Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Ganteng
Rachma Green Hospital
by Rachma Istiawan - Sunday, 3 April 2011, 11:25 PM
 

Pemanasan global menjadi isu penting di seluruh dunia. Temperatur bumi yang terus meningkat membuat bumi semakin panas dan menimbulkan ancaman baru. Penggunaan energi untuk keperluan sehari-hari berkontribusi terjadinya efek rumah kaca, yang juga berdampak pada pemanasan global.

Suatu bangunan termasuk gedung rumah sakit sangat erat hubungannya dengan jejak karbon (carbon footprint) baik saat pembangunan maupun saat dioperasionalkan. Pemilihan bahan bangunan, minimalisasi PVC, Pemakain kertas untuk operasional, dll.

Konsep bangunan hijau (green building) adalah bangunan dimana dalam perancangan, pembangunan, pengoperasian, serta dalam pemeliharaannya memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan berdasarkan kaidah pembangunan berkelanjutan. Pada prinsipnya tujuan dari green building adalah :

  1. Meminimalkan/ mengurangi penggunaan sumber daya alam
  2. Meminimalkan/ mengurangi dampak lingkungan
  3. Meningkatkan kualitas udara ruangan menjadi lebih sehat

Hubungan antara konsep bangunan hijau dengan jejak karbon sangat signifikan karena suatu bangunan dapat disebut bangunan hijau apabila sudah memenuhi syarat-syarat atau kriteria seperti :

  1. Efisiensi energi dan konservasi
    Mengganti lampu dengan watt rendah dan daya kecil, membangun ruang yang cahaya alam bias mudah masuk.
  2. Tata guna lahan
    Kemudahan akses, meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi, mendukung penggunaan sepeda melalui penyediaan area parkir khusus sepeda, adanya area landscape yang salah satu fungsinya menyerap karbon.
  3. Sumber dan siklus material
    Bahan dan materi yang mudah di daur ulang
  4. Manajemen lingkungan bangunan
    Kriteria ini mensyaratkan pemeliharaan dan operasional seluruh sarana prasarana bangunan termasuk pengelolaan limbah mengacu pada prinsip-prinsip ramah lingkungan dan sustainability (berkelanjutan), agar bangunan tersebut dapat tetap berpredikat green mulai dari dibangun sampai operasional dan pemeliharaannya.
  5. Konservasi air 
  6. Kualitas udara dan kenyamanan ruangan


Keberadaan rumah sakit dalam satu kesatuan ekosistem ditengah isu dampak perubahan iklim dan pemanasan global serta degradasi lingkungan dipandang perlu bertanggung jawab atas keberlanjutan kualitas lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam. Bangunan rumah sakit perlu didesain dan dirancang dengan mengakomodasi pemanfaatan potensi alam secara efisien, sumber daya rumah sakit berbasis alam dan lingkungan hidup seperti air bersih, energi, kertas dan material lainnya yang merupakan kebutuhan harian pengoperasian rumah sakit penggunaannya juga perlu dilandasi oleh prinsip eco-efficiency, sementara produk samping rumah sakit seperti limbah cair, padat dan gas perlu diolah sehingga targetnya tidak saja untuk memenuhi baku mutu limbah, juga untuk memenuhi kaidah reduce, reuse, recycle dan recovery. Pada prinsipnya, model rumah sakit dimasa mendatang perlu dikelola secara baik dengan selalu mempertimbangkan aspek kesehatan, ekonomi, ekologi dan sosial sehingga prinsip pemenuhan konsep pembangunan berkelanjutan dalam bidang kesehatan akan terpenuhi, dan rumah sakit dapat ikut berperan aktif dalam mimimasi dampak perubahan iklim serta mengurangi jejak karbon yang dihasilkannya, sebagaimana kebijakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Healthy Hospitals, healthy planet, healthy people (Addressing Climate Change in Health Care Settings).