Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Galuh Pradhi Paramita
resume green hospita;
by Galuh Pradhi Paramita - Saturday, 9 April 2011, 02:35 PM
 

sumber artikel

http://www.biskom.web.id/2008/06/19/menuju-terciptanya-e-hospital-dan-green-hospital.bwi

MENUJU TERCIPTANYA E-HOSPITAL DAN GREEN HOSPITAL

 

 

Sistem pemasaran manual dan konfensional dirasa sudah tidak lagi efektif untuk mengembangkan pelayanan dan penetrasi pasar. Hal ini juga berlaku pada dunia layanan kesehatan khususnya rumah sakit. Untuk menghemat penggunaan tenaga kerja dan biaya yang dibebankan pada pasien maka diperlukan sebuah inovasi teknologi tersendiri untuk menggantikan sistem manual dan konfensional tersebut.

 

Kedepannya diharapkan suatu saat nanti seorang pasien tidak akan mendapatkan kertas resep lagi, kertas tersebut sudah digantikan dengan teknologi online sehingga dokter secara online mentransfer langsung resep ke bagian apotik. Hal ini selain menghemat penggunaan kertas juga dapat menghindari kesalahan medis akibat salahnya pembacaan ataupun penulisan resep.

 

Minimalisir penggunaan kertas

 

Penggunaan teknologi komputerisasi merupakan salah satu cara mendukung kampanye Global Warning dalam upaya pengurangan penggunaan bahan alami pembuat kertas. Selai itu secara ekonomis juga berguna untuk mengurangi banyaknya pemakaian kertas serta dapat mengurangi waktu yang terbuang untuk mencari berkas atau data di gudang dengan hanya mencarinya di data komputer.

 

Konsep e-hospital yang terbentuk dari suatu sistem terpadu untuk mampu menyajikan data secara cepat, akurat, dan transparan, mulai dari pencarian data pasien, riwayat kesehatannya, dokter yang menanganiinya, biaya rawat inap, dan sebagainya dapat dilakukan dalam hitungan detik.

 

Rumah sakit di Indonesia masih sangat jarang yang mengoptimalkan penggunaan teknologi informatika (TI). Sebagian besar masih menggunakan pola manajemen informasi yang masih konfensional, yaitu menggunakan berkas kertas untuk memenuhi kebutuhannya. Baik rekam medik maupun peresepan.

 

Data tahun 2007 yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, dari sekitar 1.200 rumah sakit di Indonesia, sebanyak 92 persen diantaranya masih memakai cara manual dalam melayani pasiennya, lima persen sudah terkomputasi, dan hanya tiga persen saja yang menerapkan teknologi informasi secara signifikan. Sebaliknya, bisnis inti rumah sakit adalah pelayanan medis, bukan administratif.

 

Penerapan TI yang paling banyak dilakukan hanya pada tahap sistem billing, sehingga belum banyak manfaat yang disapatkan kecuali hanya sebatas peningkatan efisiensi dan mengamankan kebocoran keuangan.

 

Mengingat bisnis utama rumah sakit adalah layanan medis, maka data rekam medis yang masih bersifat manual akan mempersulit pihak manajemen dalam mengarsipkan. Dan yang paling utama, dalam mengevaluasi mutu layanan medisnya. Inventarisasi berbagai kebutuhan fisik layanan medis, seperti persediaan obat, kamar, tempat tidur, dan sebagainya pun akan terasa lebih efisien.

 

Sistem informasi terpadu

 

Sistem informasi terpadu berbasis e-hospital bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada pasien dengan lebih cepat, akurat dan transparan yang pada akhirnya bisa memberikan kepuasan pada pasien. Sistem komputerisasi ini dimulai dari pendaftaran pasien hingga peresepan yang terintegrated secara online, sehingga pihak pihak yang berkepentingan dalam rumah sakit dengan mudah membukanya.

 

Konsep e-hospital ini secara langsung menciptakan konsep green hospital lewat pengurangan pemakaian kertas, meskipun terlihat kecil, hal ini dapat menjadi salah satu upaya untuk ikut mendukung kampanye ramah lingkungan.