Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Ika Resti Afriani
Green Hospital
by Ika Resti Afriani - Monday, 2 May 2011, 09:05 PM
 
<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p {mso-style-unhide:no; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:Calibri;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:1486388711; mso-list-template-ids:238998862;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level2 {mso-level-tab-stop:1.0in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level3 {mso-level-tab-stop:1.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level4 {mso-level-tab-stop:2.0in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level5 {mso-level-tab-stop:2.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level6 {mso-level-tab-stop:3.0in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level7 {mso-level-tab-stop:3.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level8 {mso-level-tab-stop:4.0in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level9 {mso-level-tab-stop:4.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} -->

RESUME GREEN HOSPITAL

Berdasarkan artikel Green Hospital/ Green Building Concept And Carbon Footprint yang diterbitkan oleh Komite Green Hospital PERSI Jakarta pada hari senin 21 Maret 2011 pk 11:49:14 disebutkan bahwa:

Pemanasan global menjadi isu penting di seluruh dunia. Temperatur bumi yang terus meningkat membuat bumi semakin panas dan menimbulkan tingginya frekuensi hujan, badai , angin topan, banjir dan kebakaran hutan. Penggunaan energi untuk keperluan sehari-hari berkontribusi terjadinya efek rumah kaca, yang juga berdampak pada pemanasan global. Suatu bangunan termasuk gedung rumah sakit erat hubungannya dengan jejak karbon (carbon footprint) baik saat pembangunan maupun saat dioperasionalkan. Pada saat pembangunan, pemilihan material baik dari segi jenis maupun lokasi pembelian berdampak terhadap jejak karbon yang dihasilkan, sedangkan pada saat gedung beroperasional, penggunaan energi, kertas, transportasi para penghuni gedung, pemeliharaan, sampai pada limbah yang dihasilkan juga berdampak pada jejak karbon. Jejak karbon didefinisikan sebagai jumlah emisi gas rumah kaca yang diproduksi oleh suatu organisasi, peristiwa (event), produk atau individu yang dinyatakan dalam satuan ton karbon atau ton karbon dioksida ekuivalen. Pemakaian listrik di gedung menyumbang 37% total emisi CO2, penggunaan energy terbesar di gedung adalah untuk pendingin ruangan, penerangan, dan peralatan kantor lain. Konsep bangunan hijau (green building) adalah bangunan dimana dalam perancangan, pembangunan, pengoperasian, serta dalam pemeliharaannya memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan berdasarkan kaidah pembangunan berkelanjutan. Pada prinsipnya tujuan dari green building adalah :

  1. Meminimalkan/ mengurangi penggunaan sumber daya alam
  2. Meminimalkan/ mengurangi dampak lingkungan
  3. Meningkatkan kualitas udara ruangan menjadi lebih sehat

Hubungan antara konsep bangunan hijau dengan jejak karbon sangat signifikan karena suatu bangunan dapat disebut bangunan hijau apabila sudah memenuhi kriteria seperti : 1﴿efisiensi energi dan konservasi,2﴿Tata guna lahan,3﴿Sumber dan siklus material, 4﴿Manajemen lingkungan bangunan, 5﴿ konservasi air, 6﴿kualitas udara dan kenyamanan ruangan.

Manfaat dari konsep ini sudah diteliti oleh Green Building Council Amerika (USGBC) yang menyatakan bahwa rata-rata penghematan yang dicapai suatu bangunan hijau antara lain penghematan energi sebanyak 24-50%, penghematan air 40%, dan penghematan biaya limbah 70%. Sumber : Materi BEM Training GA, Hadjar Seti Adji

Keberadaan rumah sakit dipandang perlu bertanggung jawab atas keberlanjutan kualitas lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam. Bangunan rumah sakit perlu didesain dan dirancang dengan mengakomodasi pemanfaatan potensi alam secara efisien, sumber daya rumah sakit berbasis alam dan lingkungan hidup seperti air bersih, energi, kertas dan material lainnya yang merupakan kebutuhan harian pengoperasian rumah sakit penggunaannya juga perlu dilandasi oleh prinsip eco-efficiency, sementara produk samping rumah sakit seperti limbah cair, padat dan gas perlu diolah sehingga targetnya tidak saja untuk memenuhi baku mutu limbah, juga untuk memenuhi kaidah reduce, reuse, recycle dan recovery.