Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Tsalisah Damayanti
TUGAS PEMASARAN MIX
by Tsalisah Damayanti - Thursday, 30 June 2011, 04:14 PM
 

Mata kuliah : Manajemen Pemasaran

Nama : Tsalisah Damayanti

Nim : 20101030023

Angkatan : 5B

STRATEGI PEMASARAN “RS ANAK BUNDA”

DENGAN MARKETING MIX

KASUS

Sebuah Poliklinik Kebidanan dan Kandungan di RS Anak Bunda telah berusaha menerapkan seluruh unsur marketing mix secara optimal namun ternyata hasilnya tidak diiringi dengan peningkatan jumlah kunjungan yang memadai.

Oleh karena itu, anda sebagai manajer RS Anak Bunda diminta untuk menyusun penerapan marketing mix di poliklinik kebidanan dan kandungan dalam mencapai target kunjungan pasien dengan berbagai aspek yang melingkupinya.

ISU UTAMA :

Bagaimana cara meningkatkan jumlah kunjungan di poliklinik kebidanan sesuai target.

RS anak bunda jumlah kunjungan tidak meningkat walau sudah diterapkan marketing mix dengan optimal. Sehingga marketing mixnya harus dievaluasi secara keseluruhan. Terkait analisis SWOT, Sumber daya yang digunakan serta alternative strategi yang bisa dilakukan dalam upaya peningkatan jumlah kunjungan.

Perumusan Strategi Pemasaran

Sebelum merumuskan strategi pemasaran adalah melakukan analisa SWOT: Dari analisa ini diharapkan dapat untuk identifikasi faktor2 yang menjadi kekuatan mayor ataupun minor rumah sakit serta peluang yang bisa ditangkap serta ancaman2 yang mesti di hindari. Dari hasil analisis ini akan memberikan input bagi RS anak Bunda untuk merumuskan strategi pemasaran dengan menerapkan Marketing mix tsb.

Price, product, place, dan promotion merupakan 4 variable inti dari Marketing Mix. Disamping itu variable lain yg berperan adalah people,proses serta phisical evident.

1. PRODUCT

a. RS anak bunda harus memberikan produk jasa layanan yang berbeda dari rumah sakit pesaing.

b. Pengembangan produk layanan : peket persalinan yang hemat, akte kelahiran gratis, pemeriksaan dengan USG system paket, antar jemput gratis, Senam hamil, senam nifas, persalinan tanpa rasa sakit.

c. Penambahan peralatan medis sebagai penunjang diagnostic : USG 3 dimensi. Alat alat laboratorium, CTG dll.

d. Evaluasi respontime dalam hal kecepatan layanan , ketepatan waktu layanan, ketrampilan petugas perawat ,ketersediaan tenaga medis utama (spesialis obsgyn dan spesialis anak) dan penunjang (Spesialis anesthesia, spesialis dalam,dll).

2. PRICE

a. Evaluasi tarif yang ada apakah tarif yang ada sudah kompetitif dibanding dengan tarif rumah sakit pesaing, dan apakah tarif yang ada sudah sesuai dengan layanan yang diberikan.

b. Pembuatan system paket tindakan, sehingga lebih murah dan mudah informasinya

c. Perhitungan unit cost sebagai dasar penentuan tarif baru.

d. Tarif yang baru haruslah lebih rendah dari tarif rumah sakit pesaing dg mutu layanan yang tetap terjaga kualitasnya.

3. PLACE

a. Suasana Rumah sakit anak bunda dibuat nyaman, sehat dan menerapkan green hospital, karena sasarannya adalah orang yang sehat bukan orang sakit.

b. Area parkir yang memadai sehingga pasien / pelanggan lebih mudah dan nyaman.

4. PROMOTION

a. Evaluasi tim marketing, dibentuk tim marketing yang solid yang telah mendapatkan sosialisasi marketing dengan tujuan utama adalah membuat masyarakat mengenal dan mengetahui bahwa di rumah sakit Anak Bunda mempunyai layanan lebih unggul dari rumah sakit pesaing.

b. Promosi melalui media : brosur, baleho penunjuk.

c. Pendekatan pada bidan rujukan dan pemberian fasilitas penambahan dan pengembangan ilmu (seminar/pelatihan) bagi bidan perujuk.

d. Mengadakan seminar dengan mengundang peserta ibu seminar awam bagi ibu hamil dan kader posyandu. Tujuannya selain memberikan pendidikan bagi masyarakat juga sebagai ajang pengenalan produk yg ada RS anak Bunda.

5. PEOPLE

a. Peningkatan kualitas SDM, baik dari segi keterampilan pelayanan maupun keramahan pelayanan. Sehingga perlu adanya pelatihan keperawatan dan service excellent.

b. Analisis beban kerja diseluruh bidang.

c. Jadwal dokter spesialis yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga dapat meminimalkan antrian atau lama pasian menunggu.

6. PROCESS

a. Alur pasien dibuat lebih sederhana dan saling berdekatan pelayananya, sehingga pasien lebih mudah dari pendaftaran sampai pembayaran biaya dan pulang

b. Penetapan SOP pelayanan sehingga pelayanan dapat konsisten.

7. PHYSICAL FACILITY

a. Fasilitas pendukung yang memadai, missal : Mushola, Toilet, dan kantin

b. Fasilitas interior dan exterior yang menarik

c. Kenyamanan dan keamana lingkungan, jauh dari kebisingan dan pencurian.