di atas Panduan Nasional tersebut menganjurkan ’Tujuh Langkah Menuju Kesematan Pasien Rumah Sakit’ yang terdiri dari:

  1. Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
  2. Pimpin dan dukung staf
  3. Integrasikan aktivitas pengelolaan risiko
  4. Kembangkan sistem pelaporan
  5. Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien
  6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien
  7. Cegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasien

TERIMA KASIH ... ... ...

Picture of Indah Septianingrum
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by Indah Septianingrum - Thursday, 13 October 2011, 09:39 PM
 
assalamualaikum wr.wb
saya mau berbagi cerita....kejadian ini tidak terjadi ditempat koass saya, tapi diRS lain. meski saya tidak melihat langsung, tapi saya mendengar ceritanya langsung dari koass yang mengalami kejadian tersebut. singkat cerita, koass teman saya itu sedang mengikuti koass pada awal2 minggu pertama koass...jadi mash baru dan masih belajar....nah, waktu itu dia ditugasi untuk menjaga pasien post operasi...dan yang disayangkan dia menunggui pasien tersebut sendiri, tanpa ditemani oleh perawat atau orang lain yang sudah berpengalaman. dan tanpa disengaja ntah apa yang terjadi pada saat itu, pasien post operasi itu jatuh dari bed pasien. mungkin hal itu tidak akan terjadi, seandainya ada koordinasi yang cermat antara koass dan perawat atau orang yang berpengalaman.
Picture of Agung Firmansyah  Lamondjong
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by Agung Firmansyah Lamondjong - Monday, 17 October 2011, 05:52 PM
 
assalamualaikum wr.wb....

sy mau brbagi cerita mngenai keselamatn pasien di RS. kejadianny trjd pada teman satu asrama, kt sebut saja Maya (nama samaran). Maya prg ke RS, yg sdh trkenal reputasiny dlm pelayan keshatan dJogja. si MAya prg ke RS dgn tujuan untk mencabt giginy, slsai giginy dicabut, dkter mmbrikan obat antibiotik. tp apa yg trjd slth obtny diminum, selurh badan mnjd merah, bengka2 sprti kepitng rebus. bskny Maya prg ke RS trsbut dan lgsung menanyakan pada dkter yg kmrn mmbrikn obt, kata dkter kamu alergi dgn obat antibiotik yg dbrikan...

kejdian sprti ini bs datas klu dkter mmriksa sesuai dgn prosedur.... tmkash
it's me
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by della mawros dwita - Thursday, 20 October 2011, 09:01 PM
 
Rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan modern adalah suatu organisasi yang sangat komplek karena padat modal, padat tehnologi, padat karya, padat profesi, padat sistem, dan padat mutu serta padat resiko sehingga tidak mengejutkan bila kejadian tidak diinginkan (KTD = adverse event) akan sering terjadi dan akan berakibat pada terjadinya injuri atau kematian pada pasien.
Melihat kenyataan di atas, maka Organisasi kesehatan dunia (WHO) juga telah menegaskan pentingnya Keselamatan dalam pelayanan kepada pasien: “Safety is afundamental principle of patient care and a critical component of quality management.” (World Alliance for Patient Safety Forward Programme WHO, 2004).
Sebenarnya apabila kita sebagai pemberi pelayanan medis atau kesehatan telah menyadari pada dasarnya masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang bermutu dan perlindungan yang layak baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Maka,untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan dalam memberikan pelayanannya pada masyarakat, rumah sakit wajib memenuhi standar pelayanan rumah sakit, sedangkan tenaga kesehatan di RS dalam melakukan tugasnya berkewajiban mematuhi standart profesi serta memperhatikan hak pasien.

Hal kecil tapi berdampak besar adalah kebisaaan "Cuci Tangan" yang benar setiap selesai melakukan tindakan medis sebagai prinsip pengendalian infeksi, rasanya msh menjadi hal yang harus selalu di ingatkan dan menjadi perhatian.

Picture of maryam jamilah
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by maryam jamilah - Friday, 21 October 2011, 11:27 PM
 
pasien safety merupakan hal yang penting untuk selalu kita pertimbangkan. akan tetapi bila melihat kenyataan yang terjadi di dunia perrumahsakitan di Indonesia, dengan segala permasalahan mulai dari kondisi masyarakat hingga ke sistem pelayanan RS, seringkali pasien safety terabaikan. contohnya seperti dalam kuliah dr. Arlina ttg lift. mungkin itu hal yang sebenarnya tidak langsung menyinggung hal medis, tetapi hal ini atau sektor2 selain sisi medis, kita juga harus mempertimbangkan pasien saferty dalam seluruh aspek di RS.
mungkin contohnya adalah kamar atau bed bekas pasien2 dgn penyakit menular berbahaya, saya rasa amat sangat perlu di sterilkan dulu sebelum dipakai pasien lain, bukan hanya memikirkan BOR, merupakan suatu kewajiban RS menghindarkan pasiennya tertular penyakit lain.
terimakasih
Picture of Arif Kurniadi
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by Arif Kurniadi - Monday, 23 January 2012, 09:07 PM
 

KTD (Kejadian Yang Tidak Diharapkan) dapat dicegah dan ditangani dengan melakukan dua pendekatan, yaitu pertama pendekatan personal; pendekatan ini memfokuskan pada tindakan yang tidak aman, melakukan dan pelanggaran prosedur, dari orang-orang yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan (dokter, perawat, ahli bedah, ahli anestesi, farmasis dan lain-lain). Tindakan tidak aman ini dianggap berasal dari proses mental yang menyimpang seperti mudah lupa, kurang perhatian, motivasi yang buruk, tidak hati-hati, alpa dan sembrono. Kedua, pendekatan sistem. Pemikiran dasar dari pendekatan ini yaitu bahwa manusia adalah dapat berbuat salah dan karenanya dapat terjadi kesalahan. Disini kesalahan dianggap lebih sebagai konsekuensi daripada sebagai penyebab. Dalam pendekatan ini diasumsikan bahwa kita tidak akan dapat mengubah sifat alamiah manusia ini, tetapi kita harus mengubah kondisi dimana manusia itu bekerja.

Gerakan keselamatan pasien adalah suatu program yang belum lama diimplementasikan diseluruh dunia, karena itu masih dimungkinkan pengembangan untuk implementasinya. Di Indonesia, PERSI telah mensosialisasikan langkah-langkah yang dipakai untuk implementasi di rumah sakit seluruh Indonesia. Langkah-langkah tersebut adalah :

  1. Membangun budaya keselamatan pasien (Create a culture that is open and fair).
  2. Memimpin dan mendukung staf (Establish a clear and strong focus on Patient Safety throughout your organization).
  3. Mengintegrasikan kegiatan-kegiatan manajemen risiko (Develop systems and processes to manage your risks and identify and assess things that could go wrong).
  4. Meningkatkan kegiatan pelaporan (Ensure your staff can easily report incidents locally and nationally).
  5. Melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien (Develop ways to communicate openly with and listen to patients).
  6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien (Encourage staff to use root cause analysis to learn how and why incidents happen).
  7. Menerapkan solusi-solusi untuk mencegah cidera (Embed lessons through changes to practice, processes or systems).

Ketujuh langkah diatas tidak harus serentak dilaksanakan, tetapi dapat dilaksanakan sesuai kondisi dan situasi rumah sakit yang bersangkutan yang tentunya harus terus dikembangkan agar semua langkah diatas pada akhirnya dapat terlaksana semua.

Picture of Arlina Dewi, dr. M.Kes.
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by Arlina Dewi, dr. M.Kes. - Tuesday, 24 January 2012, 11:59 AM
 
Pelaksanaan Patient Safety di RS merupakan hal yang wajib untuk dilaksanakan di RS> Lihat UUR RS no 44/2009 dan Permenkes 1691/th 2011 tentang Keelamatan Pasien RS :
Psal 6
Pasal 6
(1) Setiap rumah sakit wajib membentuk Tim Keselamatan Pasien Rumah
Sakit (TKPRS) yang ditetapkan oleh kepala rumah sakit sebagai pelaksana
kegiatan keselamatan pasien.
(2) TKPRS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada
kepala rumah sakit.
(3) Keanggotaan TKPRS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari
manajemen rumah sakit dan unsur dari profesi kesehatan di rumah sakit.
(4) TKPRS melaksanakan tugas:
a. mengembangkan program keselamatan pasien di rumah sakit sesuai
dengan kekhususan rumah sakit tersebut;
b. menyusun kebijakan dan prosedur terkait dengan program
keselamatan pasien rumah sakit;
c. menjalankan peran untuk melakukan motivasi, edukasi, konsultasi,
pemantauan (monitoring) dan penilaian (evaluasi) tentang terapan
(implementasi) program keselamatan pasien rumah sakit;
d. bekerja sama dengan bagian pendidikan dan pelatihan rumah sakit
untuk melakukan pelatihan internal keselamatan pasien rumah sakit;
e. melakukan pencatatan, pelaporan insiden, analisa insiden serta
mengembangkan solusi untuk pembelajaran;
f. memberikan masukan dan pertimbangan kepada kepala rumah sakit
dalam rangka pengambilan kebijakan Keselamatan Pasien Rumah
Sakit; dan
g. membuat laporan kegiatan kepada kepala rumah sakit.
Picture of ismy dianty
Re: "Keselamatan Pasien di RS"
by ismy dianty - Thursday, 26 January 2012, 07:46 PM
 
Mengenai pasien safety terutama di Indonesia masih ada beberapa RS yang tidak memperhatikan keselamatan pasien dengan melihat keadaan RS yg tidak sesuai dengan standar RS. di RS tempat koass, untuk keselamatan pasien seperti pegangan di kamar mandi, atau pun pegangan di koridor RS hanya terdapat pada beberapa bangsal saja, bangsal lain masih ada yang tidak ada pegangan tangan untuk pasien. hal ini berpengaruh terhadap keselamatan pasien terutama pasien-pasien lansia. Selain itu ada kejadian pasien terjatuh dari bed, dimungkinkan karena bed tidak ada pembatasnya (tidak ada penutup) sehingga pasien jatuh. keselamatan pasien harus diperhatikan di RS agar tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan yang dapat merugikan pasien dan juga RS.