Beranda MMR Forum Komunikasi Mahasiswa MMR UMY
Picture of Arlina Dewi, dr. M.Kes.
MMR UMY angktn 5 : KTD di Rumah Sakit
by Arlina Dewi, dr. M.Kes. - Wednesday, 23 March 2011, 09:13 PM
 
KTD di dalam bidang kedokteran tidak mungkin untuk dihilangkan tetapi mungkin untuk diminimalisasi. Bagaiman caranya?
Picture of Dedi Prasetya
Re: MMR UMY angktn 5 : KTD di Rumah Sakit
by Dedi Prasetya - Wednesday, 23 March 2011, 11:17 PM
 
Seperti yang dinyatakan oleh James Reason dalam Human error management : models and management dikatakan ada dua pendekatan dalam penanganan error atau KTD. dimana 2 hal ini sangat bisa dilakukan di RS.

1. PENDEKATAN PERSONAL : yaitu memfokuskan terhadap personal yang melakukan kesalahan atau pelanggaran,terutama fokus pada tenaga kesehatan yang berada diujung tombak pelayanan (Dokter, Perawat, Farmacist, dll) Sehingga pada suatu ketika terjadi KTD maka yang akan ditelusuri adalah Siapa yang berbuat kesalahan.
2. PENDEKATAN SISTEM : Pemikiran dasar dari pendekatan ini yaitu bahwa manusia adalah dapat berbuat salah dan karenanya dapat terjadi kesalahan. Disini kesalahan dianggap lebih sebagai konsekuensi daripada sebagai penyebab. Dalam pendekatan ini diasumsikan bahwa kita tidak akan dapat mengubah sifat alamiah manusia ini, tetapi kita harus mengubah kondisi dimana manusia itu bekerja.
Oleh karena itu dengan dilakukan pengembangan pada kebijakan, prosedur, profesionalisme, tim, individu, lingkungan dan peralatan akan mencegah atau meminimalkan terjadinya KTD.


Pada hakekatnya program keselamatan pasien harus meliputi tiga hal :
1. Perubahan budaya yaitu perubahan dari mencari kesalahan personal menjadi mencari kegagalan sistem seperti yang diungkapkan oleh Kenneth Shine (The President Institute of Medicine) ...”Error occur because of system failure...American health care system needs a fundamental change... tryng harder will not work. Changing the system in which we practice will”. Tujuan dari perubahan budaya adalah transparansi.
2. Perubahan proses. Proses memerlukan standarisasi an meminimalisir variasi guna meningkatkan kualitas pelayanan dan menurunkan terjadinya KTD.
3. Mengukur proses. Proses harus dapat diukur apakah sudah baik atau belum. Dalam buku Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit yang diterbitkan Departemen Kesehatan pada tahun 2006 sudah terdapat hal-hal yang harus diukur yaitu berupa 7 standar dan 9 parameter.


Sehingga Pada Intinya adalah untuk meminimalisir KTD di RS adalah dengan Memperbaiki Kualitas Sumber Daya Manusia dan juga Sistem di RS.
Ganteng
Re: MMR UMY angktn 5 : KTD di Rumah Sakit
by Rachma Istiawan - Thursday, 24 March 2011, 08:17 AM
 
Wah, Udah lengkap nih Pak Dedi...

Menjadi masalah terbesar adalah Merubah budaya ini tidak mudah.
Misalnya Dokter sekarang sulit untuk mempunyai budaya profesional, berorientasi pada pribadi bukan secara umum, tetap mengganggap pasien sebagai komoditi terutama penyakitnya. Dokter sekarang lebih menerapkan pada kemanfaatan SIP 3 Tempat tidak memaksimalkan keilmuan secara utuh. Tidak hanya dokter, Pasien sendiri sulit di ajak berbudaya juga, Sikap yang tidak sabaran, sok- tau, percaya mistik dan sebagainya.....termasuk budaya ngeyel....
Nah, seberapa pendekatan ini di terapkan kadang dis n mis itu tetap saja muncul. Sharenya ya Pak n Bu.....
Picture of Nikmah Nikmah
Re: MMR UMY angktn 5 : KTD di Rumah Sakit
by Nikmah Nikmah - Thursday, 24 March 2011, 09:58 AM
 
Terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah klaim terhadap dokter dan rumah sakit yang terkait dengan kelalaian tindakan medik dokter. Untuk mencegah terjadinya potensi klaim akibat tindakan medis, setiap rumah sakit harus mengembangkan strategi sistem kredensial yang adekuat.
Proses kredensial adalah proses untuk memberikan kewenangan klinis (clinical privilege) bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan klinis tertentu. Kewenangan ini diberikan oleh institusi kesehatan setelah mendapat rekomendasi
dari mitra bestari. Dalam proses ini, jika seorang dokter atau tenaga kesehatan dianggap memiliki kompetensi tertentu, ia akan mendapat penugasan klinis (clinical appointment) dari Badan Pengampu (Governing Board) rumah sakit yang dapat saja didelegasikan kepada Direktur Rumah Sakit. Setiap kewenangan klinis tertentu yang dimiliki seorang dokter harus ditinjau secara berkala, sesuai
dengan perkembangan kompetensi si dokter atau tenaga kesehatan tersebut.
Indonesia membutuhkan proses kredensial untuk menjamin akuntabilitas tenaga kesehatan. Proses ini adalah bentuk tanggung jawab institusi kesehatan terhadap masyarakat atas kepercayaan yang diberikan untuk menjaga keselamatan pasien.Walaupun istilah kredensial sendiri bukan hal yang baru dalam sistem layanan kesehatan Indonesia, namun gambaran implementasi proses dan pencapaian tujuan kredensial bervariasi di berbagai institusi.Kondisi
ini yang menyebabkan proses kredensial yang dilakukan oleh komite medik di Indonesia saat ini masih belum adekuat.Di masa mendatang di Indonesia, kredensial yang mengarah kepada pemberian kewenangan klinis yang lebih rinci (“delineation of clinical privilege”).kompetensi dokter untuk setiap jenis tindakan medis disebuah rumah sakit lebih terkendali.


Picture of Maskur Maskur
Re: MMR UMY angktn 5 : KTD di Rumah Sakit
by Maskur Maskur - Thursday, 24 March 2011, 11:59 AM
 
usahanya adalh dengan cara :
1. meningkatkan Kompentensi SDM ( pengetahuan,skill,prilaku)
2. melengkakapi alat yang sesuai standart
3. meningkatkan mutu


Picture of Wegig Widjanarko
Re: MMR UMY angktn 5 : KTD di Rumah Sakit
by Wegig Widjanarko - Sunday, 27 March 2011, 11:25 AM
 
Dib angun komimenuntuk saling percaya dan menghormati serta dibangun budaya islami <sidiq.amanah.fatonah dan tabliq>
Picture of Arlina Dewi, dr. M.Kes.
Re: MMR UMY angktn 5 : KTD di Rumah Sakit
by Arlina Dewi, dr. M.Kes. - Wednesday, 30 March 2011, 09:13 AM
 

For All : good opini

Remember about : Blamless culture dan Learning Culture. Intinya: KTD perlu dicari Akar MAsalahnya, sehingga bisa dijadikan "bahan pembelajaran" dan bukan dipakai sebagai bahan untuk memberikan "Punishment". Karena pada akhirnya jk hukuman yang dikedepankan, maka selanjutnya tidak akan muncul "budaya melaporkan" yang penting untuk pembelajaran. Dan ingat bahwa setelah dilakukan RCA (root cause Analysis) biasanya hasil akhirnya bukan human error tapi system error.

Picture of Sunaryadi dr. MMR
Re: MMR UMY angktn 5 : KTD di Rumah Sakit
by Sunaryadi dr. MMR - Thursday, 31 March 2011, 12:39 PM
 
parfeit!...tepat sekali bahwa tidak mungkin menghilangkan KTD di dunia medis,karena KTD tidak bersifat 'personal'.Bisa ditarik kesimpulan bahwa KTD terjadi karena adanya celah dalam sistem yg tidak atau kurang benar/kurang pas.oleh karenanya untuk meminimalisasi KTD haruslah mengubah atau menata sistem dengan benar/tepat.Didalam Rumah sakit tentu saja harus menyempurnakan sistem tata kelola rumah sakit..mungkin persoalannya hampir sama dengan 'kemiskinan'.dimana kemiskinan bukan ada pada personal,tapi ada pada sistem(finance),bila kita bisa merubah sistem(finance) dengan tata kelola 'finance' yg baik maka kemiskinan tinggal sejarah.....so...mari kita kelola institusi rumah sakit kita dengan sistem tata kelola yang baik dan tingkatkan skill kita sebagai dokter yang capable......So...KTD ?...lewat........bravo doctors!