Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Wegig Widjanarko
resume 2
by Wegig Widjanarko - Thursday, 24 March 2011, 02:27 PM
 
Ass. Wr. Wb.
aini
Re: resume 2
by Q. Aini - Saturday, 26 March 2011, 10:35 PM
 
Pak wegig, saya coba sharing sebuah berita di bali post, 28 mei 2007 utk kasus medication error di Rs sanglah, mudah2an bermanfaat utk menambah wawasan.

Ditemukan 11 Kasus "Medication Error" di RS Sanglah

Denpasar (Bali Post) -
Berdasarkan
data di USA, medication error (kesalahan dalam pengobatan) di RS terjadi satu di antara 200 pasien. Sementara di Indonesia sendiri medication error di ICU mencapai 96% dan puskesmas 80%. Untuk mencegah dan meminimalkan risiko serta terjadinya medication error, RS Sanglah sejak April 2007 membentuk tim Patient Safety yang berfungsi untuk memantau kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dalam pelayanan pasien di RS.

Hasilnya setelah selama tiga minggu menjalankan tugasnya, didapati 11 kasus medication error di RS Sanglah. Masing-masing 5 kasus di IRD, empat di Wings Internasional dan dua di ruang rawat Sanjiwani. ''Untuk sekarang ini yang difokuskan baru Wings Internasional, IRD dan Irna A. Alasannya karena ke-3 tempat ini dianggap sering terjadi medication error,'' ujar Ketua Tim Patient Safety RS Sanglah, dr. Ketut Sudartana, Sp.B., Sabtu (26/5) di RS Sanglah.

Namun kasus tersebut menurutnya masih sebatas Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC) dan belum menyebabkan hal yang fatal bagi pasien. Untuk di IRD ditemukan 4 kasus KTD dan 1 kasus KNC. Sementara di Wings Internasional ada 4 KNC dan di Irna A ditemukan 2 KNC.

Salah satu penyebab KTD misalnya kasus persiapan pra-operasi yang tidak adekuat, sehingga pasien yang sudah masuk ruangan operasi dibatalkan karena kondisinya belum optimal. Sementara penyebab KNC salah satunya bisa karena kesalahan pemberian obat kepada pasien. ''Tetapi karena banyak filter, hal ini masih bisa dicegah sebelum diberikan kepada pasien,'' ujar Kepala Farmasi RS Sanglah, Drs. A.A. Raka Karsana, Apt.

Selain itu, berdasarkan survai yang dilakukan di bidang keperawatan RS Sanglah, dari total sampel 236 tenaga keperawatan di rawat inap, sekitar 57 orang atau 24 % melakukan kesalahan pemberian obat. Meski kesalahan tersebut hampir sebagian besar dikarenakan salah waktu akibat stok obat yang kosong. ''Jadi obat yang seharusnya diberikan pagi hari, diberikan siang karena stok obat kebetulan sedang kosong,'' ujar Komang Ayu Mustriwati, S.Kp., MPH., kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RS Sanglah dalam presentasinya, Sabtu (26/5). Selain itu kesalahan pemberian obat juga dikarenakan obat sisa pasien pulang tidak diretur atau dikembalikan ke farmasi.

Menurutnya, dalam pemberian obat pada pasien, seorang perawat harus melakukan 5 rights, yaitu cek dengan tepat nama pasien, pemberian obat tepat, cara pemberian yang benar, sesuai dosis dan tepat waktu. ''Namun berdasarkan survai, 17,8% (42 orang) kesalahan pemberian obat karena tidak melakukan 5 rights,'' ujar Ayu. Sementara penyebab ke-2 karena tulisan dokter yang sulit dibaca atau sekitar 17,4% (41) orang.


Picture of Wegig Widjanarko
Re: resume 2
by Wegig Widjanarko - Sunday, 27 March 2011, 11:00 AM
 
Terima kasih tanggapannya ,memang kita akui untuk program pasient safety di rs masih lemah halini masih dipengruhi budaya ewuh pakewuh <tenggang rasa>yangberlebihan berkaitan dengan tindakan yg kurang pas yang dilakukan teman sejawat yang lain.