Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
foto diri
JURNAL 1, 2, 3
by S Adi Winarno - Sunday, 27 March 2011, 02:08 AM
 

RESUME

JURNAL I

CITRA RUMAH SAKIT, KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN-

STUDI PADA RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

ü Penelitian empiris membuktikan bahwa kepuasan pelanggan saja tidak cukup mempengaruhi loyal terhadap suatu produk (Oliver, 1999), loyalitas pelanggan sendiri tidak dapat dipisahkan dari kepuasan pelanggan. Tetapi pola hubungan antara keduanya bersifat asimetri mengigat kosumen yang loyal kebanyakan konsumen yang terpuaskan, tetapi tidak semua kepuasan konsumen bermakna loyalitas (Olive, 1999)

ü Citra berkaitan dengan reputasi sebuah merk/perusahaan, citra adalah persepsi konsumen terhadap kualitas yang berkaitan dengan merk/perusahaan.

ü Bahwa citra rumah sakit, baik citra pelanggan tentang atribut-atribut yang ada pada rumah sakit maupun citra rumah sakit sendiri secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan juga secara parsial dipengaruhin oleh kepuasan pelanggan tidak hanya dipengaruhi oleh sikap dan etika petugas kesehatan dan dokter yang memeriksa akan tetapi terhadap bagian penerimaan pasien, prosedur administrasi, dan ketepatan jadwal dokter semua mempengaruhi kepuasan pelanggan secara keseluruhan.

JURNAL II

MEDICAL ERROR DI RUMAH SAKIT

DAN UPAYA UNTUK MEMINIMALKAN RISIKO

ü Salah satu prasyarat fundamental dalam pelayanan kesehatan adalah menjamin bahwa tindakan medik yang diputuskan tidak hanya terbukti paling efficaciouns tetapi harus juga aman, idealnya setiap pasien mengerti dan memahami setiap resiko dan manfaat dari tindakan atau prosedur yang akan dijalaninya, namun tidaklah mudah karena sebagian pasien justru akan menolak apabila mengetahui segala resiko secara rinci.

ü Berdasarkan proses terjadinya medical error dapat digolongkan sebagai;

a. Diagnostik, kesalahan atau keterlambatan menegakkan diagnosis.

b. Treatmen, kesalahan dalam pemberian obat

c. Preventive, tidak memberi provilaksi untuk situasi yang memerlukan profilaksi dan pemantauan

d. Lain-lain, misalnya kegagalan dalam komunikasi, alat medik yang digunakan tidak memadai, atau kesalahan akibat kesalahan sitem.

ü Mencegah terjadinya medical error

a. Pengukuran kinerja dan penerapan performance improvment system. Dengan berbagai cara antara lain dengan pengumpulan data dan monitoring terhadap outcome spesifik yang menjadi salah satu target potensial untuk terjadinya medical error. Juga bisa di adakan program-program pengendalian infeksi nosokomial.

b. Menetapkan strategi pencegahan berbasis pada fakta

Mengidentifikasi dan memantau kejadian error pada sekelompok pasien dengan resiko tinggi serta memahami bagaimana error bisa terjadi.

c. Menetapkan standar kinerja untuk keamanan pasien

ü Suatu tindakan medik apapun bentuknya haruslah do no harm baik bagi pasien ataupun tenaga kesehatan yang terlibat, Evidence based medicine yang merupakan paradigma baru bidang kedokteran yang menekankan pada pendekatan medik yang berbasis pada bukti ilmiahyang terkini dan terpercaya memang sudah saatnya untuk segera diterapkan secara luas dalam praktek sehari-hari.

JURNAL III

KESELAMATAN PASIEN DARI KONSEP MENUJU IMPLEMENTASI

ü Saat ini keselamatan pasien telah menjadi isu global terutama setelah Institute of medicine (IOM) pada tahun 2000 mempubliksaikan laporan tang berjudul To err building a safer health system. Publiksai tersebut telah menggah kesadaran banyak pihak, betapa masalah keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan harus di prioritaskan, dilaporkan bahwa kejadian yang tidak diharapkan pada pasien yang dirawat di rumah sakit antara 2,9%-3,7%. Dari angka tersebut sebesar 8,8%-13,6% berujung pada kematian.

ü Implementasigerakan keselamatan pasien di rumah sakit akan lebih mudah dilaksanankan apabila menjadi sistem peningkatan mutu secara keseluruhan

ü Melakukan kompetisi sebagai salah satu cara memberikan penghargaan ternyata cukup efektif untuk memompa motivasi dan komitmen. (Malcorm Balridge National Quality award, PERSI Award dll)

ü WHO memberikan rekomendasi Nine Life Saving Patient Safety yang juga oleh Komisi keselamatan pasien rumah sakit mendorong rumah sakit di indonesia untuk menerapkan sembilan pilar untuk keselamatan pasien antara lain; 1). Perhatikan nama obat, rupa dan ucapan miripnya. 2). Identifikasi pasien. 3). Komunikasi secara benar saat pengoperan pasien. 4). Pastikan tindakan yang benar pada posisi tubuh yang benar. 5). Kendalikan cairan elektrolit pekat. 6). Pastikan akurasi pemberian obat pada pengalihan pelaynan. 7). Hindari salah karakter dan salah sambung selang. 8). Gunakan alat injeksi sekali pakai. 9). Tingkatkan kebersihan tanggan untuk pencegahan infeksi nosokomial.