Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Diah Fitriana
PERPSEPSI STAKEHOLDERS TENTANG KINERJA FUNGSI SISTEM PENELITIAN KESEHATAN NASIONAL
by Diah Fitriana - Saturday, 2 April 2011, 07:16 AM
 

PERPSEPSI STAKEHOLDERS TENTANG KINERJA FUNGSI SISTEM PENELITIAN KESEHATAN NASIONAL

KESIMPULAN :

Menurut WHO, ada 4 fungsi utama yang berperan sebagai indikator kinerja sistem penelitian kesehatan. Fungsi yang pertama adalah stewardship yang bermakna memberikan arahan leadership untuk promosi dan mengembangkan visi strategis sistem penelitian kesehatan, mengembangkan dan memantau pelaksanaan standar etik penelitian kesehatan dan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja sistem kesehatan secara keseluruhan. Kedua, pembiayaan (financing) yaitu menjamin alokasi anggaran dan akuntabilitas penggunaannya. Fungsi berikutnya adalahcreating and sustaining resources, yang berarti membangun kapasitas (capacity building) baik fisik dan non fisik penyelenggaraan dan pemanfaatan penelitian kesehatan. Sedangkan producing and using research merupakan fungsi terakhir yang berarti menghasilkan penelitian yang bermutu untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dalam rangka meningkatkan pemerataan dan status kesehatan individu dan masyarakat dan pengembangan program dan kebijakan kesehatan.

Penelitian disini bertujuan mengukur skor kinerja fungsi utama SPKN yang meliputi pengelola, pendanaan, mengumpulkan, dan memelihara sumber pembuat kebijakan, dan pengguna). Sumber data yang digunakan adalah adalah pilot study WHO di Jakarta dan Makasar dengan ukuran sampel 278 responden. Analisis dilakukan terhadap skor rata-rata 6 dimensi pendapat meliputi lingkungan, pandangan sistem, pembuatan, penggunaan, akses literatur ilmiah dan media. Metode analisis meliputi analisis kuantitatif univariat dan cross tabulasi tanpa uji statistik analisis kualitatif terhadap pertanyaan terbuka. Hasil study menunjukkan distribusi responden meliputi peneliti (62,2%), pembuat kebijakan (21,6%), dan pengguna (16,2%). Secara keseluruhan, kinerja fungsi sistem litkes dinilai belum baik oleh 54,7% responden. Kinerja baik ditemukan pada fungsi pengelola dan penghasil riset. Sebaliknya kinerja tidak baik ditemukan pada fungsi pengumpul dan pemelihara sumber daya,menggunakan riset, akses literatur ilmiah dan akses media. analisis kualitatif memperlihatkan lima area yang berkontribusi penting pada penguatan lingkungan penelitian di indonesia meliputi pendanaan, fasilitas, gaji, kerjasama, dan komunikasi. Komponen yang dinyatakan penting pada penguatan sistem litkes adalah visi, sumber daya manusia, pendanaan, etik litkes, dan alokasi. Prioritas utama SPKN adalah masalah kesehatan masa depan dan masalah kesehatan yang persisten (bertahan lama). Disimpulkan bahwa SPKN belum belum berfungsi optimal. Peningkatan dapat dilakukan dengan revisi dan reorientasi prioritas SPKN antar stakeholders, peningkatan alokasi dana, optimalisasi peran dan fungsi jaringan litbangkes, serta peningkatan fungsi stewardship badan litbangkes dalam kapasitas kepemimpinan ilmiah yang baik.