Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
aini
kasus manajemen konflik RS
by Q. Aini - Wednesday, 27 July 2011, 02:45 PM
 

Di tengah krisis dokter yang dihadapi RSU Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh, ternyata tiga dokter spesialis yang selama ini bertugas di rumah sakit tersebut, terhitung 18 Mei 2010 dipindahkan ke Puskesmas. Akibatnya, dua hari lalu, pelayanan di rumah sakit milik Pemkab Aceh Barat itu nyaris lumpuh.

Berdasarkan SK Bupati Aceh Barat yang dikeluarkan awal Mei 2010, ketiga dokter spesialis itu diperbantukan ke Puskesmas Peureumeu, Kecamatan Kaway XVI. Sedangkan tugas pokok, termasuk gaji masih tetap di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Inilah yang juga memunculkan keheranan beberapa kalangan, termasuk para dokter yang dicopot itu.

Ketiga dokter spesialis yang tidak diizinkan lagi bertugas di RSUD Cut Nyak Dhien itu adalah spesialis anak, spesialis penyakit dalam, dan spesialis kandungan. Kita memang tak tahu bagaimana duduk persoalan dalam kasus itu.

Keluhan masyarakat selama ini terhadap rumah sakit di daerah adalah soal ketiadaan tenaga dokter spesialis. Kalaupun ada tapi tidak tetap. Dokter-dokter spessialis yang bertugas di rumah sakit daerah, apalagi daerah terpencil, umumnya tidak mau menetap meski dibayar mahal.

Mantan Menkes Siti Fadhilah Supari pernah mengatakan, “Memang sangat sulit untuk mengirim dokter spesialis ke daerah. Menurut saya, sebaiknya semua yang dididik spesialis diberikan ketentuan bahwa setelah lulus harus PTT satu tahun di daerah terpencil, kemudian selesai dan berganti-ganti terus. Dengan cara ini, saya kira daerah terpencil akan dapat di-cover”.

Beberapa tahun yang lalu, ada suatu ketentuan untuk meningkatkan tenaga spesialis ini, dilaksanakan pendidikan tenaga dokter spesialis berbasis kompetensi di rumah sakit daerah yang belum tersedia fasilitas pendidikan fakultas kedokteran. Jadi seperti dokter yang magang di rumah sakit, kemudian diuji oleh universitas yang terdekat. Pola pendidikan seperti ini dimulai di Provinsi Aceh, NTT, dan Maluku.”

Tapi persoalannya ternyata tak sesederhana itu, satu hasil survei dua tahun lalu menemukan kenyataan buruk. Yakni, lebih dari 50 persen dokter kurang kompeten. Meskipun sudah mempunyai sertifikat Continuing Medical Education (CME), belum tentu dia dokter yang baik. Banyak fakultas kedokteran yang didirikan hanya demi uang. Ini sangat berbahaya. Celakanya lagi, perguruan tinggi negeri (PTN) ikut-ikutan. Yang tidak punya kompetensi tapi punya uang diterima jadi mahasiswa. Sebaliknya yang punya kompetensi tapi tidak punya uang tidak diterima.

Pertanyaan :

1. Apa sumber dari konflik yang sedang terjadi ?

2. Siapa yang dirugikan dengan adanya konflik di tas?

3. Jika Anda sebagai direktur Rs yang bertanggung jawab atas situasi yang terjadi, darimana Anda akan memulai mencari pemecahan masalah ini ?

4. Anda dapat memilih satu cara penanggulangan konflik, dan uraikan pendapat anda.

5. Hal positif apa yang dapat diambil dari konflik diatas?


Picture of Bayu Anggileo Pramesona
Re: kasus manajemen konflik RS
by Bayu Anggileo Pramesona - Thursday, 28 July 2011, 11:06 PM
 
tugas terkirim..berkedip
Picture of Suci Amin
Re: kasus manajemen konflik RS / SUCI AMIN - 20101030054
by Suci Amin - Thursday, 28 July 2011, 11:18 PM
 

1. Apa sumber dari konflik yang sedang terjadi adalah diberlakukannya SK bupati aceh barat yang terkait dengan pemindahan 3 dokter spesialis RSU Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh yang diperbantukan ke Puskesmas Peureumeu, Kecamatan Kaway XVI.

2. Yang dirugikan dengan adanya konflik di atas adalah pihak RSU Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh yg merupakan tempat bertugasnya 3 orang dokter spesialis yang di pindahkan ke puskesmas, karena dengan dipindahkannya spesialis ini pelayanan RS ini terlihat menurun drastis, antusias masyarakat untuk mendapatkan pelayanan tidak terpenuhi yg berimbas juga kepada pendapatan dari RS tersebut, selain itu untuk tugas pokok dan gaji dari 3 dokter spesialis tersebut masih dalam tanggungan dari RSU Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh,

3.Cara memulai mencari pemecahan masalah ini yaitu dengan cara

a. Menganalisa dan Mencari permasalahan utama kenapa harus 3 dokter spesialis yg sudah lama menetap di RS harus dipindahkan ke puskesmas

b. Mengubah po-sisi pihak lain, dengan menunjukkan kerugian yang mungkin timbul akibat dipindahkannya ketiga dokter spesialis tersebut, dengan bukti faktual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku

4. Penanggulangan konflik yang saya gunakan adalah dengan strategi penanggulangan kompromi, dimana saya setuju dengan pendapatnya Mantan Menkes Siti Fadhilah Supari pernah mengatakan, “Memang sangat sulit untuk mengirim dokter spesialis ke daerah, sebaiknya semua yang dididik spesialis diberikan ketentuan bahwa setelah lulus harus PTT satu tahun di daerah terpencil, kemudian selesai dan berganti-ganti terus. Dengan cara ini, saya kira daerah terpencil akan dapat di-cover", dengan pernyataan itu dokter spesialis yang sudah lama mengabdi di RS tidak perlu dipindahkan ke puskesmas, karena selain akan mendapatkan dampak yang buruk terhadap rumah sakit, masyarakat yang sudah merasa mendapatkan pelayanan yang baik dari RS tersebut akan merasa kecewa sehingga akan mencari dan penyesuaian lagi terhadap dokter dan rumah sakit yang baru. dengan diberlakukannya sistim PTT atau pengabdian bagi dokter spesialis yang baru menyelesaikan pendidikannya di tempatkan di puskesmas. sehingga dengan penempatan seperti ini permasalahan pemerataan pelayanan untuk dokter spesialis bagi masyarakat akan terpenuhi yang sesuai seperti mereka harapkan, sehingga masyakat sehat akan bisa terealisasi

5. Hal positif apa yang dapat diambil dari konflik diatas adalah sebagai seorang pelayanan kesehatan harus selalu siap jika suatu saat jika dibutuhkan oleh suatu masyarakat walau itu jauh dan tidak sesuai dengan keinginan kita, tetap optimis harus memberikan pelayanan yang terbaik dan mematuhi peraturan yang berlaku.

Picture of Bobet Evih Hedi IR
kasus manajemen konflik RS (Bobet)
by Bobet Evih Hedi IR - Thursday, 28 July 2011, 11:36 PM
 
Bobet Evih Hedi I.R
20101030033

1. Sumber konflik adalah keengganan dokter spesialis untuk berpraktek di daerah-daerah terpencil.

2. Yang dirugikan adalah :
a. Konsumen Rumah Sakit
b. Masyarakat di daerah-daerah terpencil
c. pemerintah karena tidak dapat melakukan penyebaran dokternya.

3. Pemecahan masalah :
a. mencari, menganalisa dan memeberikan solusi mengapa dokter spesialis enggan berpraktek di daerah terpencil.
b. Memberikan tugas atau jam kerja tertentu untuk bekerja di puskesmas-puskesmas daerah terpencil bagi dokter spesialis atau residen dokter.

4. Penanggulanagan konflik menggunakan pendekatan Win-Win approach. Kita harus dapat bekerja sama dengan dokter spesialis agar dapat mencover masyarakat daerah terpencil tanpa harus Rumah Sakit kehilangan pelayanan spesialisnya. Jadwal berputar yang menyesuaikan, tempat, waktu, jarak, kunjungan pasien maupun dokternya harus dapat dibuat seefektif mungkin sehingga Rumah sakit dan Puskesmas daerah terpencil dapat ter-cover oleh dokter spesialis.

5. Hal positif dengan adanya konflik adalah fakultas kedokteran baru banyak didirikan sehingga masyarakat daerah terpencil dapat menikmati pelayanan pendidikan lebih terjangkau oleh fakultas.
Picture of Octaviea Helmy W
Re: kasus manajemen konflik RS
by Octaviea Helmy W - Thursday, 28 July 2011, 11:30 PM
 
segera kirim sebelum pagii smile
Picture of Wulan Rahmadhani
Re: kasus manajemen konflik RS
by Wulan Rahmadhani - Thursday, 28 July 2011, 11:59 PM
 
Tugas di kirim senyum
Picture of Khannah Nuur Rochmah
Re: kasus manajemen konflik RS_Khannah Nuur R
by Khannah Nuur Rochmah - Friday, 29 July 2011, 12:25 AM
 
tugas terkirimmmm....
Picture of Goziyan Ns
Re: kasus manajemen konflik RS
by Goziyan Ns - Friday, 29 July 2011, 12:28 AM
 
tugas kasus manajemen konflik
Picture of Famella Tiara Nadya
Re: kasus manajemen konflik RS
by Famella Tiara Nadya - Friday, 29 July 2011, 12:39 AM
 
tugas manajemen konflik RS
Picture of Dina Deviani
Re: kasus manajemen konflik RS
by Dina Deviani - Friday, 29 July 2011, 12:48 AM
 
1.sumber dari konflik tersebut adalah kurangnya tenaga dokter spesialis yang mau ditugaskan di daerah. hal ini disebabkan karena kurangnya pemerataan pembangunan sehingga dokter spesialis pun engggan untuk bekerja disuatu daerah terpencil.
2. Pihak yang dirugikan dalam hal ini adalah RSUD dan masyarakat sekitarnya.Untuk Pihak RS kehilangan 3 tenaga ahlinya, hal ini dapat menyebabkan terhambatnya pelayanan kesehatan di Rs, pendapatan rs menjadi menurun.untuk masyarakat tidak lg bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dari dr spesialis saat mereka membutuhkan.
3. Dengan melakukan lobbying kepada bupati yang mengeluarkan kebijakan tersebut.Sehingga diharapkan bupati mentelaah ulang kebijakan tersebut agar keputusan yang diambil tidak merugikan salah satu pihak.
4.Pendekatan menggunakan win win approach, dimana tidak ada pihak yang merasa dirugikan. RSUD tidak kehilangan 3 dr spesialisnya, puskesmas pun mampu mendatangkan dr spesialis untuk mengadakan pelayanan kesehatan.
5. hal positif dlm konflik ini adalah mengetahui betapa pentingnya dan masih sangat dibutuhkannya tenaga kesehatan di daerah perkotaan dan daerah daerah terpencil, sehingga pemerintah mampu melakukan pemerataan tenaga dokter agar semua masyarakat dapat mendapatkan pelayanan kesehatan. 
Picture of Deni Jefri
Re: kasus manajemen konflik RS
by Deni Jefri - Friday, 29 July 2011, 12:54 AM
 
1. konflik utama yang sedang terjadi di rumah sakit tersebut adalah hampir lumpuhnya pelayanan rumah sakit diakibatkan kurangnya dokter spesialis di rumah sakit tersebut.dan yang menjadi tanda tanya besar adalah pengeluaran dokter spesialis yang jels2 masih dan sangat dibutuhkan di RS tesb..

2.yang dirugikan adalah masyarakat dan pemkab aceh
masyarakat:tidak lagi mendapatkan fasilitas rumag sakit yang berkualitas.
pemkod banda aceh: dengan lumpuhnya rumah sakit itu berarti menandakan income dr rumah sakit juga mengalami penurunan yang signifikan.

3.hal utamanya adalah mengetahui duduk permasalahan yang sebenernya terjadi di dalam rumah sakit itu sendiri,baik itu dengan melakukan penyelidikan atu lain2.setelah tau masalahnya adalah menganalisi dr penyebab tersebut dan melengkapi kebutuhan dri masalah agar mencapai hal yang diinginkan...sepertihalnya pengadaan fasilitas2 yang terkait kekurangan dr rs seperti dokter2 spesialis..

4.cara pengangulangan kasus diatas menurut saya dengan negosiasi dan discus dengan pihak2 yang terlibat dalam proses pelayanan rumah sakit untuk menghidupkan kembali pelayanan umah sakit yang hampir lumpuh...dengan selalu mengingat simbiosis mutualisme...masyarakat butuh kita dan kita juga butuh mrka jadi tidak ada yng dirugikan...

5.hal positiny adalah...
-ilaksanakan pendidikan tenaga dokter spesialis berbasis kompetensi di rumah sakit daerah yang belum tersedia fasilitas pendidikan fakultas kedokteran
-banyak nya fakultas kedokteran yang berdiri namun sebaiknya harus didukung dengan kualitas yang mutu pula
-tenaga kesehatan sangat amat dibutuhkan bukan hanya dikota bahkan di desa terpencil meraka lebih sangat membutuhkan,,,,dan itu hrs diperhatikan




Deni jefri nadapdap
20101030034


this is me, ..
Re: kasus manajemen konflik RS
by Sri Yani - Friday, 29 July 2011, 01:33 AM
 
sri yani 20101030053
Picture of Anita Tri Kusuma
Re: kasus manajemen konflik RS
by Anita Tri Kusuma - Friday, 29 July 2011, 03:32 AM
 

1. sumber dari konflik yang terjadi pada kasus diatas adalah adanya superordinat konflik dimana dalam hal ini pemerintah sebagai atasan dari eumah sakit Meulaboh, yang dengan tiba-tiba memindahkan 3 spesialis yang dimiliki oleh rumah sakit tersebut tanpa diberikan penjelasan mengenai alasan terjadinya perpindahan ketiga spesialis tersebut. Dan lagi pemerintah tetap membebankan Rumah sakit untuk tetap menggaji ketiga dokter spesialis ini.

2. Yang dirugikan dalam hal ini pada umumnya adalah masyarakat sekitar Meulaboh dimana mereka tidak dapat mendapatkan pelayanan yang maksimal dari rumah sakit yang mereka miliki karena ketidak tersediaannya dokter spesialis yang seharuny adapqat mereka dapatkan. Dengan demikian yang paling dirugikan dalam hal ini adalah dari pihak Rumah Sakit, dimana merka tidak memiliki spesialis yang merupakan salah satu sumber pemasukan bagi rumah sakit, karena dengan tidak adanya mereka di rumah sakit tersebut maka dengan otomatis akan sangat berkurangnya pasirn yang akan datang ke rumah sakit tersebut dengan otomatis aka berdampak pada penurunan pemasukan keuangan, sehingga tidak menutup kemungkinan akan berdampak ketidak maksimalan dalam pemenuhan kesejahteraan para karyawan.

3.apabila saya sebagai direktur rumah sakit tersebut hal yang saya lakukan :

a. melakukan analisa, mengapa hal ini dapat terjadi, apa yang menjadi dasar pemerintah malakukan pemindahan secara tiba-tiba kepada 3 spesialis yang RS miliki.

b. apabila sudah didapatkan apa yang menjadi permasalahan tersebut, kemudian memanyakan apa kebijakan selanjutnya yang akan pemerintaha berikan terkait dengan kerugian2 yang diderita oleh rumah sakit dengan adanya pemindahan 3 spesialis ini.

4. Setelah melakukan analisis dan mencoba melakukan pengelolaan konflik yang ad, kemudian melakukan lobbiying kepada pemerintah untuk mendapatkan pemecahan yang sesuai, dimana bisa dilakukan win-win solution sehingga akan terbentuk suatu ppencapaian yang ail antara kedua belah fihak sehingga tidak akan terjadi konflik yang berkepanjangan dimana RS sebagai fihak yang dirugikan tidak mendapatkan keadilan dengan kebijakan yang terjadi.

5.Hal positif yang timbul dengan adnya kasus seperti ini, kemudian akan muncul suatu kebijakan-kebijakan pemerintahan yang baru mengenai penempatan para dokter ataupun dokter spesialis. dimana diberuntukannya PTT  kepada para dokter umum dan dokter spesialis yang baru saja lulus selama 1 tahun dan diakhir tahun masa tugas dilakukan ujian kompetensi kepada mereka yang telah melakukan PTT. Dengan demikian akan memberikan pacuan kepada calon dokter umum maupun dokter spesialis untuk lebih meningkatkan kualitas sebagai dokter. Dan apabila dalam ujian kompetensi tersebut tidak dapat lulus maka akan ditahan surat untuk berpraktek dlm rangka sebagai pemacu dokter tersebut untuk berusaha mencapai kompetensi yang diharapkan oleh pemerintah dalam pelayanan kesehatan.  terkait dengan permasalahan yang ada pemerintah dapat melakukan hal ini tanpa harus tiba-tiba mencabaut dokter spseialis yang telah dimiliki oleh suatu rumah sakit yang nota bene sudah menjadi suatu aset yang dimiliki oleh rumah sakit tersebut, sehingga dengan demikian tidak akan terjadi konflik anatar pemerintah dengan rumah sakit daerah.

bismillah
Re: kasus manajemen konflik RS
by Dini Anggraeni P - Friday, 29 July 2011, 05:10 AM
 
 

Tugas Teori Organisasi

 

Manajemen Konflik

 

DINI ANGGRAENI PRATIWI (20101030035)

 

 

1. 1. Sumber dari konflik yang terjadi adalah

 

a. Penugasan 3 orang dokter spresialis ke puskesmas sehingga pelayanan di rumah sakit tersebut nyaris lumpuh.

 

b. SK penugasan Bupati di Puskesmas tetapi tugas pokok dan gaji masih di rumah sakit.

 

c. Dokter yang kurang berkompetensi.

 

d. Perguruan tinggi yang berorientasi uang dalam penerimaan mahasiswa kedokteran.

 

e. Daerah terpencil jarang memiliki dokter spesialis.

 


2. Yang dirugikan dengan adanya konflik di atas adalah :

 

a. Tiga orang dokter spresialis tersebut.

 

b. Rumah sakit yang lumpuh pelayanan RS.

 

c. Masyarakat yang kehilangan dokter tersebut.

 

d. Masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.

 


 

3 3. Jika saya sebagai direktur rumah sakit yang bertanggung jawab atas situasi yang terjadi, maka untuk memecahkan masalah saya akan memulai dengan menganalisa tentang sumber masalah yaitu sebagai contoh penurunan SK Bupati tentang pemindahan tugas pada ketiga dokter tersebut. Kemudian melakukan negosiasi dan lobby dengan pemerintah daerah. Lobi dan negosiasi ini akan lebih baik jika ada moderator dari pemerintah pusat sehingga dapat menengahi konflik yang ada. Dari negosiasi dan lobi tersebut dapat dilakukan peninjauan kembali tentang kemanfaatan SK yang sudah diturunkan, sehingga dapat diputuskan kebijakan yang baru yang dapat menyelesaikan dan member manfaat terhadap konflik ini.

 

4. 4. Cara penaggulangan konflik yang dapat dilakukan adalah dengan model kompromiser. Dimana pihak RS melakukan kompromi lagi dengan pemerintah daerah tentang kemanfaatan dari SK yang keluarkan. Sehingga nantinya dapat sama-sama saling menguntungan bagi kedua belah pihak. Selain itu pihak rumah sakit sebaiknya melakukan komunikasi yang efektif dengan pemerintah daerah sehingga dapat mengurangi kemungkinan hal ini terjadi kembali.

 

5. 5. Hal positif yang dapat diambil dari kasus di atas adalah mempersiapkan diri sendiri sebagai tenaga kesehatan yang berkompeten dimana memiliki pengetahuan dan skill yang bagus. Sehingga dapat mengakomodir apabila nantinya kita ditugaskan di daerah terpencil. Selain itu, bila ada yang datang dari daerah, memiliki kesadaran untuk kembali ke daerahnya sehingga dapat meng-cover kebutuhan tenaga medis yang dibutuhkan.

 
Picture of Kery Bayu Santoso
Re: kasus manajemen konflik RS
by Kery Bayu Santoso - Friday, 29 July 2011, 06:05 AM
 
huff terkirim juga...

Picture of Vidhora Ade Permana
Re: kasus manajemen konflik RS
by Vidhora Ade Permana - Friday, 29 July 2011, 06:55 AM
 
1. sumber konflik nya adalah ketidakmauan dari dokter spesialis untuk dipindah tugaskan ke daerah dan cara yang salah dalam pemindah tugasan tanpa ada kompensasi dantidak adanya kebijakan untuk mengcover tenaga yang hilang.

2. yang dirugikan dalam hal ini adalah dokter spesialis , konsumen Rumah sakit dan owner dari rumah sakit.

3. saya akan mengkomunikasikan dengan dokter dokter yang akan dipindah tugaskan dan melakukan lobying dengan kepala daerah untuk menetapkan kebijakan yang dapat digunakan sebagai win win solution.

4. dengan kompromise yaitu melakukan kompromi dengan pemerintah dan dokter dokter yang akan dipindah tugaskan di daerah

5. hal positif yang didapatkan yaitu pengembangan daerah yang harus dilakukan oleh dokter dokter karena didaerah jarang memiliki tenaga dokter yang berkompeten dan untuk penyeleksian untuk calon calon tenaga medis
Picture of Arindah Dwitasari
Re: kasus manajemen konflik RS
by Arindah Dwitasari - Friday, 29 July 2011, 07:08 AM
 
1. sumberkonflik yang ada di kasus diatas adalah tenaga medis seperti dokter spesialis yang sedikit di daerah atau puskesmas dan para dokter yang ada di kota tidak mau mengembangkan daerah karena kompensasi yang didapat sedikit.

2. yang dirugikan dalam kasus diatas adalah konsumen di rumah sakit karena tidak mendapat pelayanan dari dokter dokter spesialis dan pemerintah karena program yang di buat dianggap gagal.

3. pertama adalah menganalisis masalah yang menjadikan konflik lalu membicarakan dengan cara negosisasi antara pohak pihak yang terlibat untuk mencari jalan pemecahan yang tidak merugikan pihak pihak tertentu (win-win solution).

4. cara penanggulangannya dengan kompromi negosiasi dengan pihak pihak yang terlibat untuk mencari satu pemikiran.

5. hal positifnya untuk pemerintah seharusnya bisa memanage tenaga yang ada supaya dapat mencapai ke daerah daerah dan untuk unviersitas yang ada untuk menseleksi tenaga masa depan yang akan ada. dan untuk para tenaga medis yang sudah ada sebaiknya dapat mengembangkan daerah daerah.
Picture of Dwi Jayanti
Re: kasus manajemen konflik RS
by Dwi Jayanti - Friday, 29 July 2011, 08:07 AM
 
 

Dwi Jayanti

 

20101030036

 

 

1. 1. Sumber konflik dari kasus di atas adalah SK dari pemerintah kabupaten Aceh barat yang mencopot 3 dokter spesialis untuk dipindahtugaskan ke puskesmas, tetapi gaji tetap ditanggung oleh RSUD (superordinat konflik).

 

 

2. 2. Yang dirugikan dalam hal ini adalah beberapa pihak yaitu antara lain:

 
  • Masayarakat di sekitar RSUD yang tidak mendapatkan pelayanan dokter spesialis
  • Pihak RSUD yang tetap mengeluarkan anggaran gaji untuk 3 dokter spesialis tanpa mendapatkan pendapatan pelayanan dari dokter-dokter spesialis tersebut, dan hal ini tentu saja mempengaruhi metabolisme RSUD (RSUD mengalami pailit), kesejahteraan karyawan menurun dan tentu saja karyawan menjadi turun kinerjanya
 

 

3. 3. Apabila saya menjadi direktur RSUD tersebut, maka hal pertama yang saya lakukan adalah menganalisa sumber2 konflik. Nah, sumber konflik tersebut memang terletak pada kebijakan pemerintahan kabupaten, sehingga saya akan melakukan negosiasi dengan pemerintah kabupaten untuk mendapatkan solusi yang tepat bagi kelangsungang RSUD tempat saya bertugas dan tidak lupa pula saya akan terus memotivasi setiap karyawan RSUD untuk tetap melakasanakan kewajiban tiap-tiap karyawan dengan sebaik mungkin dan melakukan doa bersama dengan semua karyawan RS agar solusi dari konflik ini segera didapatkan.

 

 

4. 4. Analisis yang telah saya lakukan mendapatkan hasil bahwa sumber konflik di RSUD tersebut adalah kebijakan pemkab setempat, sehingga saya akan melakukan negosiasi dengan pemkab dengan menunjukkan data dari pendapatan RSUD yang menurun secara drastic, hal itu sudah barang tentu juga berefek pada jumlah nominal yang akan disetorkan pada pemkab. Jika sudah demikian saya akan meminta pemkab memenuhi kekurangan fasilitas di RSUD, yaitu dengan menarik kembali dokter-dokter spesialis tersebut atau dengan segera memberikan dokter spesialis pengganti.

 

 

5. 5. Hal positifnya yang pertama adalah pengalaman bagi dierktur RSUD tersebut, jika konflik ini sudah dapat teratasi maka direktur itupun sudah pernah menjalani negosiasi yang baik dengna pemkab, kedekatan pihak RSUD dengan pemkab, pemkab juga akan memberikan kebijakan-kebijakan baru yang lebih bijak tentunya, dank e depannya pihak pemerintah akan mengevaluasi lebih lanjut tentang penempatan dokter-dokter spesialis di daerah terpencil dan akan bekerja sama dengan instansi pendidikan dokter untuk menyiapkan dokter yang kompeten.

 

 

 

 

Terimakasih….

Picture of Dwi Jayanti
Re: kasus manajemen konflik RS
by Dwi Jayanti - Friday, 29 July 2011, 08:14 AM
 
asw,,,
bu saya upload jamo7.43 Wib lho...
koq di els jadi jam 08.07
wah... saya ga tau ni koq bisa gitu?
Picture of Khasib Mabrur Ridho
Re: kasus manajemen konflik RS
by Khasib Mabrur Ridho - Friday, 29 July 2011, 07:44 AM
 
Kasus manajemen konflik RS (Teori Organisasi) , Khasib Mabrur Ridho, 20101030045
Picture of Wahyuni Hafid
Re: kasus manajemen konflik RS
by Wahyuni Hafid - Friday, 29 July 2011, 08:17 AM
 

Wahyuni hafid 20101030057

1. Apa sumber dari konflik yang sedang terjadi ? sumber konflik yamg terjadi berasal dari

1. super ordinat conflict: yaitu adanya keputusan dari bupati untuk memindahkan tenaga dokter spesialis ke puskesmas

2. lateral konflik dimana walaupun dr spesialis dipindah tugaskan gaji dokter spesialis tetap berada pada RS CND tersebut

2. Siapa yang dirugikan dengan adanya konflik di tas?

1. Yang dirugikan adalah dari secara antar manusia itu sendiri ( lingkup terkecil) adanya perasaan tidak nyaman antara teman sejawat walau beban kerjanya dikurangi tapi gajinya tetap di berlakukan ketika menempati CND RS tersebut, implikasinya menimbulkan perasaan bertentangan, adanya rasa ketidakpuasan karena pemindahan yang terjadi

2. Kerugian dari lingkup RS tersebut, kinerjanya makin berkurang adanya kelumpuhan pelayanan dokter spesialis sehingga pasien tidak mendapat pelayanan yang optimal.

3. Kerugian secara umum dari lingkup RS ke masyarakat secara umum memberikan imej yang buruk bahwa pelayanan RS tidak sesuai yang diharapkan.

3. Jika Anda sebagai direktur Rs yang bertanggung jawab atas situasi yang terjadi, darimana Anda akan memulai mencari pemecahan masalah ini ?

Mencari permasalahan ini dari segi internal RS ini apakah ada hidden konflik yang berujung SK bupati dan berusaha menyelesaikan dari pihak intern terlebih dahulu lalu baru meluas ke bagian lain.

4. Anda dapat memilih satu cara penanggulangan konflik, dan uraikan pendapat anda.

Sebisanya menganalisa pokok konflik ini apa, Lalu dipecahkan dengan win win approach dengan jalan mediasi dan lobbying terhadap keputusan pemerintah (bupati) bahwa RS masih sangat membutuhkan tenaga spesialis tersebut

5. Hal positif apa yang dapat diambil dari konflik diatas?

Sebenarnya hal positif yang dapat diambil adalah berusahanya kalangan medis untuk meningkatkan kompetensi yang mereka miliki.

Hidden konflik dapat dihindarkan dengan jalan adanya saling keterbukaan

Picture of Irnawati Irnawati
Re: kasus manajemen konflik RS
by Irnawati Irnawati - Friday, 29 July 2011, 08:55 AM
 

NAMA : IRNAWATI

NIM : 20101030041

MATA KULIAH : Teori Organisasi RS

TEMA TUGAS : Manajemen Konflik

1. Apa sumber dari konflik yang terjadi?

Sumber dari konflik yang terjadi adalah :

- Adanya krisis dokter spesialis di Rumah sakit/Puskesmas di daerah apalagi daerah terpencil yang pada kasus ini terjadi pada RSU Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh dan Puskesmas Peureumeu, Kecamatan Kaway XVI

- Tidak adanya komunikasi yang baik (implies disagreement) antara pihak Bupati Aceh Barat dengan pihak Pemkab Aceh Barat (superordinate konflik), ataupun dari pihak Pemkab Aceh Barat ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.Dimana pihak Bupati Aceh mengeluarkan SK yang tidak mengizinkan 3 dokter spesialis untuk bertugas di RSUD Cut Nyak Dhien melainkan diperbantukan ke Puskesmas Peureumeu, Kecamatan Kaway XVI sedangkan tugas pokok, termasuk gaji masih tetap di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Karena tidak adanya komunikasi yang baik, akhirnya SK Bupati Aceh tersebut menimbulkan keheranan beberapa kalangan termasuk dokter spesialis yang di pindahkan tersebut.

2. Siapa yang dirugikan dengan adanya konflik di atas?

Yang dirugikan adalah :

- Pihak RSUD Cut Nyak Dhien karena konflik tersebut menyebabkan pelayanan di rumah sakit milik Pemkab Aceh Barat itu nyaris lumpuh. Selain itu Pihak RSUD Cut Nyak Dhien masih diminta untuk mengelola gaji untuk 3 dokter spesialis yang sudah dipindahkan ke Puskesmas Peureumeu, Kecamatan Kaway XVI.

- Ketiga dokter spesialis yang dipindahkan ke Puskesmas Peureumeu, Kecamatan Kaway XVI karena ketidak jelasan alasan mereka dipindahkan. Selain itu mereka masih harus mengurus gaji ke RSUD Cut Nyak Dhien.

- Masyarakat sekitar RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh karena kesulitan mendapat pelayanan dari dokter spesialis khususnya yang sudah dipindahkan tersebut yaitu spesialis anak, spesialis penyakit dalam, dan spesialis kandungan.

3. Jika Anda sebagai direktur Rs yang bertanggung jawab atas situasi yang terjadi, darimana Anda akan memulai mencari pemecahan masalah ini ?

- Mengevaluasi dampak yang terjadi pada RS akibat konflik tersebut.

- Melakukan komunikasi yang efektif, kepada pemilik RSUD Cut Nyak Dhien yaitu Pemkab Aceh Barat terkait alasan keluarnya SK Bupati Aceh Barat, dampak yang ditimbulkan dari SK Bupati Aceh Barat bagi RSUD Cut Nyak Dhien.

- Melakukan negosiasi dan kompromi dengan pemilik RSUD Cut Nyak Dhien yaitu Pemkab Aceh Barat untuk alternatif pemecahan masalah.

4. Anda dapat memilih satu cara penanggulangan konflik, dan uraikan pendapat anda.

Penanggulangan konflik yang saya pilih untuk kasus ini adalah collaborator, karena perlu adanya kolaborasi antara staff dengan direktur RS dalam mengkomunikasikan dampak apa saja yang terjadi dengan adanya SK Bupati Aceh Barat tersebut, yang kemudian direktur RS berkolaborasi dengan pemilik RSUD Cut Nyak Dhien yaitu Pemkab Aceh Barat untuk membahas masalah tersebut serta mencari alternatif solusi agar RSUD Cut Nyak Dhien dapat berjalan sesuai dengan visi dan misi RS, serta adanya kolaborasi antara Pemkab Aceh Barat dengan Bupati Aceh Barat terkait alternatif solusi bagi RSUD Cut Nyak Dhien setelah dikeluarkan SK Bupati Aceh Barat tersebut.

5. Hal positif apa yang dapat diambil dari konflik diatas?

Dapat mengungkap permasalahan krisis dokter spesialis di RS/Puskesmas daerah terpencil yang hingga saat ini masih terjadi. Kebijakan Bupati Aceh Barat sudah sangat bijaksana yaitu menugaskan dokter spesialis yang ada di RSU Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh ke daerah yang lebih terpencil lagi yaitu Puskesmas Peureumeu, Kecamatan Kaway XVI agar masyarakat di daerah terpencil terjangkau untuk mendapat pelayanan dokter spesialis, akan tetapi hal tersebut sebaiknya disertai dengan diisi kembali posisi dokter spesialis yang telah diambil dari RSU Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh, agar RS maupun Puskesmas dapat berjalan dengan baik. Untuk permasalahan kurangnya dokter spesialis dapat diterapkan ketentuan bagi dokter spesialis yaitu setelah lulus harus PTT satu tahun di daerah terpencil.

Picture of Iwan Ristiawan
Re: kasus manajemen konflik RS
by Iwan Ristiawan - Friday, 29 July 2011, 10:18 AM
 
IWAN RISTIAWAN
20101030042

1. Apa sumber konflik yang sedang terjadi?
Konflik bersumber dari tidak adanya komunikasi yang baik antara atasan dengan dengan bawahan terhadap wilayah kerja. Pada kasus diatas hasil keputusan SK Bupati Aceh Barat tidak di informasikan secara baik sehingga tidak tahuan informasi tersebut oleh para tenaga medis khususnya dokter spesialis.
2. Siapa yang dirugikan dengan adanya konflik diatas?
Internal : Dari pihak tenaga medis yang dirugikan dan Rumah Sakit lumpuh dalam operasional
Eksternal : Pasien/ pelanggan dari sebuah rumah sakit tersebut tidak mempunyai wadah dalam penanganan kesehatan karena tidak adanya dokter yang tersedia di daerah tersebut.
3. Jika direktur, Bagaimana memulai mencari pemecahan masalah diatas?
Pemecahan masalah dari kasus diatas dapat kita lakukan dengan cara melakukan komunikasi yang baik antara pihak rumah sakit, tenaga medis (dokter spesialis) dan pejabat pemerintah. Diskusikan, cari solusi yang baik dan terapkan dengan hasil yang telah disepakati supaya tidak adanya miskomunikasi ataupun gap yang terjadi.
4. Penanggulangan konflik?
Kunci point dalam suatu konflik adalah komunikasi apabila komunikasi yang baik dan interaksi yang baik dalam penanggulangan konflik maka hal tersebut dapat di tanggulangi.
5. Positif yang diambil :
Sebagai manusia kita harus saling memahami dan interaksi yang baik di didalam lingkungan baik internal dan eksternal karena internal yang baik (interpersonal) maka akibatnya interaksi terhadap dunia luar ataupun lingkungan dapat terjadi "balancing" yang akhirnya komunikasi menjadi baik dan tidak adanya timbul konflik yang negatif. Tetapi apabila konflik yang menguntungkan maka konflik tersebut sebagai dampak dari penyesuain untuk menanggulangi sebuah masalah, akbat konflik positif.
Picture of Wahyuni Hafid
Re: kasus manajemen konflik RS
by Wahyuni Hafid - Tuesday, 2 August 2011, 03:14 PM
 
Saya juga bu apload jam 7: 50 kok di els juga 8: 17??