Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Muhammad Faturrahman
Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Muhammad Faturrahman - Thursday, 19 May 2011, 09:25 AM
 
M. Mutu (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
Picture of Abdul Muin Sofyan
Abdul Muid Sofyan (20101021001)
by Abdul Muin Sofyan - Thursday, 19 May 2011, 11:11 PM
 
Dalam Undang-undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit Bagian ketiga Akreditasi pasal 40 ayat 1) berbunyi "Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali.
kemudian pada Bagian VII Perizinan pasal 25 ayat (4) berbunyi " Izin operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan untuk jangka waktu 5 (tahun) dan dapat diperpanjang kembali selama memenuhi persyaratan.

Melihat kasus tentang RS Sejahtera Sentosa,yang merupakan RS not for profit dengan klasifikasi type B non pendidikan dengan 200 TT. Pada bulan Juni tahun 2009 telah mendapat sertifikat Akreditasi untuk 12 pelayanan dari KARS,tetapi tren kunjungan pasien dan revenue RS dalam 2 tahun terakhir ini menurun. Dr.Santana,MMR baru bulan Januari 2011 diangkat menjadi Direktur RS tersebut salah satu tugas yang dibebankan adalah melaksanakan sertifikasi ulang Akreditasi yang akan berakhir diakhir Bulan Mei 2011 ini dan meningkatkan kunjungan pasien maupun revenue RS, maka langkah-langkah yang diambil yaitu:
1. Tim Akreditasi yang sudah dibentuk segera melaksanakan tugas melakukan
Self Assesment terlebih dahulu untuk melihat kondisi riel RS dengan
menggunakan borang 12 pelayanan,
2. Ketua Komite Medis yang ditunjuk sebagai ketua Akreditasi segera
menyusun POA (Plan Of Action) bersama timnya tentang rencana:
a. Pelaksanaan Akreditasi,
b. Perpanjangan izin operasional
c. Mengoptimalkan pelayanan agar meningkatkan kunjungan dengan
harapan dapat meningkatkan revenue.
Dengan mengacu pada UU No.44 tahun 2009 tentang RS, maka hal tersebut diatas dapat dilaksanakan sehingga dapat melangkah dengan pasti tidak buru-buru karena sudah jelas dalam peraturan tersebut.
Picture of Isnaini Ashar
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Isnaini Ashar - Friday, 20 May 2011, 09:40 AM
 
dengan sember daya dan faktor internal serta eksternal yang ada, lebh baik dr. Santana MMR melakukan proses akreditasi ulang 12 pelayanan dan mengoptimalkan semua pelayanan yang ada. hanya dengan 12 pelayanan, maka pihak rumah sakit lebih mudah menfokuskan sertifikasi tiap pelayanan ketimbang harus 16 pelayanan. langkah yang harus dilakukan adalah:
1. membentuk tim akreditasi rumah sakit yang berkompeten di bidangnya masing-masing.
2. melakukan self asesment pada 12 pelayanan tersebut, mana saja yang perlu ditingkatkan dan dibenahi

Ketua komite melakukan plan of action:
1. melaksanakan akreditasi RS
2. memperpanjangan izin operasional rumah sakit
3. mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang ada sehingga meningkatkan kualitas pelayanan
4. meningkatkan promosi rumah sakit
Picture of Ewika Fitri Perdanasari
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Ewika Fitri Perdanasari - Friday, 20 May 2011, 09:48 AM
 
dengan sember daya dan faktor internal serta eksternal yang ada, lebh baik dr. Santana MMR melakukan proses akreditasi ulang 12 pelayanan dan mengoptimalkan semua pelayanan yang ada. hanya dengan 12 pelayanan, maka pihak rumah sakit lebih mudah menfokuskan sertifikasi tiap pelayanan ketimbang harus 16 pelayanan. langkah yang harus dilakukan adalah:
1. membentuk tim akreditasi rumah sakit yang berkompeten di bidangnya masing-masing.
2. melakukan self asesment pada 12 pelayanan tersebut, mana saja yang perlu ditingkatkan dan dibenahi

Ketua komite melakukan plan of action:
1. melaksanakan akreditasi RS
2. memperpanjangan izin operasional rumah sakit
3. mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang ada sehingga meningkatkan kualitas pelayanan
4. meningkatkan promosi rumah sakit
Picture of Bangkit Ina Ferawati
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Bangkit Ina Ferawati - Friday, 20 May 2011, 10:17 AM
 
dengan sember daya dan faktor internal serta eksternal yang ada, lebh baik dr. Santana MMR melakukan proses akreditasi ulang 12 pelayanan dan mengoptimalkan semua pelayanan yang ada. hanya dengan 12 pelayanan, maka pihak rumah sakit lebih mudah menfokuskan sertifikasi tiap pelayanan ketimbang harus 16 pelayanan. langkah yang harus dilakukan adalah:
1. membentuk tim akreditasi rumah sakit yang berkompeten di bidangnya masing-masing.
2. melakukan self asesment pada 12 pelayanan tersebut, mana saja yang perlu ditingkatkan dan dibenahi.
Picture of Ika Resti Afriani
Re: Ika Resti Afriani - 20101021027
by Ika Resti Afriani - Friday, 20 May 2011, 11:33 AM
 
Menurut saya dengan meninjau faktor-faktor internal dan eksternal di RS tersebut, sebaiknya RS melakukan akreditasi untuk 12 pelayanan terlebih dahulu sebelum menuju yang 16 pelayanan. Perbaikan 12 pelayanan dengan evaluasi-evaluasi akan lebih dapat diterima mengingat pasien dari RS ini sedang sedikit juga.

Penerapan manajemen mutu dalam suatu organisasi tidak dapat dilakukan dalam sekejap. Perlu usaha yang dilakukan oleh semua bagian yang ada dalam organisasi tersebut. Sertifikasi merupakan bentuk penghargaan dan bukti bahwa standar telah benar-benar diterapkan. Perlu diingan, sertifikasi bukanlah tujuan akhir, jangan sampai lupa meningkatkan kinerja hanya karena sertifikasi sudah ada di tangan.

Master plan:
1. RS menetapkan komitment dan menerapkan sistem manajemen mutu
2. Penerapan sistem manajemen mutu pada unit-unit yang telah ditentukan
3. Penetapan / penunjukan lemnaga sertifikasi
4. Penilaian semua aspek manajemen dan pelaksanaan
5. Perolehan Sertifikasi
6. Surveilen / Pengawasan ulang
Picture of Runti Astiwi
Re: Runti Astiwi (20101021040) / Kasus pertama
by Runti Astiwi - Friday, 20 May 2011, 11:58 AM
 
KESIMPULAN KASUS di atas adalah

RS Sejahtera Sentosa telah lulus akreditasi dengan 12 pelayanan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya sertifikasi yang berlaku 3 tahun. Dalam aturan akreditasi RS menyebutkan bahwa apabila suatu RS lulus penuh akreditasi RS maka masa berlakunya adalah 3 tahun.

Setelah akreditasi RS bulan Juni 2009 dan RS dinyatakan lulus, seharusnya tim akreditasi RS yang sudah terbentuk tidak berhenti tetapi tetap berjalan untuk memonitor kinerja masing-masing pokja. Apabila tim akreditasi RS masih berjalan maka kemungkinan kunjungan pasien dan revenue RS tidak akan menurun dalam waktu lama (2 tahun). Karena penurunan kunjungan bisa disebabkan karena pelayanan yang kurang memuaskan baik di IRD, IRJA,IRNA. Seandainya tim akreditasi RS masih berjalan maka pelayanan yang kurang memuaskan dapat segera tertangkap dan dapat ditangani segera.

Untuk itu Langkah-langkah yang dapat diambil oleh Direktur baru (Dr Santana,MMR ) adalah sebagai berikut :

A. MENGEVALUASI KEMBALI KINERJA TIM AKREDITASI RS YANG LAMA.

Apabila tim Akreditasi RS masih ada dan masih bekerja, maka tinggal mengkaji penyebab kinerja yang kurang bagus dari tim tersebut. Tetapi apabila tim Akreditasi RS sudah tidak berjalan, maka perlu adanya revisi angota panitia Akreditasi RS yang baru

B. PEMBENTUKAN PANITIA AKREDITASI RS BARU

Ketua Tim Akreditasi RS adalah Dr Teguh,Sp PD, sekretarisnya Mumpuni,SKP,NERS.

Tugas Ketua dan sekretaris Akreditasi RS yang baru adalah :

1. Membentuk Panitia Akredirasi RS (yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, bidang-bidang dan secretariat)

2. Membentuk tim Akreditasi RS (pokja-pokja yang terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota)

C. TUGAS PANITIA AKREDITASI RS BARU :

1. Evaluasi kinerja pokja-pokja

Bidang-bidang melakukan self assessment ulang (re sellf assessment) dengan standar dan parameter dari Akreditasi Rs dengan 12 pelayanan untuk mengetahui situasi dan kondisi RS sekarang.

2. Mengadakan rapat dengan manajemen RS dan panitia untuk pembahasan apakah akan melaksanakan akreditasi RS dengan system baru atau system lama dengan 16 pelayanan, dengan melihat hasil re assessment.

Kalau system akreditasi baru belum diwajibkan maka lebih baik akreditasi system lama dengan 16 pelayanan. Karena 12 pelayanan lama merevisi dan 4 pelayanan menyusun baru (Gizi, IRI, Rehabilitasi Medik dan Bank darah).

Tetapi bila system yang baru wajib, maka lebih baik tetap 16 pelayanan yang direncanakan untuk akreditaqsi RS.

3. Pembuatan POA (Plan Of Action) meliputi :

a. Pelaksanaan Akreditasi RS

b. Rencana anggaran yang dibutuhkan

c. Rencana kerja panitia Akreditasi RS

d. Monitoring kinerja pokja-pokja

e. Evaluasi kinerja pokja-pokja

Picture of Fitra Sari
FITRA SARI/20101021023
by Fitra Sari - Friday, 20 May 2011, 12:10 PM
 

Menurut saya dengan mempertimbangkan faktor internal dan ekternal RS, saran saya lebih baik rumah sakit ini mengadakan sertifikasi akreditasi baru yang akan diberlakukan pada tahun 2012 oleh KARS. Saya sependapat dengan Manajer Marketing dan Manajer Keperawatan, mengingat rumah sakit merupakan:

a. RS not for profit dan merupakan RS dgn klasifikasi type B non pendidikan dengan 200 tempat tidur.

b. kunjungan pasien dan revenue RS dalam 2 tahun terakhir ini menurun

c. RS swasta ini mempunyai dokter spesialis tamu dari RSU Pemerintah yang ada di Propinsi tersebut.

Dengan mempertimbangkan hal ini maka lebih baik rumah sakit tersebut memperbaiki kualitas 12 pelayanan yang sudah ada daripada menambah jumlah pelayanan. Mengingat banyak dokter uyng bekerja di sana hanya bekerja paruh waktu. Sedangkan untuk menambah jumlah pelayanan dibutuhkan proses yang lebih kompleks, sedangkan rumah sakit tersebut izin operasionalnya RS akan berakhir bulan Desember 2011. Lebih baik memperbaiki yang sudah ada sehingga menjadi lebih berkualitas dibandingkan dengan menambah jumlah pelayanan.

Plan of action yang harus dilakukan adalah:

a. Membuat panitia Pokja Akreditasi yang mau bekerjasama untuk memperbaiki pelayanan yang sudah ada.

b. Membuat komitmen kepada semua yang terlibat untuk berusaha mensukseskan proses akreditasi ini.

c. Menganalisis mengapa terjadi penurunan pasien selama dua tahun terakhir, apakah disebabkan kualitas pelayanan yang kurang ataukah terdapat pesaing yang lebih maju dibandingkan rumah sakit kita.

d. Mencari solusi yang tepat dalam meningkatan mutu pelayanan.

e. Mengevaluasi setiap unit pelayanan

f. Melakukan promosi Rumah sakit

g. Memperpanjang izin operasional rumah sakit

Picture of Bayu Kurniawan Fitra
BAYU KURNIAWAN FITRA 20101021009 Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Bayu Kurniawan Fitra - Friday, 20 May 2011, 12:29 PM
 
Permasalahan pada kasus ini adalah :
1. RS not for profit diibukota Propinsi
2. tren kunjungan pasien dan revenue RS dalam 2 tahun terakhir ini menurun padahal Juni tahun 2009 telah mendapat sertifikat Akreditasi untuk 12 pelayanan dari KARS
3. RS swasta ini mempunyai dokter spesialis tamu kurang berminat dan mempunyai waktu untuk merevisi standar pelayanan medik yang lama.
4. Dr Teguh,Sp PD yang merupakan Ketua Komite Medik baru merupakan dokter purna waktu yang memiliki pendapat untuk mengikuti sistem Akreditasi lama dengan 16 pelayanan
5. Sedangkan Mumpuni,SKP,NERS yang menjabat Manajer Keperawatan dan berpengalaman dalam proses akreditasi 12 standar yang lalu, menyarankan sertifikasi akreditasi baru yang akan diberlakukan pada tahun 2012 oleh KARS
6. salah satu pertimbangan lain adalah akan berakhirnya izin operasional RS akan berakhir bulan Desember 2011

Dengan mempertimbangkan factor internal dan eksternal, langkah2 yg bisa dilakukan :
1. Pembentukan Tim Akreditasi guna melakukan self assessment terhadap 12 pelayanan
2. Plan of action
a. Pelaksanaan Akreditasi 12 pelayanan
b. Perpanjangan izin operasional RS yang akan berakhir pada bulan Desember 2011
c. RS non profit sebaiknya segera beralih ke RS profit, hal ini berkaitan dengan penerapan komitment RS dan Penerapan sistem manajemen mutu pada seyiap unit/bagian di RS
d. Bekerjasama dengan berbagai pihak dalam upaya pengoptimalan pelayanan untuk meningkatkan angka kunjungan dan revenue
e. meningkatkan promosi rumah sakit
f. Pengrevisian Standar Pelayanan Medik sebaiknya dimandatkan kepada dokter spesialis tetap di RS ini yang lebih berminat dan bersedia meluangkan waktu demi merevisi standar pelayanan medik.
g. Evaluasi terhadap semua aspek pelayanan dan manajemen RS
Picture of Pambudi mmr
PAMBUDI (2010.102.1.036)
by Pambudi mmr - Friday, 20 May 2011, 12:54 PM
 
PAMBUDI NIM : 2010.102.1.036 Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kepercayaan kepada masyarakat, rumah sakit sejahtera sentosa hendaknya melakukan sertifikasi ulang akreditasi 16 pelayanan dengan mengikuti sistem akreditasi lama, karena bagaimanapun rumah sakit harus sudah terakreditasi lagi pada mei 2011. Hal ini sesuai pendapat Ketua Komite Medik. Selanjutnya Rumah sakit harus mengurus ijin izin operasional RS yang berakhir bulan Desember 2011. Langkah langkah yang dilakukan : 1. Lakukan penilaian dengan borang untuk 16 pelayanan secara internal oleh tim akreditasi rumah sakit yang sudah terbentuk, untuk melihat nilai kondisi riil rumah sakit. 2. Mengundang KARS untuk melakukan self assessment dan pembinaan kepada rumah sakit 3. Lakukan perbaikan lagi seoptimal mungkin untuk meningkatkan nilai 16 pelayanan 4. Mengundang KARS dalam rangka penilaian akreditasi rumah sakit 5. Jika berhasil dengan sukses dan telah lulus akreditasi hendaknya disampaikan ke masyarakat melalui berbagai media. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan dan kunjungan pasien. Pada gilirannya revenue RS bisa meningkat.
Picture of Heny Nurjayanti
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Heny Nurjayanti - Friday, 20 May 2011, 01:12 PM
 
 

1. Kegiatan akreditasi RS disesuaikan dengan perencanaan RS itu sendiri. Dengan mempertimbangkan permasalahan yang ada 2 tahun terakhir maka sebaiknya melakukan akreditasi tingkat lanjut sebelum menuju ke tahap akreditasi tingkat lengkap yaitu dengan menilai 12 kegiatan pelayanan yang sudah ada di Rumah sakit tersebut, di evaluasi, dan dilakukan perbaikan.

 

2. Plan of action yang dilakukan oleh ketua KARS adalah :

  • Menyusun standar pelayanan RS dan standar pelayanan sarana kesehatan lainnya
  • Menyusun instrument penilaian untuk akreditasi RS
  • Melaksanakan survey akreditasi
  • Menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan tentang akreditasi
  • Memilih dan melatih tenaga suverior akreditasi
  • Memberikan bimbingan manajemen RS
  • Mengajukan saran dan rekomendasi tentang penetapan status akreditasi RS
Picture of Solikah Sriningsih
Re: solikah sriningsih(20101021041)
by Solikah Sriningsih - Friday, 20 May 2011, 01:45 PM
 

Kasus RS Sejahtera Sentosa :

 

-RS not for profit dengan klasifikasi type B non pendidikan dengan 200 TT

 

-Juni tahun 2009 telah mendapat sertifikat Akreditasi untuk 12 pelayanan dari KARS

 

-Tren kunjungan pasien dan revenue RS dalam 2 tahun terakhir ini menurun

 

1. Dr.Santana melaksanakan sertifikasi ulang Akreditasi maka langkah-langkah yang diambil yaitu:

-Evaluasi dulu Tim akreditasi yang lama, jika kurang baik maka membentuk lagi Tim Akreditasi yang sesuai dengan keahlian maupun kompetennya masing-masing.

-Melaksanakan tugas Self Assesment terlebih dahulu untuk melihat kondisi riel RS dengan mengoptimalkan semua pelayanan yang ada hanya dengan 12 pelayanan, maka pihak rumah sakit lebih mudah menfokuskan sertifikasi tiap pelayanan ketimbang harus 16 pelayanan.

 
 

2. Ketua Komite Medis yang ditunjuk sebagai ketua Akreditasi segera menyusun POA (Plan Of Action) bersama timnya tentang rencana:

-Pelaksanaan Akreditasi,

-Perpanjangan izin operasional rumah sakit

-Mengoptimalkan pelayanan agar meningkatkan kunjungan dengan harapan dapat meningkatkan mutu rumah sakit dan mengevaluasi kekurangan selama ini agar tidak terulang lagi.

-Melakukan promosi dan inovasi baru untuk rumah sakit.

 


Picture of Ariyudi Yunita
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Ariyudi Yunita - Friday, 20 May 2011, 01:47 PM
 
Sebagai direktur yang baru tugas yang paling pokok adalah membangun komitmen bersama dengan sumber daya yang ada untuk terfokus pada :
1.memperpanjang izin operasional rumah sakit
2.memperbaruhi akreditasi 12 pelayanan yang ada dan setelah berjalan baik
baru ditingkatkan ke 16 pelayanan

Dengan dibantu oleh ketua komite melaksanakan POA :
1. melaksanakan akreditasi RS
2. memperpanjangan izin operasional rumah sakit
3. mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang ada sehingga meningkatkan kualitas pelayanan
4. meningkatkan promosi rumah sakit
Picture of Linaldi Ananta
Re: Linaldi Ananta (20101021031)
by Linaldi Ananta - Friday, 20 May 2011, 02:26 PM
 
Akreditasi yang sekarang ini sudah pada 12 pelayanan, mempunyai tujuan :
1. memberikan pengakuan dan penghargaan kepada RS yang telah mencapai tingkat pelayanan kesehatan sesuai dengan standard yang ditetapkan
2. memberikan jaminan kepada petugas RS bahwa semua fasilitas, tenaga dan lingkungan yang diperlukan tersedia, sehingga dapat mendukung upaya penyembuhan dan pengobatan pasien dengan sebaik-baiknya
3. memberikan jamian dan kepuasan kepada customer dan masyarakat bahwa pelayanan yang diberikan oleh RS diselenggarakan sebaik mungkin

sedangkan manfaatnya antara lain :
1. akreditasi menjadi forum komunikasi dan konsultasi antara RS dan majelis/badan akreditasi yang akan memberikan saran perbaikan atau rekomendasi untuk peningkatan mutu pelayanan RS melalui standar pelayanan yang ditentukan
2. adanya metode self evaluation RS dapat mengetahui pelayanan yang berada di bawah standar dan perlu ditingkatkan, dengan demikian, akan meningkatkan kesadaran RS akan pentingnya upaya peningkatan mutu RS
3. penting untuk rekrutmen (penerimaan pegawai) dan membatasi "turn over" staf RS (tenaga medis/paramedis/non medis), karena para pegawai akan lebih tenang bekerja di RS yang sudah terakreditasi
4. akan semakin banyak perusahaan asuransi yang mempersyaratkan pesertanya berobat di RS yang memiliki status akreditasi
5. status akreditasi juga menjadi alat untuk negosiasi dengan perusahaan asuransi
6. status akreditasi dapat dijadikan alat untuk marketing kepada masyarakat
7. suatu saat pemerintah akan mempersyaratkan akreditasi sebagai kriteria untuk memberi izin RS yang menjadi tempat pendidikan tenaga medis / paramedis
8. diketahuinya kekurangan yang ada, RS dapat menggunakannya unutk kepentingan pengajuan anggaran dan perencanaan pengembangan RS

pada prinsipnnya, program akreditasi RS menggunakan metode yang saling berkaitan, yaitu :
1. survei pra akreditasi
RS menilai diri sendiri (self assesment) setelah menerima kuisioner pra akreditasi
2. survei akreditasi
survey dilakukan oleh surveyor yang ditugaskan oleh badan / majelis akreditasi (site visit). survei ini dilakukan di lokasi RS setelah kuisioner pra akreditasi dievaluasi oleh badan / majelis akreditasi RS

RS yang telah melalui proses akreditasi akan memperoleh hasil keputusan akreditasi. ada 4 kemungkinan keputusan yang akan dikeluarkan : tidak dapat diakreditasi, akreditasi bersyarat, akreditasi penuh, akreditasi istimewa

Dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal yang ada maka RS lebih baik melakukan akreditasi dengan sistem 12 pelayanan, bukan mengejar 16 pelayanan, agar tiap pelayanan yang ada benar-benar bisa memenuhi standard yang ditentukan.

Plan of action :
1. melakukan self assessment sebelum proses akreditasi ulang RS
2. memperbaiki semua kekurangan yang ada berkaca dari hasil self assessment yang ada, tentunya dengan skala prioritas (mana yang lebih urgent)
3. meningkatkan promosi dan pemasaran RS
Picture of Virdy Kurniawan
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Virdy Kurniawan - Friday, 20 May 2011, 02:36 PM
 
1.Untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada, dapat diambil langkah-langkah yang untuk menyelesaikannya yaitu:
- Tim Akreditasi yang sudah dibentuk segera melaksanakan tugas melakukan Self Assesment terlebih dahulu untuk melihat kondisi yang ada di RS dengan menggunakan 12 pelayanan
- Memperbaiki sistem dan manajemen di RS yg dpt mengutamakan kepuasan pelanggan dan juga melakukan promosi terhadap RS tersebut agar jumlah pelanggan dapat meningkat.

2. POA (Plan Of Action) yang harus dilakukan :
a. Pelaksanaan Akreditasi,
b. Perpanjangan izin operasional
c. Mengoptimalkan pelayanan agar meningkatkan kunjungan dengan
harapan dapat meningkatkan revenue.
Dengan mengacu pada UU No.44 tahun 2009 tentang RS, maka hal tersebut diatas dapat dilaksanakan sehingga dapat melangkah dengan pasti tidak buru-buru karena sudah jelas dalam peraturan tersebut.
ngupil asiiiik
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS) oleh Ragil Tribhakti hutomo (20101021038)
by Ragil Tribhakti Hutomo - Friday, 20 May 2011, 02:39 PM
 
Ragil Tribhakti Hutomo (20101021038)
Melihat kasus tentang
RS Sejahtera Sentosa,yang merupakan RS not for profit dengan klasifikasi type B non pendidikan dengan 200 TT. Dan telah mendapatkan sertifikat Akreditasi untuk 12 pelayanan dari KARS Pada bulan Juni tahun 2009 . Namun tren kunnjungan pasien cenderung berkurang..

" menurut pendapat saya mesti ada yang salah dalam proses sertifikasi yang lama dan ada hal2 vital yang belum terevaluasi dengan baik..dan memang sebaiknya dilakukan sertifikasi ulang untuk akreditasi. Dan untuk itu maka pihak top manger harus mengetahui betul hal- hal mendasar apa yang akan dibenahi sebelum proses akreditasi usai.."

Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan atau persiapan sebelum akreditasi adalah sebagai
berikut :

1. Persiapan organisasi

Ø Membentuk Panitia Akreditasi

Tujuan pembentukan :

o Agar rumah sakit mampu memahami dan melaksanakan proses pemenuhan standar pelayanan serta pelaksanaan akreditasi secara optimal Tugas Tim Akreditasi RS

o Mempelajari & menguasai standar pelayanan RS & self assessment

o Mendorong & memonitor pemenuhan standar

o Motor/fasilitator persiapan akreditasi.

o Koordinator/fasilitator pelaksanaan survei akreditasi

o Motor proses PDCA (Plan -Do -Check -Action)

Ø Membentuk Pokja untuk setiap

Bidang Pelayanan (12 bidang) :

o 1.Administrasi & manajemen

o 2.Pelayanan medis

o 3.Gawat Darurat

o 4.Keperawatan

o 5.Rekam Medis

o 6.Kamar Operasi

o 7.Laboratorium

o 8.Radiologi

o 9.Pelayanan Perinatal Resiko Tinggi

o 10.Pengendalian infeksi

o 11.Farmasi

o 12.K-3

2. Persiapan Bahan

- Mempersiapkan instrumen akreditasi

Ø - Menyusun dokumen -dokumen tentang Standar, sesuai Bidang Pelayanan masing- masing

Ø  - Panitia & Pokja mempelajari, berusaha memahami & menguasai secara rinci Instrumen Akreditasi, Dokumen standar & dokumen penting lainnya, agar selalu ada kesamaan persepsi

3. Penyusunan SOP

Ø - Penyusunan SOP dilakukan oleh Staf Pokja/Unit terkait

Ø - Penyusunan SOP sesuai format SOP yg standar

4. Perbaikan Struktur - Proses - Hasil

Ø - Struktur :

Fasilitas fisik, strukur organisasi, keuangan, staffing, peralatan dan perbekalan, kebijakan, program dan kualifikasi personil, input atau kerangka kerja

Ø - Proses:

Kegiatan aktual organisasi, bagian, bidang, instalasi atau unit serta bagaimana pelayanan terhadap pasien/pelanggan

Ø - Hasil :

Hasil akhir atau apa yang telah dicapai

5. Self Assesment

Ø - Pembenahan & perbaikan yg dilakukan dievaluasi secara periodik secara self assessment

Ø - Penilaian dilakukan dengan menggunakan Instrumen Akreditasi

Ø - Hasil : Skor dan Nilai ( % ) dilaporkan secara periodik kepada Direktur

Ø - Penilaian dilakukan oleh Pokja ybs dengan supervisi Panitia Akreditasi

Ø - Bila Skor & Nilai tdk mencapai target, dpt dimintakan Bimbingan Akreditasi kpd KARS


Picture of Yutha Perdana
YUTHA PERDANA - 20101021045 Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Yutha Perdana - Friday, 20 May 2011, 02:50 PM
 
Berdasarkan kasus di atas, dengan sumber daya dan faktor internal serta eksternal yang ada, lebih baik dr. Santana MMR melakukan proses akreditasi ulang 12 pelayanan agar dapat lebih fokus dan mengoptimalkan semua pelayanan yang ada. Langkah yang harus dilakukan adalah:
1. membentuk tim akreditasi rumah sakit yang berkompeten di bidangnya masing-masing.
2. melakukan self assesment pada 12 pelayanan tersebut, mana saja yang perlu ditingkatkan dan dibenahi.

Ketua komite melakukan plan of action berupa :
1. melaksanakan akreditasi RS
2. memperpanjangan izin operasional rumah sakit
3. mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang ada sehingga meningkatkan kualitas pelayanan
4. meningkatkan promosi rumah sakit
Picture of Daniswara mmr
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Daniswara mmr - Friday, 20 May 2011, 02:51 PM
 
1. Mengingat waktu yang cukup sempit dari batas akhir pelaksanaan akreditasi dan deirektur tersebut baru, maka akan lebih baik mengevaluasi 12 pelayanan yang ada terlebih dahulu karena selama ini mengalami penurunan. direktur perlu mengevaluasi 12 pelayanan tersebut sehingga apabila didapatkan adanya kekurangan dapat segera diperbaiki agar tren untuk menggunakan pelayanan tersebut meningkat. sedangkan jika ingin akreditasi 16 pelayanan merupakan hal yang sangat sulit karena waktu yang singkat dan direktur baru saja mengalami pergantian.

2. plan of action
-melaksanakan evaluasi terhadap 12 pelayanan yang ada
- memenuhi syarat-syarat akreditasi terhadap 12 pelayanan
-monitoring dan evaluasi kinerja
- melakukan perpanjangan ijin operasional rumah sakit
Picture of Muhamad Sandi Setiawan
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Muhamad Sandi Setiawan - Friday, 20 May 2011, 02:52 PM
 
assalamualaikum...
tugasnya kami lampirkan..
wassalamualaikum...
Picture of Herni Silvia Oktavianti
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS) herni Silvia Oktavianti (20101021025)
by Herni Silvia Oktavianti - Friday, 20 May 2011, 02:54 PM
 
Herni Silvia oktavianti (20101021025)

Menurut pendapat saya pada kasus tersebut memang harus dilakukan akreditasi ulang karena tidak sesuai dengan hasil yang ingin di capai
hal ini dibuktikan dengan menurunya angka kunjungan pasien 2 tahun terakhir
oleh karena itu sebelum dilakukan nya persiapan menghadapi akreditasi pihak yang paling bertanggung jawab di rumah sakit tersebut dalam hal ini direktur harus memahami draft standar penilaian dari akreditasi yaitu :

I. KELOMPOK STANDAR PELAYANAN BERFOKUS PADA PASIEN
  • AKSES KE PELAYANAN DAN KONTINUITAS PELAYANAN (APK)
  • HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK)
  • ASESMEN PASIEN (AP)
  • PELAYANAN PASIEN (PP)
  • PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH (PAB)
  • MANAJEMEN DAN PENGGUNAAN OBAT (MPO)
  • PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA (PPK)

II. KELOMPOK STANDAR MANAJEMEN RUMAH SAKIT

  • PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)
  • PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)
  • TATA KELOLA, KEPEMIMPINAN, DAN PENGARAHAN (TKP)
  • MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN (MFK)
  • KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN STAF (KPS)
  • MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMASI (MKI)

III. SASARAN KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT SASARAN

  • KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN SASARAN
  • PEINGKATAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF SASARAN
  • PENINGKATAN KEAMANAN OBAT YANG PERLU DIWASPADAI SASARAN
  • KEPASTIKAN TEPAT LOKASI,TEPAT PROSEDUR, TEPAT PASIEN OPERASI SASARAN
  • PENGURANGAN RISIKO INFEKSI TERKAIT PELAYANAN KESEHATAN SASARAN
  • PENGURANGAN RISIKO PASIEN JATUH

Picture of Aulia Hijriastuti
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Aulia Hijriastuti - Friday, 20 May 2011, 02:55 PM
 
1. Dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan internal, maka saran saya adalah memperpanjang izin operasional Rumah sakit dan tetap menggunakan akreditasi 12 pelayanan, 12 pelayanan tersebut perlu ditingkatkan dengan membangun komitmen bersama antara direksi dan karyawan agar bisa memberikan kepuasan kepada pasien.

2. Membuat POA :
  • Melaksanakan akreditasi RS dan melaksanakan 12 pelayanan tsb.
  • Memperpanjang izin operasional RS.
  • Meningkatkan promosi RS mengingat pasien RS yang semakin menurun.
  • Mengadakan evaluasi terhadap pokja2.
Picture of Aci Indah Kusumawardani
ACI INDAH K_20101021002
by Aci Indah Kusumawardani - Friday, 20 May 2011, 03:02 PM
 
Berdasarkan kasus yang telah dipaparkan diatas, dengan memiliki sumber daya dan faktor internal serta eksternal yang ada, maka dr. Santana MMR lebih baik melakukan proses akreditasi ulang 12 pelayanan agar dapat lebih fokus dan mengoptimalkan semua pelayanan yang ada. Langkah yang harus dilakukan adalah:
1. membentuk tim akreditasi rumah sakit yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.
2. melakukan self assesment pada 12 pelayanan tersebut, mana saja yang perlu ditingkatkan dan dibenahi.

Ketua komite melakukan plan of action berupa :
1. melaksanakan akreditasi RS
2. memperpanjangan izin operasional rumah sakit
3. mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang ada sehingga meningkatkan kualitas pelayanan
4. meningkatkan promosi rumah sakit
Picture of Rizki Azaria
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Rizki Azaria - Friday, 20 May 2011, 03:06 PM
 
1. saya akan memberikan saran kepada direktur untuk melaksanakan akreditasi fokus pada 12 pelayanan yang ada, karena pelayanan yang ada masih banyak kekurangan termasuk menurunnya minat konsumen. dengan waktu yang sempit tidak memungkinkan akreditasi 16 pelayanan, selain itu faktor baru saja terjadi pergantian direktur akan sangat mempengaruhi kinerja karena perlu adaptasi terlebih dahulu.

2. plan of action:
- melaksanakan evaluasi 12 pelayanan yang sudah berjalan
- melakukan perbaikan terhadap 12 layanan tersebut
- melaksanakan akreditasi RS
- memperpanjang ijin operasional RS
Picture of Merita Arini
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Merita Arini - Friday, 20 May 2011, 03:12 PM
 


 

Dalam hal ini, perlu dipilih jenis akreditasi yang akan diikuti (standar 12 ataukah 16 pelayanan) dengan terlebih dahulu melakukan self assessment (penjelasan sesuai keterangan di bawah ini), menilai potensi & hambatan (analisis lingkungan) yg terjadi untuk memenuhi standar sesuai yang dimaksud. Bila Skor & Nilai tdk mencapai target, dpt dimintakan Bimbingan Akreditasi kpd KARS

Selanjutnya, disusun POA (plan of Action) meliputi hal2 sbb.

1. Persiapan organisasi

• Sebaiknya dibentuk Panitia Akreditasi, bertanggung jawab ke Direktur
• Bentuk Pokja untuk masing-masing Bidang Pelayanan (5/12/16 bidang)
• Pokja berasal dari unit terkait. Ketua Pokja bisa Ketua Unit / Staf Senior. Pokja bertugas jangka panjang, Ketua Pokja sebaiknya merupakan penanggung jawab QA unit tsb.

2. Persiapan bahan

• Siapkan instrumen akreditasi, gunakan edisi terakhir
• Siapkan dokumen2 tentang Standar, sesuai Bidang Pelayanan masing2
• Panitia & Pokja mempelajari, memahami & menguasai secara
rinci Instrumen Akreditasi, Dokumen standar & dokumen2 penting lainnya, agar selalu ada kesamaan persepsi

3. Penyusunan SOP

• Bentuk Tim Inti ( 1 – 3 orang) sebagai Penyusun SOP
• Penyusunan SOP dilakukan oleh Tim Inti dibantu Staf Pokja/Unit terkait
• Gunakan format SOP yg standar
• Penomoran SOP sebaiknya sentral
• Sebaiknya dibuat daftar SOP secara sentral, dikelola oleh Panitia Akreditasi / Staf yang ditunjuk

4. Perbaikan Struktur – Proses – Hasil (Outcome)

• Pembenahan & perbaikan struktur / proses / hasil dilakukan olehPokja & unit ybs sesuai dengan pemahaman atas standar,
instrumen akreditasi, SOP dsb
• Setelah survei akreditasi, kegiatan ini tetap berjalan secara
kontinu & adekuat sesuai dengan kekurangan & kelemahan yang ada, serta sesuai dengan rekomendasi surveior

5. Self Assessment

• Pembenahan & perbaikan yg dilakukan dievaluasi secara periodik secara self assessment
• Penilaian dilakukan dengan menggunakan Instrumen Akreditasi
• Hasil : Skor dan Nilai ( % ) dilaporkan secara periodik kepada
Direktur dan Self Assessment final dilaporkan ke KARS
• Penilaian dilakukan oleh Pokja ybs dengan supervisi Panitia
Akreditasi
•Cara lain : dilakukan penilaian secara silang, sesuatu Pokja
menilai Bidang Pelayanan Pokja yang lain
•Bila Skor & Nilai tdk mencapai target, dpt dimintakan Bimbingan Akreditasi kpd KARS

6. Persiapan Hari-H Survei

•Permintaan tanggal survei kepada KARS, hari I survei agar dimulai sesudah hari Senin.
•Pada hari H-1 dilakukan Gladi Bersih secara teliti
•Persiapkan ruangan :
•Persiapkan usulan Jadwal Survei selama 3 hari / 4 hari, diajukan kpd Ketua Tim Surveior pada hari H survei
•Persiapan Pokja :
- Petugas Presentan : 1 – 2 orang bertugas menjawab, menerangkan, mempresentasi hal2 yang diminta Surveior.
Petugas ini harus menguasai seluruh konteks Bidang Pelayanan ybs

7. Kegiatan 3-4 hari Survei

•Setiap hari : segera sesudah survei selesai, lakukan rapat
Koordinasi, kumpulkan semua Pokja
•Tiap Pokja melaporkan :
- Hasil suvei, kekurangan2 yg ditemukan Surveior
- PR-PR yang harus diselesaikan : data2 yg hrs dilengkapi, dll
- Gambaran tentang Surveior : apa yg dikritik, yg dipuji dsb
•Sore / Malam hari itu juga selesaikan hal2 yg didiskusikan pd Rapat Koordinasi tsb
•Hal ini dilakukan tiap hari

Picture of Mayfuza Husain
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Mayfuza Husain - Friday, 20 May 2011, 03:36 PM
 
Berdasarkan faktor-faktor eksternal dan internal yang ada, sebaiknya rumah sakit melakukan proses akreditasi ulang dengan 12 pelayanan terlebih dahulu dan selanjutnya mengoptimalkan serta memperbaiki seluruh pelayanan yang telah tersedia. Disini diperlukan keterlibatan dari semua bagian yang saling mendukung di RS tersebut. Dengan begitu kita dapat melakukan langkah-langkah :
1. membentuk tim akreditasi rumah sakit yang berkompeten di bidangnya masing-masing.
2. melakukan self assesment pada 12 pelayanan yang sudah ada, mana saja yang perlu ditingkatkan dan dibenahi.

Plan of action
a. Pelaksanaan akreditasi rumah sakit
b. Perpanjangan izin operasional RS
c. Bekerjasama dengan berbagai komponen lain di rumah sakit tersebut dalam upaya
mengoptimalkan pelayanan kesehatan, sehingga dengan ini dapat meningkatkan
angka kunjungan dan kepuasan pengguna pelayanan kesehatan.
e. meningkatkan promosi rumah sakit
f. mengevaluasi semua aspek pelayanan dan manajemen rumah sakit
Picture of Dian Muntafiatul Izzati
Dian M Izzati_20101021016_M.Mutu_case1
by Dian Muntafiatul Izzati - Friday, 20 May 2011, 03:38 PM
 
tanggapan kasus 1 attach doc. type
Picture of Laras Alfienty
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Laras Alfienty - Friday, 20 May 2011, 04:22 PM
 
  1. Mengingat RS Sejahtera Sentosa merupakan RS not for profit, tren kunjungan pasien dan revenue RS dalam 2 tahun terakhir ini menurun dan dokter spesialis tamu dari RSU Pemerintah yang ada di Propinsi tersebut dan kurang berminat dan mempunyai waktu untuk merevisi standar pelayanan medik yang lama maka saran yang dapat saya berikan kepada Direktur untuk pemilhan sertifikasi ulang adalah lebih memilih untuk konsen kepada 12 agar lebih optimal dalam upaya peningkatan jumlah pasien dan revenue.
  2. Plan of Action untuk mengsukseskan proses sertifikasi ulang akreditasi mendatang yaitu:
§ Pembentukan tim akreditasi guna melakukan self assessment terhadap 12 pelayanan
§ Evaluasi terhadap semua aspek pelayanan dan manajemen RS
§ Membuat komitmen kepada semua yang terlibat untuk berusaha mensukseskan proses akreditasi ini.
§ Mencari solusi yang tepat dalam meningkatan mutu pelayanan.
§ Memperpanjang izin operasional rumah sakit
§ Mengupayakan peningkatan jumlah pasien dan revenue

Picture of Darma Yudistira
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)darma yudistira
by Darma Yudistira - Friday, 20 May 2011, 04:48 PM
 
Rumah Sakit Sejahtera Sentosa merupakan RS not for profit diibukota Propinsi,merupakan RS dgn klasifikasi type B non pendidikan dngan 200 tt .Pada bulan Juni tahun 2009 telah mendapat sertifikat Akreditasi untuk 12 pelayanan dari KARS,tetapi tren kunjungan pasien dan revenue RS dalam 2 tahun terakhir ini menurun. Pengurus yayasan menganngkat dr Santana MMR dan memberika salah satu tugas yaitu melakukan sertifikasi ulang Akreditasi dan meningkatkan kunjungan pasien maupun revenue Rumah Sakit.
1) Dengan mempertimbangkan faktor internal dan ekternal RS,yang sebaiknya dilakukan adalah lebih memfokuskan sertifikasi akreditasi pada 12 pelayanan terlebih dahulu dan membentuk kelompok tim akreditasi rumah sakit yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing serta melakukan self asesment pada pelayana-pelayanan tersebut, mana saja yang perlu ditingkatkan dan dibenahi agar proses akreditasi dapat berjalan lancer
2) Selaku Ketua Pokja Akreditasi RS,Dr Teguh diminta membuat plan of Action untuk mengsukseskan proses sertifikasi ulang akreditasi mendatang.Yaitu dengan cara :
1. memperpanjangan izin operasional rumah sakit dikarnakan akan berakhirnya izin operasional Rumah sakit pada akhir tahun 2011
2. mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang ada sehingga meningkatkan kualitas pelayanan agar target tingkat kepuasan pasien dapat tercapai
3. meningkatkan promosi rumah sakit
Picture of Dimas Trisetyo Nugroho
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Dimas Trisetyo Nugroho - Friday, 20 May 2011, 05:19 PM
 
<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:.5in; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:.5in; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:2124878251; mso-list-template-ids:-66710280;} @list l0:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-ansi-font-size:10.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} -->

1. Mengingat waktu yang cukup sempit dari batas akhir pelaksanaan akreditasi dan deirektur tersebut baru, maka akan lebih baik mengevaluasi 12 pelayanan yang ada terlebih dahulu karena selama ini mengalami penurunan. direktur perlu mengevaluasi 12 pelayanan tersebut sehingga apabila didapatkan adanya kekurangan dapat segera diperbaiki agar tren untuk menggunakan pelayanan tersebut meningkat. sedangkan jika ingin akreditasi 16 pelayanan merupakan hal yang sangat sulit karena waktu yang singkat dan direktur baru saja mengalami pergantian.

2. Membuat POA :

  • Melaksanakan akreditasi RS dan melaksanakan 12 pelayanan tsb.
  • Memperpanjang izin operasional RS.
  • Meningkatkan promosi RS mengingat pasien RS yang semakin menurun.
  • Mengadakan evaluasi terhadap pokja2.
Picture of Irmawati Suling
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Irmawati Suling - Friday, 20 May 2011, 05:42 PM
 
Sertufikasi merupakan bentuk pengakuan dari pihak yang independen terhadap suatu organisasi yng sudah menerapkan sistem manajemen mutu yang menjadi acuannya. Adanya sertifikasi ini memberikan bukti bahwa standar benar2 sudah diterapkan. Tapi satu hal yang perlu di perhatikan bahwa sertifikasi bukanlah merupakan tujuan akhir, sebab banyak organisasi mengejars sertifikasi karena diminta oleh mitra kerjanya tanpa disertai upaya untuk melakukan peningkatan atas kinerja sistemnya.
Dalam Undang-undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit Bagian ketiga Akreditasi pasal 40 ayat 1) berbunyi "Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali.
kemudian pada Bagian VII Perizinan pasal 25 ayat (4) berbunyi " Izin operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan untuk jangka waktu 5 (tahun) dan dapat diperpanjang kembali selama memenuhi persyaratan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut pelaksanaan sertifikasi ulangan yang akan dibebankan kepada direktur RS yang baru tersebut tidak sesuai dengan ketetapan dalam undang-undang. Karena jika diperhatikan, RS tersebut baru saja melakukan sertifikasi 2 tahun yang lalu, yang seharsunya baru bisa dilakukan lagi 3 tahun setelah sertifikasi yang pertama.
jadi menurut saya, seorang direktur RS yang baru, sebaiknya lebih memfokuskan diri untuk mengoptimalkan semua pelayanan agar meningkatkan kunjungan dengan harapan dapat meningkatkan revenua, yang dapat dimulai dengan mengevaluasi kinerja di setiap program, serta memberikan solusi2 jangka pendek dalm bentuk strategi yang disesuaikan dengan standar untuk mengatasi hal-hal yang tidak sesuai rencana program. Dengan penerapan strategi2 tersebut yang sesuai standar diharapkan RS akan dapat meningkatkan
Picture of Irmawati Suling
Irmawati Suling/20101021028-M.Mutu
by Irmawati Suling - Friday, 20 May 2011, 05:50 PM
 

Sertufikasi merupakan bentuk pengakuan dari pihak yang independen terhadap suatu organisasi yng sudah menerapkan sistem manajemen mutu yang menjadi acuannya. Adanya sertifikasi ini memberikan bukti bahwa standar benar2 sudah diterapkan. Tapi satu hal yang perlu di perhatikan bahwa sertifikasi bukanlah merupakan tujuan akhir, sebab banyak organisasi mengejars sertifikasi karena diminta oleh mitra kerjanya tanpa disertai upaya untuk melakukan peningkatan atas kinerja sistemnya.
Dalam Undang-undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit Bagian ketiga Akreditasi pasal 40 ayat 1) berbunyi "Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 (tiga) tahun sekali.
kemudian pada Bagian VII Perizinan pasal 25 ayat (4) berbunyi " Izin operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan untuk jangka waktu 5 (tahun) dan dapat diperpanjang kembali selama memenuhi persyaratan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut pelaksanaan sertifikasi ulangan yang akan dibebankan kepada direktur RS yang baru tersebut tidak sesuai dengan ketetapan dalam undang-undang. Karena jika diperhatikan, RS tersebut baru saja melakukan sertifikasi 2 tahun yang lalu, yang seharsunya baru bisa dilakukan lagi 3 tahun setelah sertifikasi yang pertama.
jadi menurut saya, seorang direktur RS yang baru, sebaiknya lebih memfokuskan diri untuk mengoptimalkan semua pelayanan agar meningkatkan kunjungan dengan harapan dapat meningkatkan revenua, yang dapat dimulai dengan mengevaluasi kinerja di setiap program, serta memberikan solusi2 jangka pendek dalm bentuk strategi yang disesuaikan dengan standar untuk mengatasi hal-hal yang tidak sesuai rencana program. Dengan penerapan strategi2 tersebut yang sesuai standar diharapkan RS akan dapat meningkatkan

Picture of Fahrul Riza
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Fahrul Riza - Friday, 20 May 2011, 06:14 PM
 
Permasalahan pada kasus ini adalah :
1. RS not for profit diibukota Propinsi
2. tren kunjungan pasien dan revenue RS dalam 2 tahun terakhir ini menurun padahal Juni tahun 2009 telah mendapat sertifikat Akreditasi untuk 12 pelayanan dari KARS
3. RS swasta ini mempunyai dokter spesialis tamu kurang berminat dan mempunyai waktu untuk merevisi standar pelayanan medik yang lama.
4. Dr Teguh,Sp PD yang merupakan Ketua Komite Medik baru merupakan dokter purna waktu yang memiliki pendapat untuk mengikuti sistem Akreditasi lama dengan 16 pelayanan
5. Sedangkan Mumpuni,SKP,NERS yang menjabat Manajer Keperawatan dan berpengalaman dalam proses akreditasi 12 standar yang lalu, menyarankan sertifikasi akreditasi baru yang akan diberlakukan pada tahun 2012 oleh KARS
6. salah satu pertimbangan lain adalah akan berakhirnya izin operasional RS akan berakhir bulan Desember 2011

Dengan mempertimbangkan factor internal dan eksternal, langkah2 yg bisa dilakukan :
1. Pembentukan Tim Akreditasi guna melakukan self assessment terhadap 12 pelayanan
2. Plan of action
a. Pelaksanaan Akreditasi 12 pelayanan
b. Perpanjangan izin operasional RS yang akan berakhir pada bulan Desember 2011
c. RS non profit sebaiknya segera beralih ke RS profit, hal ini berkaitan dengan penerapan komitment RS dan Penerapan sistem manajemen mutu pada seyiap unit/bagian di RS
d. Bekerjasama dengan berbagai pihak dalam upaya pengoptimalan pelayanan untuk meningkatkan angka kunjungan dan revenue
e. meningkatkan promosi rumah sakit
f. Pengrevisian Standar Pelayanan Medik sebaiknya dimandatkan kepada dokter spesialis tetap di RS ini yang lebih berminat dan bersedia meluangkan waktu demi merevisi standar pelayanan medik.
g. Evaluasi terhadap semua aspek pelayanan dan manajemen RS
Hi
Re: Kasus Sertifikasi Ulang Akreditasi Rumah Sakit (dr. Achmad Hardiman, Sp.KJ., MARS)
by Bopi Y.S - Thursday, 15 September 2011, 01:27 AM
 
1) Sebaiknya akreditasi baru yang akan diberlakukan pada tahun 2012 oleh KARS tetap dilaksanakan dan beberapa permasalahan yang ada segera dibahas dalam pokja akreditasi RS dan dibenahi. Permasalahan-permasalahan seperti berakhirnya ijin operasional RS pada Desember 2011, menurunnya kunjungan pasien dan revenue RS dalam 2 tahun terakhir dan dokter spesialis yang kurang berminat di RS janganlah dijadikan alasan atau hambatan untuk melanjutkan akreditasi baru dengan 16 pelayanan. Apabila seluruh karyawan RS berkomitmen dan bekerjasama untuk melaksanakan akreditasi baru maka insyaallah masalah apapun dapat diselesaikan.
2) POA akreditasi selanjutnya dengan semangat baru meraih akreditasi baru, langkah-langkah yang ditempuh, diantaranya :
-Membuat moto dan yel-yel untuk memberi semangat karyawan dalam meraih akreditasi baru
- Membenahi dan menyempurnakan SOP baek pada 12 standar pelayanan yang ada dan 4 pelayanan yang baru maupun pada manajemen RS
- Merevisi standar pelayanan medis pada 12 pelayanan yang sebelumnya dan menyempernakan 4 pelayanan baru
- Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap pasien dan masyarakat
- Mengutamakan keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan