Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Solikah Sriningsih
Green Hospital
by Solikah Sriningsih - Wednesday, 25 May 2011, 11:54 PM
 
Prinsip Dasar Rumah Sakit Hijau
1) Protecting the immediate health of building occupants
The health of patients, staff, and visitors can be profoundly affected by the quality of the indoor air which in turn is dependent upon physical and mechanical design (such as ventilation and location of wastes and toxics), the choice of building materials, the management of construction emissions, and building operations and maintenance. Additionally, access to daylighting has been found to favorably affect staff productivity and patient outcomes.
2) Protecting the health of the surrounding community
Local air and water quality is also significantly affected by building design choices. Off-gassing building materials and finishes, construction equipment and HVAC systems directly emit VOCs, particulates and other materials that can result in the formation of ground level ozone (smog), and cause allergic attacks, respiratory problems and other illnesses. Land use and transportation planning, landscape and water management on the grounds and water conservation efforts within the building will influence the amount of toxic emissions released to the water and air throughout the life of the building.
3) Protecting the health of the global community and natural resources
The health impact of a building stretches far beyond its immediate community. The production of building materials can result in the release of persistent bioaccumulative toxic compounds, carcinogens, endocrine disruptors and other toxic substances. These compounds threaten communities where the materials are manufactured, and, because of the long life of some of these compounds, can risk the health of communities and ecosystems far from their release.

Rumah Sakit Hijau
•planning, design, construction, operations and maintenance
•designers, owners, and operators
•U.S. Green Building Council’s Leadership in Energy and Environmental Design (LEED®) Green Building Rating System
–LEED® for Existing Buildings
–Green Healthcare Construction Guidance Statement

Persoalan penerapan green hospital di Indonesia Keengganan pemilik danpengelola rumah sakit untuk menerapkan karena persepsi bahwa green design tidak ada korelasinya dengan revenue dan hanya menjadi beban komponen initial cost yang tinggiKurangnya motivasi arsitek untuk menerapkan karena dihadapkan pada kendala waktu, biaya dan sikapKurang lengkapnya informasi yang memadai tentang green hospital dari pihak yang berwenang termasuk dari produsenBelum berjalannya lembaga yang bertanggung jawab dalam perumusan kebijakan, peraturan dan penyusunan indikator-indikator keberhasilan sebuah green building.

REDUCE
KONSUMSI LISTRIK
-pemanfaatan cahaya alami
-menggunakan switch timer
-menggunakan jenis lampu hemat enersi
-menggunakan AC automatic control
-membuat ventilasi alami berfungsi pada ruang tertentu dan saat tertentu
KONSUMSI AIR BERSIH
-menggunakan kran otomatis
-menggunakan air bekas untuk flushing dan siram taman, cuci mobil
PENCEMARAN LINGKUNGAN
-mengurangi penggunaan material polutant
-mengubah perilaku manusia terhadap lingkungan
-mengusahakan Ruang Terbuka Hijau
-memperbanyak tanam pohon
-membuat sumur resapan, biopori, kolam penampungan air hujan
EKSPLOITASI SUMBER ALAM
-menghemat penggunaan kertas dengan menggunakan teknologi informasi
-menghemat penggunaan bahan bakar
AIR BUANGAN CUCI DAN MANDI + AIR HUJAN DARI TALANG ATAP
•digunakan untuk flushing toilet
•digunakan untuk siram taman cuci mobil
•sebagai cadangan air pompa kebakaran
EENERSI PANAS YANG KELUAR DARI GENSET/TRAFO/BOILER
•dimanfaatkan sebagai sumber enersi lain
KKERTAS BEKAS FOTO COPY
•digunakan kembali pada sisi belakangnya
•digunakan untuk keperluan lainnya
MENGUBAH PERILAKU MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN
•Stop penggunaan bahan mengandung mercury dan PVC
•Tidak menggunakan incenerator yg menghasilkan racun/polusi udara
•Hemat penggunaan enersi (lampu, AC)
•Hemat penggunaan air dan kertas
•Memilah sampah di tempat pembuangan
ACTION PLAN
1.MELAKUKAN SURVEY UNTUK PENDATAAN KONDISI EKSISTING MELIPUTI ;
* seluruh instalasi mekanikal elektrikal
* seluruh peralatan medis dan kantor
* seluruh jenis material finishing gedung
2.MELAKUKAN PENGKAJIAN TERHADAP KONDISI EKSISTING, MENENTUKAN BAGIAN APA YG PERLU DIPERBAIKI/ DIGANTI DENGAN MATERIAL/SISTEM YANG RAMAH LINGKUNGAN :
* pertimbangan biaya
* pertimbangan waktu dan pentahapan
3.MEMBUAT RENCANA DETAIL UNTUK PERUBAHAN SISTIM UTILITAS YANG RAMAH LINGKUNGAN (AIR CONDITIONING, WATER RECYCLING, WATER & ENERGY SAVING)
4.MEMBUAT RENCANA DETAIL UNTUK MERUBAH JENIS MATERIALNON TOXIC (flooring, painting, wall covering, roofing, insulation etc)
5.MELAKUKAN ‘PUBLIC CAMPAIGN’ DI LINGKUNGAN RUMAH SAKIT UNTUK MERUBAH PERILAKU MANUSIA (karyawan, pasien dan keluarga pasien)

contoh:

“Mulailah dahulu dari kantor bagaimana cara menciptakan suasana indah, nyaman, tentram dan peduli lingkungan sekarang juga. Go Green itu memang yang terbaik untuk menjaga bumi kita tetap hidup dan hijau.” Ujar Hj. Desi Lidesma, Pembina RS Ananda yang mencanangkan tahun 2011 merupakan tahun kebangkitan bagi RS Ananda Bekasi.

 

 

Hj.Desi Lidesma selaku pemrakarsa Kegiatan HUT ke-9 RS Ananda dengan tema “Go Green & Health, 9 tahun mengabdi dalam Pela yanan Kesehatan”, berharap melalui kegiatan Go Green & Health dapat menstimulans kepedulian karyawan terhadap lingkungan,dimulai dari ruangan kerja.

 

 

Kepedulian terhadap lingkungan kerja menjadi penting, karena merupakan tempat dimana sehari-hari para karyawan melakukan aktifitas, baik dengan sesama karyawan maupun dengan pasien. Untuk itu Desi juga membuat lomba bagi karyawan dalam penataan lingkungan kerja dengan menciptakan lingkungan sekitar rumah sakit yang asri dan indah melalui lomba Penataan Ruangan dan Taman. Hadiah yang disediakan pun unik, yaitu berupa tambahan kenaikan gaji karyawan diluar kenaikan gaji rutin tahunan .

 

 

Hal ini membuat karyawan lebih semangat dan peduli terhadap lingkungan mulai dari misalnya penghematan air, listrik, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebesihan, dan masih banyak lagi cara-cara yang bisa dilakukan untuk mendukung kegiatan Go Green di lingkungan Rumah Sakit,

 

 

Perwujudan kualitas lingkungan yang sehat merupakan bagian pokok di bidang kesehatan. Udara sebagai komponen lingkungan yang penting dalam kehidupan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya. Sehingga dapat memberikan daya dukung bagi makhluk hidup untuk hidup secara normal.

 

 

Pencemaran udara dewasa ini sem akin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran dan perumahan.

 

 

Berbagai kegiatan tersebut merupakan kontribusi terbesar dari pencemaran udara yang dibuang ke udara bebas. Sumber pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun dan lain-lain.

 

 

Dampak dari pencemaran udara tersebut adalah menyebabkan penurunan kuailitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia.

 

 

Masih menurut Desi, yang mendasari kegiatan Go Green & Health adalah dukungan terhadap seruan pemerintah, serta kepedulian terhadap lingkungan dengan melakukan penanaman dan penghijauan di area lingkungan rumah sakit yang di RS Ananda dilakukan melalui lomba Membuat Taman Kegiatan Peduli Lingkungan.

 

 

“Di hari ulang tahun ke-9 RS Ananda Bekasi ini kami mengajak masyarakat, seluruh karyawan, pasien beserta keluarganya, untuk aktif melakukan aksi peduli lingkungan dengan melakukan tindakan nyata guna mengurangi polusi udara.” pungkas Desi.