Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Muhammad Faturrahman
Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Muhammad Faturrahman - Friday, 20 May 2011, 11:12 AM
 
M. Mutu
Picture of Dwi Astuti Yulinawati
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Dwi Astuti Yulinawati - Friday, 20 May 2011, 11:59 AM
 
sebagai direktur RS tersebut saya akan melakukan protab baru yang mewajibkan setiap pasien yang akan di operasi di anamnesis ulang, meliputi nama lengkap, keluhan, pemeriksaan singkat dimana lokasi yang akan dioperasi.
untuk mendukung hal ini di lampirkan pula berkas pernyataan dari pasien bahwa telah di tanya dan di beripenjelasan yang kemudian di tandatangani oleh pasien atau walinya.
untuk mewujudkan hal ini diperlukan:
1. Komitmen dari manajemen puncak
2. komitmen dari petugas kamar operasi tersebut
kemudian adanya komitmen dari semua lapisan karyawan, mutu dari kamar operasi dapat meningkat.

Picture of Ika Resti Afriani
IKA RESTI AFRIANI - 20101021027
by Ika Resti Afriani - Friday, 20 May 2011, 12:11 PM
 
Bila saya menjadi Ketua Komite Medik pada RS ini pertama-tama saya akan melakukan evaluasi di ruang OK tersebut, terutama tekait dengan kasus salah pasien salah tindakan. Perlu dilakukan koordinasi di dalam ruang OK agar tidak terjadi keslahan. Operasi menurut beberapa orang adalah susuatu yang besar, kesalahan sekecil apaun dapat berefek buruk pada pasien. Kesalahan pada kasus di atas dapat di hindari dengan pemberian label nama dan identitas lain pada pasien dan selalu di cek ulang sebelum tindakan operasi atau anastesi dimulai. Pasien yang akan dioperasi pun sebaiknya diberikan ruang tersendiri.
Agar semuanya dapat berjalan dengan baik, maka komitmen, keterlibatan dan dukungan yang konkrit dari seluruh jajaran, terutama unsur pimpinan sangatlah penting.


Picture of Fitra Sari
FITRA SARI/20101021023
by Fitra Sari - Friday, 20 May 2011, 12:49 PM
 

Bila saya menjadi Ketua Komite Medik langkah - langkah yang harus saya lakukan untuk peningkatan mutu layanan OK di RS tersebut adalah

a. Menganalisis masalah yang terjadi di OK, menemukan solusi dan pemecahannya sehingga kejadian ini tidak terulang kembali.

b.Memperbaiki kinerja Pegawai dengan mengidentifikasi apakah beban tugas yang mereka emban sesuai ataukah berlebihan. Sering kali kinerja disalahkan karena masalah pelayanan dan ketidakpuasan pelanggan pada saat proses itu sendiri tidak dirancang dengan baik untuk mendukung pelayanan. Dengan melibatkan staf dalam proses pelayanan, maka dapat diidentifikasi masalah proses yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan, mendiagnosis penyebab, mengidentifikasi, dan menguji pemecahan atau perbaikan.

c. Melakukan Proses perbaikan yaitu menetapkan standar pelaksanaan operasi yang jelas mulai pasien masuk sampai selesai operasi dengan cara: Pasien diberi identitas dari bangsal, diagnosis dan operasi yang akan dilakukan serta dokter yang merawat tercantum dalam identitas tersebut.

d. Budaya yang mendukung perbaikan terus menerus :Untuk mencapai pelayanan prima diperlukan organisasi yang tertib. Itulah sebabnya perlu untuk memperkuat budaya organisasi sehingga dapat mendukung peningkatan mutu. Untuk dapat melakukannya, harus sejalan dengan dorongan peningkatan mutu pelayanan terus-menerus. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan agar lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat, maka perlu dilaksanakan berbagai upaya. Upaya ini harus dilakukan secara sistematik, konsisten dan terus menerus.

Dengan konsep mutu A.Donabedian ,maka yang harus dilakukan untuk perbaikan pada struktur proses di kamar operasi tersebut adalah

Menurut Donabedian Mutu adalah sifat yang dimiliki oleh suatu program maka yang perlu dilakukan:

a. Memberikan identitas yang jelas kepada pasien yang akan di operasi minimal terdapat nama lengkap pasien, umur, alamat, diagnosa, operasi yang akan di lakukan, dan dokter yang merawat.

b. Menentukan jadwal operasi sehingga pasien tidak terlalu lama di ruang tunggu.

c. Menunjuk bagian administrasi agar mengidentifikasi pasien yang akan melakukan operasi.

d. Menentukan batas ruangan yang jelas antara pasien yang akan dioperasi dengan pasien luar, sehingga tidak terjadi kekeliruan.

Di sini kita belajar bukan mencari siapa yang salah dan benar namun belajar agar kejadin ini tidak terulang kembali.

Picture of Runti Astiwi
Re: Runti Astiwi (20101021040) / Mini case 2
by Runti Astiwi - Friday, 20 May 2011, 01:12 PM
 
LANGKAH-LANGKAH YANG DAPAT DILAKUKAN KETUA KOMITE MEDIK :
1.
Membuat prosedur tetap / Sistem Prosedur Operasional (SPO) yang berhubungan dengan pelayanan kamar operasi, misalnya :
a. Inform Consent pasien yang akan dioperasi
b.
Prosedur pasien pre operasi sebelum dilakukan dioperasi (Tanya ulang identitas, diagnose medis, dll
c. Dll
2.
Membuat SPO bila ada kasus yaitu dengan mengadakan audit medic :
a.
Audit medic tingkat pertama :
Audit medic yang dilaksanakan di instalasi di mana kasus ditemukan, dihadiri oleh kepala instalasi, para perawat yang merawat pasien dan dokter yang menangani pasien.

b. Audit medic tingkat kedua :

Audit medic yang dilaksanakan setelah audit tingkat kedua, dihadiri oleh ketua komite medic, sekretaris komite medic, anggota komite medic, kepala instalasi dimana kasus ditemukan


3.
Mengadakan monitoring dan evaluasi kinerja dokter
4.
Bekerjasama dengan tim komite etik untuk pemantauan kinerja dokter

5.
Pemberlakuan reward bagi dokter dengan kinerja baik
6.
Pemberian punishment bagi dokter yang melanggar SOP atau etika,
dengan cara :

- Teguran lisan

- Teguran tertulis

- Dibebastugaskan untuk sementara waktu




Picture of Bayu Kurniawan Fitra
BAYU KURNIAWAN FITRA 20101021009 Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Bayu Kurniawan Fitra - Friday, 20 May 2011, 01:00 PM
 
Tindakan operasi di ruang OK itu harus dilakukan dengan penuh ketelitian dan koordinasi tingkat tinggi, hal ini untuk mencegah terjadinya salah satu tindakan medical error seperti kasus ini.

Untuk mencegah terjadinya medical error, langkah-langkah nya adalah :
1. Memastikan pasien yang akan di operasi, dengan cara :
a. Pasien yang akan dioperasi harus sudah dipersiapkan dari bangsal/tempat rawat inap (mulai dari Tanda pengenal, Pakaian sebelum Operasi), jadi ketika pasien telah sampai diruang tunggu kamar OK akan segera dikenali bahwa pasien itu adalah pasien yang akan menjalani operasi.
b. Adanya koordinasi antara perawat bangsal dan perawat kamar OK dalam proses penyerahan pasien.
c. Memeriksa ulang/menyamakan identitas pasien, apakah sudah sesuai antara rekam medis dengan orang yang bersangkutan.
d. Memastikan ulang mengenai tindakan operasi yang akan dijalani pasien.
e. Memeriksa ulang berkas pernyataan yang berisi penjelasan tindakan operasi dan telah disetujui oleh pasien

Hal hal yang berkaitan dengan pebaikan struktur proses di kamar operasi :
1. Komitment manajemen puncak, petugas kamar operasi dan dari semua lapisan karyawan RS.
2. Proses koordinasi yang penuh dengan ketelitian, keberhati-hatian dan cepat tanggap harus berjalan sesuai dengan SOP
Picture of Abdul Muin Sofyan
Abdul Muid Sofyan (20101021001)
by Abdul Muin Sofyan - Friday, 20 May 2011, 01:28 PM
 

Sebuah kelalaian apalagi di RS yang disebut medical error seharusnya tidak perlu terjadi apabila "sistem yang seharusnya" bukan " biasanya" berjalan sesuai Standar pelayanan medik maupun SOP dijalankan.

Langkah-langkah yang diambil oleh Ketua Komite Medik yaitu segera melakukan evaluasi secara komprehensif/Audit medik dengan mengundang seluruh stakeholder internal RS baik dari SMF yang terkait maupun Komite Rekam medis serta yang lainnya seperti Direktur SDM, dari hasil evaluasi menyeluruh tersebut untuk dijadikan rekomendasi langkah selanjutnya agar tidak terulang kembali baik melalui punishment maupun rotasi bagi yang melakukan medical error tersebut seperti perawat/petugas yang memanggil pasien dengan tidak menyapa sebelumnya dengan "Selamat Pagi/siang/sore/malam, Ibu sakit apa? Apakah Ibu benar Alamatnya sepeti dalam dokumen rekam medis ini? dan seterusnya untuk meminimalisir kejadian yang tidak diharapkan (KTD) agar tidak terulang kembali yang menuju pelayanan lebih baik untuk peningkatan mutu layanan di RS tersebut

2) Dengan konsep mutu A.Donabedian ,maka apa yang harus dilakukan untuk perbaikan pada struktur,proses di kamar operasi tersebut (belum pernah tahu teori tersebut).

Picture of Pambudi mmr
Kasus 2 / M. Mutu (Pambudi NIM : 2010.102.1.036)
by Pambudi mmr - Friday, 20 May 2011, 01:36 PM
 

PAMBUDI

NIM : 2010.102.1.036

Membuat protap / SOP untuk kamar operasi, atau meninjau lagi protap yang sudah ada kemudian melakukan perbaikan / revisi. SOP yang dibuat hendaknya menyebutkan identitas yang lengkap meliputi umur, alamat, diagnosa, operasi, dan dokter yang menangani.

Perlu koordinasi antar petugas OK, baik antar perawat maupun antara dokter dengan perawat. Koordinasi perlu dilakukan terus menerus. Komunikasi harus terjalin terus, karena titik awal kelalaian/kesalahan ini adalah masalah kurangnya koordinasi dan komunikasi.

Proporsi beban tugas petugas OK perlu diperhatikan, jasa medis petugas OK perlu direview kembali apakah selama ini masih kurang ( masalah financial juga bisa berpengaruh terhadap kinerja petugas ). Untuk petugas yang lalai hendaknya juga diberi sangsi yang tegas sehingga tidak menimbulkan kesalahan lagi dimasa yang akan datang.

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu kiranya dukungan manajemen untuk pengaturannya
Picture of Ariyudi Yunita
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Ariyudi Yunita - Friday, 20 May 2011, 02:02 PM
 
Sebagai ketua medik melakukan pertemuan semua jajaran yang terkait untuk saling mengintropeksi diri tidakada saling menyalahkan tetapi dapat sebagai pelajaran kedepan untuk lebih teliti lagi dengan cara semua pasien didata lebih detail dengan alamat yang jelas,setelah itu jika sampai ok pun dianamnesa ulang dengan detail,dan juga ada informt conset yang jelas dengan ditanda tangani oleh pasien tapijika anak_anak maka pihak keluarga,jadi jelas tindakanyang diambil dengan sepengetahuan pasien.

Struktur yang diperbaiki dikamar operasi :
1.semua karyawan berkomitmen saling menginggatkan semua yang akan dilakukan
haru ada informt consent
2.setiap dokter dan perawat yang mau mengerjakan harus dianamnesa ulang yang
detail agar tidak terjadi kesalahan.
3.membangun komitmen terutama dikamar ok saling peduli dan membangun
budaya kerja kebersamaan jangan hanya datang lalu kerjakan dan pulang tapi
tetap perhatian.
Picture of Solikah Sriningsih
Re: solikah sriningsih(20101021041)
by Solikah Sriningsih - Friday, 20 May 2011, 02:08 PM
 

1. Sebagai Ketua Komite Medik langkah - langkah yang harus saya lakukan untuk peningkatan mutu layanan OK di RS tersebut :

- hendaknya setiap pasien yang akan dioperasi ada surat serah terima dari bangsal ke OK dan diberi identitas lengkap serta diagnosis.

-perawat maupun dokter Ok melakukan crosscek langsung kepasien tentang sakitnya dan tindakan yang akan dilakukan kepasien.

-setiap pasien yang akan diopersi hendaknya jangan menunggu terlalu lama diruang tunggu operasi agar tidak terjadi lagi salah pasien.

-memeriksa smua kelengkapan operasi.

Selanjutnya :

a. Menganalisis masalah yang terjadi di OK, menemukan solusi dan pemecahannya sehingga kejadian ini tidak terulang kembali.

b.Memperbaiki kinerja dan kerja sama yang baik antara perawat bangsal dan perawat OK, agar tidak terjadi lagi hal tersebut.

2. Dengan konsep mutu A.Donabedian ,maka yang harus dilakukan untuk perbaikan pada struktur proses di kamar operasi tersebut adalah

Menurut Donabedian Mutu adalah sifat yang dimiliki oleh suatu program maka yang perlu dilakukan:

a. Memberikan identitas yang jelas kepada pasien yang akan di operasi minimal terdapat nama lengkap pasien, umur, alamat, diagnosa, operasi yang akan di lakukan, dan dokter yang merawat.

b. Menentukan jadwal operasi sehingga pasien tidak terlalu lama di ruang tunggu.

c. Menunjuk bagian administrasi agar mengidentifikasi pasien yang akan melakukan operasi.

d. Menentukan batas ruangan yang jelas antara pasien yang akan dioperasi dengan pasien luar, sehingga tidak terjadi kekeliruan.

Picture of Yutha Perdana
YUTHA PERDANA - 20101021045
by Yutha Perdana - Friday, 20 May 2011, 02:44 PM
 
1. Yang perlu dilakukan adalah dengan menetapkan SPO baru di ruang operasi, yang dilakukan sebelum operasi yang meliputi reidentifikasi pasien (nama, umur, alamat, nama ibu kandung), reanamnesis (keluhan yang dialami / diagnosis), dan rekonfirmasi (kelengkapan administrasi). Secara umum bila perlu di rekam medik dicantumkan foto pasien serta memisahkan ruang tunggu pasien khusus operasi yang dikirim dari bangsal dengan pasien dari luar agar tidak terjadi medical error seperti ini.

2. Menurut Donabedian mutu pelayanan dapat diukur dengan menggunakan 3 variabel, yaitu :
a. Input (struktur), ialah segala sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan yankes seperti tenaga, dana, obat, fasilitas
peralatan, teknologi, organisasi, informasi
b. Proses, adalah interaksi profesional antara pemberi pelayanan dengan konsumen (pasien, masyarakat).
- Setiap tindakan medik keperawatan harus selalu mempertimbangkan nilai yang dianut pada diri pasien.
- Setiap tindakan korektif dibuat dan meminimalkan resiko terulangnya keluhan atau ketidakpuasan pada pasien lainnya.
- Membuat program Patient Safety yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan.
- Mengembangkan akreditasi dalam meningkatkan mutu Rumah Sakit dengan indikator pemenuhan standar pelayanan yang ditetapkan DEPKES.
- ISO 9001 : 2000 yaitu suatu standar internasional untuk sistem manajemen kualitas yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses pelayanan
terhadap kebutuhan persyaratan yang dispesifikasikan oleh pelanggan dan rumah sakit.
- Meng-update keilmuan untuk menjamin bahwa tindakan medik yang dilakukan didukung oleh bukti ilmiah yang mutakhir.
- Memperhatikan asas etika terhadap pasien yaitu :
i) Berbuat hal hal yang baik (beneficence) terhadap manusia khususnya pasien, staf klinis dan nonklinis, masyarakat dan pelanggan secara umum.
ii) Tidak berbuat mudharat (nonmaleficence) terhadap manusia.
iii) Menghormati manusia ( respect for persons ) menghormati hak otonomi, martabat, kerahasiaan, berlaku jujur, terbuka, empati.
iv) Berlaku adil (justice) dalam memberikan layanan.
c. Output/outcome, ialah hasil yankes. Merupakan perubahan yang terjadi
pada konsumen termasuk kepuasan dari konsumen. Tanpa mengukur hasil kinerja rumah sakit tidak dapat diketahui apakah input dan proses yang baik telah menghasilkan output yang baik pula.

Menurut teori tersebut, yang perlu dilakukan pada unsur proses adalah dengan melakukan reidentifikasi, reanamnesis, dan rekonfirmasi pasien yang ada di ruang operasi. Yang penting juga dengan memisahkan ruang tunggu pasien khusus operasi dengan pasien dari luar.
Picture of Aci Indah Kusumawardani
ACI INDAH K_20101021002
by Aci Indah Kusumawardani - Friday, 20 May 2011, 02:57 PM
 

1. Hal-hal yang perlu dilakukan yaitu dengan menetapkan SPO baru di ruang operasi, dimana dilakukan sebelum operasi berlangsung, yang meliputi identifikasi ulang (reidentifikasi) pasien meliputi data-data yang berkaitan dengan nama, umur, alamat, nama ibu kandung; anamnesis ulang (reanamnesis) yang meliputi keluhan yang dialami / diagnosis; dan konfirmasi ulang (rekonfirmasi) untuk kelengkapan administrasi. Secara umum bila perlu di rekam medik dicantumkan foto pasien serta memisahkan ruang tunggu pasien khusus operasi yang dikirim dari bangsal dengan pasien dari luar agar tidak terjadi medical error seperti ini.

2. Menurut Donabedian mutu pelayanan dapat diukur dengan menggunakan 3 variabel, yaitu :
a. Input (struktur), ialah segala sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan yankes seperti tenaga, dana, obat, fasilitas
peralatan, teknologi, organisasi, informasi
b. Proses, adalah interaksi profesional antara pemberi pelayanan dengan konsumen (pasien, masyarakat).
- Setiap tindakan medik keperawatan harus selalu mempertimbangkan nilai yang dianut pada diri pasien.
- Setiap tindakan korektif dibuat dan meminimalkan resiko terulangnya keluhan atau ketidakpuasan pada pasien lainnya.
- Membuat program Patient Safety yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan.
- Mengembangkan akreditasi dalam meningkatkan mutu Rumah Sakit dengan indikator pemenuhan standar pelayanan yang ditetapkan DEPKES.
- ISO 9001 : 2000 yaitu suatu standar internasional untuk sistem manajemen kualitas yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses pelayanan
terhadap kebutuhan persyaratan yang dispesifikasikan oleh pelanggan dan rumah sakit.
- Meng-update keilmuan untuk menjamin bahwa tindakan medik yang dilakukan didukung oleh bukti ilmiah yang mutakhir.
- Memperhatikan asas etika terhadap pasien yaitu :
i) Berbuat hal hal yang baik (beneficence) terhadap manusia khususnya pasien, staf klinis dan nonklinis, masyarakat dan pelanggan secara umum.
ii) Tidak berbuat mudharat (nonmaleficence) terhadap manusia.
iii) Menghormati manusia ( respect for persons ) menghormati hak otonomi, martabat, kerahasiaan, berlaku jujur, terbuka, empati.
iv) Berlaku adil (justice) dalam memberikan layanan.
c. Output/outcome, ialah hasil yankes. Merupakan perubahan yang terjadi
pada konsumen termasuk kepuasan dari konsumen. Tanpa mengukur hasil kinerja rumah sakit tidak dapat diketahui apakah input dan proses yang baik telah menghasilkan output yang baik pula.

Menurut teori tersebut, yang perlu dilakukan pada unsur proses adalah dengan melakukan reidentifikasi, reanamnesis, dan rekonfirmasi pasien yang ada di ruang operasi. Yang penting dilakukan juga dengan memisahkan ruang tunggu pasien khusus operasi dengan pasien dari luar.

Picture of Linaldi Ananta
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Linaldi Ananta - Friday, 20 May 2011, 03:16 PM
 
1. Bila saya menjadi ketua komite medik maka hal-hal yang saya lakukan :
a. mengumpulkan semua staf yang terlibat dalam masalah ini, bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi mencari kekurangan dalam sistem yang sudah ada
b. bila kekurangan dalam sistem itu sudah ditemukan, maka selanjutnya dipikirkan bagaimana cara memperbaikinya. hasilnya kemudian akan menjadi rekomendasi perbaikan SOP

2. Donabedian menyatakan bahwa, tidak satupun definisi dapat memenuhi persyaratan dengan tepat tentang arti "mutu", dan untuk mengatasi hal tersebut ada tiga pengertian yang diberikan yaitu:
a.
definisi absolutis : mutu adalah pertimbangan atas kemungkinan adanya keuntungan dan kerugian terhadap kesehatan sebagai dasar tata nilai praktisi kesehatan tanpa memperhatikan biaya.

b. definisi individualistis : berfokus pada keuntungan dan kerugian dari harapan pasen dan konsekwensi lain yang tidak diharapkan.

c. definisi sosial : mutu meliputi beaya pelayanan, kontinum dari keuntungan atau kerugian, serta distribusi pelayanan sebagai rata nilai masyarakat secara umum.

Mutu memiliki beberapa komponen :

a. struktur : sarana fisik, perlengkapan dan peralatan organisasi danmanajemen, keuanganm SDM, dan sumber daya yang lain

b. proses : sarana kegiatan dokter, kegiatan perawat, kegiatan administtrasi pasien

c. outcome : outcome jangka pendek seperti sembuh dari sakit, cacat dan lain-lain. outcome jangka panjang seperti kemungkinan kambuh, dll

Berdasarkan definisi mutu tersebut maka yang harus dilakukan pada OK RS pada kasus ini antara lain para dokter dan perawat serta semua staf struktural yang ada perlu diajak kerjasama dan mengerti pentingnya aspek mutu selain medis, maka pelatihan akan mengajak mereka pada pengertian dan upaya yang terarah dalam rangka quality assurance. Quality assurance pada intinya adalah upaya pemecahan masalah, hendaklah dapat dipahami bahwa pemecahan masalah itu bukan mencari kesalahan. Penentuan masalah yang selanjutnya diperoleh telah merupakan jalan yang baik dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan, tanpa terbuka terhadap kesalahan dan kekurangan tersebut tidak akan berhasil meningkatkan mutu.

Para petugas manajerial akan berperan secara tegas dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas layanan, juga berperan dalam menyediakan sarana bagi keamanan dan kepuasan pasien. Seperti ramahnya pelayanan, cepatnya prosedur keuangan administrasi yang tepat dan jelas seperti pada pendaftaran akan berperan dalam kepuasan pasien, maka para pelaku manajerial dari tingkat awal seperti tukang sapu sampai direktur harus melek dan bertanggung jawab atas mutu pelayanan. Pelatihan bagi mereka pada berbagai tingkatan harus dilaksanakan agar membuka pengertian yang seragam, kemudian diharapkan timbul tanggung jawabnya. Pelatihan akan memberi mereka kesempatan secara formal untuk mengerti dan berpartisipasi dalam menemukan masalah tentang mutu kemudian bersama-sama menyelesaikanna. Mungkin pelatihan tersebut tidak cukup sekali, tetapi harus secara berkelanjutan diprogramkan dan diatur sesuai kebutuhan.

Picture of Daniswara mmr
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Daniswara mmr - Friday, 20 May 2011, 03:01 PM
 
1. langkah yang akan saya lakukan untuk meningkatkan mutu:
- melakukan audit terhadap kasus/masalah yang ada untuk mengetahui penyebabnya
- membuat protap pelayanan di kamar operasi termasuk dalam memeriksa identitas pasien sehingga tidak terjadi kesalahan, perlu adanya perawat yang serah terima pasien dari bangsal ke perawat OK, memeriksa kembali organ yang akan dilakukan operasi

2. yang harus diperbaiki:
- adanya sistem penerimaan pasien dari perawat bangsal dan OK
- pemeriksaan identitas ulang
- pemeriksaan organ yang akan di operasi
- papan petunjuk bahwa ruangan tersebut adalah kamar operasi
Picture of Muhamad Sandi Setiawan
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Muhamad Sandi Setiawan - Friday, 20 May 2011, 03:02 PM
 
di lampirkan dok
Picture of Rizki Azaria
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Rizki Azaria - Friday, 20 May 2011, 03:10 PM
 
1. langkah yang akan dilakukan:
- melakukan audit setiap kasus yang ada di OK baik yang ada complain maupun tidak ada complian dari pasiien
- memperbaiki protap yang ada di OK termasuk disiplin dari perawat maupun dokter di OK dalam melaksanakan protap tersebut

2. yang harus diperbaiki:
- sistem penerimaan atau administrasi pasien di OK
- memberikan papan nama yang jelas untuk menghindari kesalahan ruangan
- melakukan pemeriksaan ulang terhadap pasien baik identitas maupun pemeriksaan fisik
ngupil asiiiik
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Ragil Tribhakti Hutomo - Friday, 20 May 2011, 03:30 PM
 

1. 1. Bila saya menjadi Ketua Komite Medik langkah - langkah yang harus saya lakukan untuk peningkatan mutu layanan OK di RS tersebut adalah dengan melakukan beberapa langkah perubahan mendasar yang harus dilakukan di rumah sakit untuk mencegah medical errors pada kasus tersebut ataupun kasus lain yang mungkin saja dapat terjadi yaitu dengan :

a. Mengubah budaya organisasi ke arah budaya yang berorientasi kepada keselamatan pasien. Perubahan ini terutama ditujukan kepada seluruh sistem sumber daya manusia dari sejak perekrutan (kredensial), supervisi dan disiplin. Rasa malu dalam melaporkan suatu kesalahan dan kebiasaan menghukum “pelakunya” harus dikikis habis agar staf rumah sakit dengan sukarela melaporkan kesalahan kepada manajemen dan atau komite medis, sehingga pada akhirnya dapat diambil langkah-langkah pencegahan kejadian serupa di kemudian hari.

b. Melibatkan pimpinan kunci di dalam program keselamatan pasien, dalam hal ini manajemen dan komite medik. Komitmen pimpinan dibutuhkan dalam menjalankan program-program manajemen risiko, termasuk ronde rutin bersama ke unit-unit klinik.

c. Mendidik para profesional di rumah sakit di bidang pemahamannya tentang keselamatan pasien dan bagaimana mengidentifikasi errors, serta upaya-upaya meningkatkan keselamatan pasien.

d. Mendirikan Komisi Keselamatan Pasien di rumah sakit yang beranggotakan staf interdisiplin dan bertugas mengevaluasi laporan-laporan yang masuk, mengidentifikasi petunjuk adanya kesalahan, mengidentifikasi dan mengembangkan langkah koreksinya.

e. Mengembangkan dan mengadopsi Protokol dan Prosedur yang aman.

f. Memantau dengan hati-hati penggunaan alat-alat medis agar tidak menimbulkan kesalahan baru.

2. Dengan konsep mutu A.Donabedian ,maka yang harus dilakukan untuk perbaikan pada struktur proses di kamar operasi tersebut adalah

a. Memberikan identitas yang jelas kepada pasien yang akan di operasi minimal terdapat nama lengkap pasien, umur, alamat, diagnosa, operasi yang akan di lakukan, dan dokter yang merawat.

b. Menentukan jadwal operasi sehingga pasien tidak terlalu lama di ruang tunggu.

c. Menunjuk bagian administrasi agar mengidentifikasi pasien yang akan melakukan operasi.

d. Menentukan batas ruangan yang jelas antara pasien yang akan dioperasi dengan pasien luar, sehingga tidak terjadi kekeliruan.

Picture of Aulia Hijriastuti
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Aulia Hijriastuti - Friday, 20 May 2011, 03:30 PM
 
  1. Langkah-langkah yang saya lakukan untuk meningkatkan manajemen mutu adalah :
  • membuat SOP di ruang operasi dan protap2 yang jelas dan mensosialisasikan ke semua petugas yang ada di ruang OK.
  • Adanya perawat yang mengontrol pasien yang masuk dan mengulang data2 pasien secara lengkap sebelum menjalani tindakan medik.
2. Menurut Donabedian yang dikutip oleh Dever (1984), ada beberapa faktor- faktor yang dapat memengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan, yaitu:
1. Faktor Sosiokultural
a. Teknologi
Kemajuan teknologi dapat memengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan, di mana kemajuan dibidang teknologi disatu sisi dapat meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan seperti transplantasi organ, penemuan organ-organ artifisial, serta kemajuan dibidang radiologi. Sedangkan disisi lain kemajuan teknologi dapat menurunkan pemanfaatan pelayanan kesehatan, sebagai contoh dengan ditemukannya berbagai vaksin untuk pencegahan penyakit menular akan mengurangi pemanfaatan pelayanan kesehatan.
Universitas Sumatera Utara
b. Norma dan nilai yang ada di masyarakat.
Norma, nilai sosial dan keyakinan yang ada di masyarakat akan memengaruhi seseorang dalam bertindak, termasuk dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan.
2. Faktor Organisasional
a. Ketersediaan Sumber Daya
Suatu sumber daya tersedia apabila sumber daya itu ada atau bisa didapat, tanpa mempertimbangkan sulit ataupun mudahnya penggunaannya. Suatu pelayanan hanya bisa digunakan apabila jasa tersebut tersedia.
b. Akses Geografis
Akses geografis dimaksudkan pada faktor-faktor yang berhubungan dengan tempat yang memfasilitasinya atau menghambat pemanfaatan, yakni yang berhubungan dengan lokasi penyedia pelayanan dan lokasi konsumen/pemakai jasa pelayanan, yang dapat diukur dengan jarak waktu tempuh atau biaya tempuh. Hubungan antara akses geografis dan volume dari pelayanan bergantung dari jenis pelayanan dan jenis sumber daya yang ada. Peningkatan akses yang dipengaruhi oleh berkurangnya jarak, waktu tempuh ataupun biaya tempuh mungkin mengakibatkan peningkatan pelayanan.
Hal ini menunjukkan, pemakaian pelayanan preventif lebih banyak dihubungkan dengan akses geografis dari pada pemakaian pelayanan kuratif' sebagaimana pemanfaatan pelayanan umum bila dibandingkan dengan pelayanan spesialis. Semakin hebat suatu penyakit atau keluhan dan semakin
Universitas Sumatera Utara
canggih atau semakin khusus sumber daya dari pelayanan, semakin berkurang pentingnya atau berkurang kuatnya hubungan antara akses geografis dan volume pemanfaatan pelayanan.
c. Akses Sosial
Akses sosial terdiri atas dua dimensi yaitu dapat diterima dan terjangkau. Dapat diterima mengarah kepada faktor psikologis, sosial dan faktor budaya, sedangkan terjangkau mengarah kepada faktor ekonomi. Konsumen memperhitungkan sikap dan karakteristik yang ada pada penyedia pelayanan kesehatan seperti etnis, jenis kelamin, umur, ras dan hubungan keagamaan.
d. Karakteristik dari stuktur perawatan dan proses
Bentuk-bentuk praktek pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, praktek dokter tunggal, praktek dokter bersama, grup praktek dokter spesialis atau yang lainnya membuat pola pemanfaatan yang berbeda.
3. Faktor yang berhubungan dengan konsumen
Pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah interaksi antara konsumen dengan penyedia pelayanan kesehatan (provider). Tingkat kesakitan atau kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen berhubungan langsung dengan pengunaan atau permintaan terhadap pelayanan kesehatan. Kebutuhan terdiri atas kebutuhan yang dirasakan (perceived need) dan diagnosa klinis (evaluated need). Kebutuhan yang dirasakan (perceived need) ini di pengaruhi oleh:
a. Faktor sosiodemografi yang terdiri dari umur, jenis kelamin, ras, suku bangsa, status perkawinan, jumlah keluarga dan status sosial ekonomi Universitas Sumatera Utara
(pendidikan, pekerjaan dan penghasilan).
b. Faktor sosiopsikologi terdiri dari persepsi dan kepercayaan terhadap pelayanan medis atau dokter.
4. Faktor yang berhubungan dengan produsen.
Dalam hal ini konsumen tidak sepenuhnya memiliki referensi yang cukup akan pelayanan yang akan diterima, sehingga mereka menyerahkan hal ini sepenuhnya ketangan penyedia pelayanan kesehatan. Karakteristik penyedia pelayanan kesehatan yaitu tipe pelayanan kesehatan, sikap petugas, serta fasilitas yang dimiliki oleh pelayanan kesehatan yang bersangkutan.
Picture of Virdy Kurniawan
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Virdy Kurniawan - Friday, 20 May 2011, 03:31 PM
 
1. Sebagai ketua komite medik, pembenahan sistem penerimaan pasien di kamar operasi merupakan prioritas utama, antara lain:
- Membuat S.O.P yang jelas mengenai penerimaan pasien di kamar operasi.
- Petugas penerima pasien yang ada di kamar operasi harus selalu melakukan cek terhadap setiap pasien yang akan masuk ke kamar operasi.
- setiap pasien yang akan masuk ke kamar operasi harus selalu didampingi petugas pengantar dari bangsal ataupun dari IGD tempat pasien tersebut diperiksa sebelumnya.
- Dokter yang melakukan tindakan di kamar operasi harus memeriksa catatan medis dari pasien tersebut terlebih dahulu.

2. Menurut Donabedian Mutu adalah sifat yang dimiliki oleh suatu program maka yang perlu dilakukan:

a. Memberikan identitas yang jelas kepada pasien yang akan di operasi minimal terdapat nama lengkap pasien, umur, alamat, diagnosa, operasi yang akan di lakukan, dan dokter yang merawat.

b. Menentukan jadwal operasi sehingga pasien tidak terlalu lama di ruang tunggu.

c. Menunjuk bagian administrasi agar mengidentifikasi pasien yang akan melakukan operasi.

d. Menentukan batas ruangan yang jelas antara pasien yang akan dioperasi dengan pasien luar, sehingga tidak terjadi kekeliruan
Picture of Mayfuza Husain
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Mayfuza Husain - Friday, 20 May 2011, 03:37 PM
 
Langkah yang dilakukan:
1. mengevaluasi prosedur yang selama ini diterapkan di OK, melakukan perevisian jika memang ada yang perlu direvisi, untuk kasus tersebut ditinjau lagi ke lapangan dan dicari solusinya untuk kemudian dijadikan perhatian bagi semua pihak yang terlibat dalam pelayanan serupa agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.
2. mengevaluasi kinerja dari pegawai/para pekerja dibagian tersebut, apakah mereka telah memahami betul prosedur yang diterapkan di OK
3. melakukan perbaikan menetapkan standar pelaksanaan operasi yang jelas mulai pasien masuk sampai selesai operasi dengan cara: Pasien diberi identitas dari bangsal, diagnosis dan operasi yang akan dilakukan serta dokter yang merawat tercantum dalam identitas tersebut. Dengan melakukan crosscheck pada pasien untuk meminimalisir kesalahan juga dapat dilakukan mengenai identitasnya.

Menurut konsep mutu A.Donabedian , dapat dilakukan:
a. Memberikan identitas jelas dan terang kepada pasien yang akan di operasi nama lengkap pasien, umur, alamat, diagnosa, operasi yang akan di lakukan, dan dokter yang merawat.
b. Mendata jadwal operasi yang akan dilakukan pada pasien tidak terlalu lama di ruang tunggu, jika hampir mendekati giliran pasien maka pasien dipanggil beberapa menit sebelumnya
c. Menunjuk bagian administrasi di bagian OK agar mengidentifikasi pasien yang akan melakukan operasi.
d. Menentukan batas ruangan yang jelas antara pasien yang akan dioperasi dengan pasien luar, sehingga tidak terjadi kekeliruan.

Picture of Merita Arini
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Merita Arini - Friday, 20 May 2011, 03:47 PM
 
  1. Mutu adalah sifat yang dimiliki oleh suatu progam ( Donabedian,1980 ). Dalam rangka peningkatan mutu di ruang OK perlu dilakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat Membina Mutu / Quality Assurance (QA) yaitu semua kegiatan yang dimaksudkan untuk menjaga keselamatan, memelihara dan meningkatkan mutu pelayanan. (Donabedian). QA tidak sama dg QC (Quality Control/ Mengendalikan mutu dengan memeriksa (inspeksi) hasil produksi, apakah mutu telah seperti yang dikehendaki, sesuai dengan standar).Diawali dengan tersedianya input bermutu dalam yankes, dan adanya proses yanmed sesuai standar/kepatuhan terhadap standar pelayanan yg baik, diharapkan hasil pekerjaan (output) pelayanan medis yang bermutu. Metode dalam QA meliputi:
  • Audit internal dan surveilans, apakah pekerjaan dalam pengerjaannya telah sesuai atau mengikuti (patuh) terhadap SOP
  • Evaluasi proses.
  • Mengelola mutu.

Adapun Metode dalam Quality Control, meliputi:

  • Metode penyelesaian masalah.
  • Metode statistik.
  • Menilai mutu akhir.
  • Evaluasi output.
  • Kontrol mutu.
  • Monitoring pekerjaan sehari-hari.
2). Dalam hal PROSES di ruang OK, usaha-usaha perbaikan mutu yang perlu dilakukan meliputi:

Dalam hal ini standar-standar perlu ditetapkan, mengingat PROSES diharapkan sebagai suatu proses yanmed yang sesuai standar/kepatuhan terhadap standar pelayanan yg baik.dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

  • - Relevan tidaknya proses bagi pelanggan.
  • - Fleksibel dan efektifitas.
  • - Mutu proses itu sendiri.

- Proses yankes => a set of activities that go on within and between practitioners and patients. (Donabedian)

- QA pada sisi PROSES yankes, berhub. Langsung dengan praktik medis dokter pasien, kepatuhan terhadap SOP, informed consent. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam menjaga mutu (QA) antara lain.

  • peer review, check list, kuesioner, wawancara, dsb.
  • melakukan proses-proses dalam QA & QC spt tersebut di atas.
  • menetapkan sistem reward & punishment yang sesuai agar tenaga medis tetap dapat bekerja sesuai dg otonominya namun tetap memperhatikan prinsip-prisnsip manajemen mutu dan patient safety
Sehingga dalam hal pelanggaran/ kelailaian yang terjadi pada kasus di atas, dalam hal proses perlu dievaluasi/ review standar2 yang telah ada (SOP dsb) , apabila kelemahan terdapat pada sisi standar (SOP), maka sisi inilah yang perlu diperbaiki, yaitu dengan menbuat SOP yang ideal. Namun, bila kelemahan terdapat pada sisi yang lain yang menyebabkan proses tidak berjalan sesuai standar, maka yg perlu diperbaiki adalah sisi yang lain tsb.

Picture of Herni Silvia Oktavianti
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Herni Silvia Oktavianti - Friday, 20 May 2011, 03:47 PM
 
1. Yang akan saya lakukan adalah
a. melakukan evaluasi di ruang OK tersebut, terutama tekait dengan kasus salah pasien salah tindakan.
b. Perlu dilakukan koordinasi di dalam ruang OK agar tidak terjadi keslahan. Operasi menurut beberapa orang adalah susuatu yang besar, kesalahan sekecil apaun dapat berefek buruk pada pasien.
c. Pemberian label nama dan identitas lain pada pasien dan selalu di cek ulang sebelum tindakan operasi atau anastesi dimulai. Pasien yang akan dioperasi pun sebaiknya diberikan ruang tersendiri.

2. Dengan konsep mutu A.Donabedian ,maka yang harus dilakukan untuk perbaikan pada struktur proses di kamar operasi tersebut adalah

a. Memberikan identitas yang jelas kepada pasien yang akan di operasi minimal terdapat nama lengkap pasien, umur, alamat, diagnosa, operasi yang akan di lakukan, dan dokter yang merawat.

b. Menentukan jadwal operasi sehingga pasien tidak terlalu lama di ruang tunggu.

c. Menunjuk bagian administrasi agar mengidentifikasi pasien yang akan melakukan operasi.

d. Menentukan batas ruangan yang jelas antara pasien yang akan dioperasi dengan pasien luar, sehingga tidak terjadi kekeliruan.

Picture of Laras Alfienty
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Laras Alfienty - Friday, 20 May 2011, 03:59 PM
 

1. Bila saya menjadi Ketua Komite Medik maka yang saya langkah-langkah yang saya lakukan untuk menjaga mutu dari pelayanan di ruang OK tersebut adalah:

a. Kegiatan persiapan

§ Menumbuhkan dan meningkatkan komitmen pimpinan institusi serta segenap penyelenggara pelayanan kesehatan terhadap mutu.

§ Membentuk satuan organisasi yang akan diserahkan tanggung jawab menyelengggarakan program menjaga mutu.

§ Menyelenggarakan pelatihan program menjaga mutu

§ Menetapkan batas-batas wewenang, tanggung jawab serta mekanisme kerja satuan organisasi program menjaga mutu

§ Menetapkan jenis dan ruang lingkup pelayanan kesehatan yang perlu diprioritaskan program menjaga mutu

§ Menetapkan serta memasyarakatkan standar dan indikator yang akan dipergunakan.

b. Kegiatan Pelaksanaan

1) Menetapkan masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan

2) Menetapkan penyebab masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan

3) Menetapkan cara penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatan

4) Melaksanakan cara penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatan

5) Menilai hasil yang dicapai dari dilaksanakannya cara penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatan

6) Menyusun saran tindak lanjut untuk lebih memantapkan serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan

2. Dengan konsep mutu A.Donabedian ,maka apa yang harus dilakukan untuk perbaikan pada struktur dan proses di kamar operasi tersebut adalah:

a. Struktur merujuk pada fasilitas fisik, struktur organisasi, alat dan bahan, kebijakan, program sumber daya manusia termasuk jumlah dan kualifikasi serta sumber produksinya, standar operasional prosedur (SOP) atau prosedur kerja tetap (protap). Dalam kejadian ini yang perlu diperbaiki adalah kebijakan serta SOP atau protap. Dalam membuat kebijakan dan protap seharusnya berusaha agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam pembuatan protap kamar operasi seharusnya mencakup:

1) Prosedur sebelum operasi yang meliputi petugas seperti kesterilan dan keamanannya serta pasien seperti identitas, diagnosa, keadaan umum dan vital sign, inform consent, persiapan operasi, pengantar ke kamar operasi, ganti baju dan verifikasi ulang saat operan di kamar operasi. Dalam kasus ini terutama masalah ini yang harus diperbaiki.

2) Prosedur ruangan dan alat-alat

3) Prosedur selama operasi

4) Prosedur sesudah operasi

5) Prosedur pencatatan 

b. Sedangkan proses merujuk pada operasionalisasi kerja dari organisasi, bagian-bagian kegiatan pelayanan, pelaksanaan protap dan pelaksanaan kegiatan pelayananan kepada pelanggan.

Dalam kejadian ini, apabila ternyata protap yang ada sudah sesuai maka maka yang perlu diperbaiki adalah prosesnya yaitu memperbaiki komitmen kinerja pelayanan dari pelaksana yang terlibat seperti perawat dan bagian administrasi. Agar lebih terjamin kelaksanaannya maka diperlukan diberikan reward dan punishment agar protap terlaksana dengan baik.

Picture of Dian Muntafiatul Izzati
Dian M Izzati_20101021016_M.Mutu_case 2
by Dian Muntafiatul Izzati - Friday, 20 May 2011, 04:27 PM
 
tanggapan kasus 2 attach doc.type
Picture of Dimas Trisetyo Nugroho
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Dimas Trisetyo Nugroho - Friday, 20 May 2011, 06:04 PM
 
1. langkah yang akan dilakukan:

- melakukan audit setiap kasus yang ada di OK baik yang ada complain maupun tidak ada complian dari pasiien
- memperbaiki protap yang ada di OK termasuk disiplin dari perawat maupun dokter di OK dalam melaksanakan protap tersebut

2. Dengan konsep mutu A.Donabedian ,maka apa yang harus dilakukan untuk perbaikan pada struktur dan proses di kamar operasi tersebut adalah:

a. Struktur merujuk pada fasilitas fisik, struktur organisasi, alat dan bahan, kebijakan, program sumber daya manusia termasuk jumlah dan kualifikasi serta sumber produksinya, standar operasional prosedur (SOP) atau prosedur kerja tetap (protap). Dalam kejadian ini yang perlu diperbaiki adalah kebijakan serta SOP atau protap. Dalam membuat kebijakan dan protap seharusnya berusaha agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam pembuatan protap kamar operasi seharusnya mencakup:

1) Prosedur sebelum operasi yang meliputi petugas seperti kesterilan dan keamanannya serta pasien seperti identitas, diagnosa, keadaan umum dan vital sign, inform consent, persiapan operasi, pengantar ke kamar operasi, ganti baju dan verifikasi ulang saat operan di kamar operasi. Dalam kasus ini terutama masalah ini yang harus diperbaiki.

2) Prosedur ruangan dan alat-alat

3) Prosedur selama operasi

4) Prosedur sesudah operasi

5) Prosedur pencatatan

b. Sedangkan proses merujuk pada operasionalisasi kerja dari organisasi, bagian-bagian kegiatan pelayanan, pelaksanaan protap dan pelaksanaan kegiatan pelayananan kepada pelanggan.

Dalam kejadian ini, apabila ternyata protap yang ada sudah sesuai maka maka yang perlu diperbaiki adalah prosesnya yaitu memperbaiki komitmen kinerja pelayanan dari pelaksana yang terlibat seperti perawat dan bagian administrasi. Agar lebih terjamin kelaksanaannya maka diperlukan diberikan reward dan punishment agar protap terlaksana dengan baik.

Picture of Darma Yudistira
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )darma yudistira 20101021013
by Darma Yudistira - Friday, 20 May 2011, 05:27 PM
 
1. Sebagai Ketua Komite Medik pada RS ini pertama-tama yang akan saya akan hal hal yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi adalah melakukan evaluasi di ruang OK tersebut, terutama tekait dengan kasus salah pasien salah tindakan. Perlu dilakukan koordinasi di dalam ruang OK agar tidak terjadi kesalahan dengan cara melakukan proses perbaikan yaitu menetapkan standar pelaksanaan operasi yang jelas mulai pasien masuk sampai selesai operasi dengan cara: Pasien diberi identitas dari bangsal, diagnosis dan operasi yang akan dilakukan serta dokter yang merawat tercantum dalam identitas tersebut. Selain itu menerapkan Budaya organisasi juga wajib karena untuk mencapai pelayanan prima diperlukan organisasi yang tertib.
2. Menurut Donabedian Mutu adalah sifat yang dimiliki oleh suatu program maka yang perlu dilakukan:
a. Memberikan identitas yang jelas kepada pasien yang akan di operasi minimal terdapat nama lengkap pasien, umur, alamat, diagnosa, operasi yang akan di lakukan, dan dokter yang merawat.
b. Menentukan jadwal operasi sehingga pasien tidak terlalu lama di ruang tunggu.
c. Menunjuk bagian administrasi agar mengidentifikasi pasien yang akan melakukan operasi.
d. Menentukan batas ruangan yang jelas antara pasien yang akan dioperasi dengan pasien luar, sehingga tidak terjadi kekeliruan.
Picture of Fahrul Riza
Re: Mini case 2 Manajemen Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS )
by Fahrul Riza - Friday, 20 May 2011, 06:12 PM
 
Bila saya menjadi Ketua Komite Medik langkah - langkah yang harus saya lakukan untuk peningkatan mutu layanan OK di RS tersebut adalah :

Untuk mencegah terjadinya medical error :
1. Memastikan pasien yang akan di operasi, dengan cara :
a. Pasien yang akan dioperasi harus sudah dipersiapkan dari bangsal, pasien dtandai diwajahnya yaitu : nama pasien, no rekam medik, usia dan diagnosa.
b. Adanya koordinasi antara perawat bangsal dan perawat kamar OK dalam proses penyerahan pasien.
c. Memeriksa ulang/menyamakan identitas pasien, apakah sudah sesuai antara rekam medis dengan orang yang bersangkutan.
d. Memastikan ulang mengenai tindakan operasi yang akan dijalani pasien.
e. Memeriksa ulang berkas pernyataan yang berisi penjelasan tindakan operasi dan telah disetujui oleh pasien
Picture of Irmawati Suling
Irmawati Suling/201021028-M.Mutu (Mini Case 2)
by Irmawati Suling - Tuesday, 24 May 2011, 06:38 PM
 
Jika saya menjadi seorang ketua komite, langkah2 yang akan saya lakukan pertama kali adalah :
Melakukan kajian ulang terhadap PROTAP yang telah ada, jika ternyata PROTAP tersebut telah sesuai, maka hal yang prlu mendapat perhatian lebih lanjut adalah implemantasi terhadap PROTAP tersebut, yang dapat dilakukan melalui penerapan strategi jangka pendek dan jangka panjang yang meliputi unsur input, proses dan output. diantaranya :

Strategi Jangka Pendek:
1. Memberikan pendekatan personal baik kepada dokter operator maupun
perawat bangsal yang mengantar agar lebih memperhatikan Protap RS yang
berlaku dalam setiap tindakan yang akan dilakukan
2. Memfasilitasi penyediaan dokter operator tambahan jika merasa kelalaian
yang terjadi akibat kurangnya tenaga dokter operator
3. Perlu melakukan identifikasi terhadap pasien sebelum dilakukan tindakan
operasi
4. Memberi label yang mudah dikenal kepada setiap pasien yang akan dilakukan
tindakan operasi.
5. Melakukan persiapan operasi kepada pasien saat masih dibangsal, sehingga
memudahkan mengenali bahwa pasien tersbut akan dilakukan tindakan
operatif.

Strategi Jangka Panjang
1. Membangun komitmen kepada seuruh karyawan untuk mengutamakan
patient safety dalam setiap tindakan yaang diberikan kepada pasien
2. Membentuk budaya saling memperbaiki dan tidak saling menyalahkan (blameles report) terhadap seluruh karyawan jika terjadi suatu kelalaian tindakan medis.